Biopolish

Cara Membedakan Noda Jamur dan Noda Air pada Kayu

Bercak gelap di meja kayu tidak selalu berarti jamur. Bekas gelas, tumpahan minuman, atau rembesan air juga bisa meninggalkan noda yang warnanya hampir sama.

Masalahnya, cara mengatasinya berbeda. Salah penanganan, bercak tetap ada, warna kayu jadi belang, atau lapisan finishing ikut rusak. Oleh sebab itu, mengenali jenisnya terlebih dahulu jauh lebih penting sebelum mulai membersihkan.

Ciri Noda Air pada Kayu

noda air pada kayu

Noda air muncul setelah permukaan kayu terkena tetesan, genangan, atau rembesan. Air yang masuk ke lapisan finishing bisa menimbulkan bercak putih keruh. Kalau dibiarkan lebih lama, air meresap lebih dalam dan membawa kotoran ke pori kayu, bekasnya jadi cokelat atau kehitaman dan lebih susah dihilangkan.

Baca Juga : Cara Merawat Meja Kayu Pinus agar Tidak Mudah Rusak

Ciri-cirinya:

Bercak putih biasanya masih di lapisan finishing, kelembapan masuk dan membuat lapisan yang semula bening jadi keruh. Tapi kalau sudah gelap dan kasar saat diraba, air sudah masuk ke serat kayu.

Ciri Noda Jamur pada Kayu

Jamur tumbuh di tempat yang lembap dan minim sirkulasi udara, belakang lemari, bawah meja, sisi kabinet dekat wastafel, atau furniture yang menempel rapat ke dinding. Warnanya tidak selalu hitam. Bisa putih, abu-abu, hijau, cokelat, atau kehitaman.

Ciri-cirinya:

Satu catatan: noda air dan jamur bisa muncul di area yang sama. Air yang terus dibiarkan membuat kayu lembap, kondisi itu yang kemudian memicu jamur tumbuh.

Cara Mengatasi Noda dan Mencegahnya Kembali

Setelah tahu jenisnya, tangani sesuai penyebabnya. Jangan langsung menutup bercak dengan poles atau finishing baru, permukaan yang masih kotor dan lembap justru membuat hasilnya belang.

Noda air : segera serap dan keringkan dengan kain

Serap tumpahan dengan kain kering, jangan digosok keras karena air bisa menyebar. Keringkan area yang terkena sesegera mungkin untuk menekan risiko jamur tumbuh.

Bercak putih yang masih di lapisan finishing biasanya lebih mudah ditangani. Tapi kalau sudah gelap dan masuk ke serat, kemungkinan perlu refinishing.

Noda jamur : bersihkan, gunakan anti jamur dan atasi sumber lembapnya

Bersihkan pertumbuhan jamur yang terlihat, lalu cari tahu kenapa kayu terus lembap. Periksa kebocoran, rembesan dinding, sirkulasi udara, dan jarak furniture dari tembok. Jamur akan terus kembali selama sumber airnya belum diatasi.

Jika jamur sudah terlanjur tumbuh biasanya akan sulit hilang. Kalaupun sudah bersih nantinya bisa muncul lagi. Jika sudah begini gunakan produk anti jamur untuk membasmi sampai ke akarnya.

Tersedia berbagai produk anti jamur di pasaran, pilih yang paling efektif dan aman digunakan. Salah satu contoh produknya adalah Biocide SFP (Surface Film Preservative) yang bisa membasmi jamur permukaan pada furniture kayu.

Perawatan rutin untuk mencegah noda kembali

Kayu yang permukaannya terlindungi lebih sulit menyerap air. Percikan tidak langsung meresap ke pori, masih sempat dilap sebelum meninggalkan bekas.

Untuk meja, kursi, lemari, rak, dan furniture kayu lainnya, Biopaint Natural Oil dan Biopaint Beeswax meresap ke dalam substrat dan memberi efek water repellent sekaligus menjaga kelembapan kayu tetap stabil. Selain itu, warna kayu yang semula kusam dapat kembali tajam.

Untuk talenan, sendok, mangkuk, dan peralatan makan kayu, Biopaint Beeswax pilihan yang tepat, karakter lilinnya melindungi permukaan dari air, minyak, dan cairan makanan. Bisa juga dipakai pada meja makan.

Aplikasikan saat kayu sudah bersih dan benar-benar kering. Lakukan perawatan ulang secara rutin terutama ketika permukaan mulai kusam.

Noda air dan jamur memang terlihat mirip, tapi penanganannya berbeda. Kenali dulu jenisnya, bersihkan sampai tuntas, baru lindungi permukaannya agar tidak mudah kembali.

Gunakan Biopaint Natural Oil atau Biopaint Beeswax untuk melindungi dari noda air dan noda jamur pada permukaan kayu.

Untuk pemesanan produk, silakan klik banner di bawah ini.

Kontak mudah pesan Biopolish Natural Oil

Exit mobile version