Biopolish

5 Cara Memilih Poles Kayu yang Aman Tanpa Bahan Berbahaya

Poles kayu digunakan agar kayu tidak cepat rusak dan tampilannya lebih indah dipandang. Selama ini, ketika berbicara poles kayu, yang sering terbayang adalah plitur atau pernis. Jenis inilah yang paling banyak dipakai dan mudah ditemukan di pasaran.

Sayangnya, produk seperti politur, melamin, vernis, atau cat kayu umumnya masih berbasis bahan kimia. Dalam penggunaannya, bahan-bahan ini membutuhkan pelarut berupa thinner yang berbau cukup menyengat. Jika terpapar terus-menerus, hal ini dapat berdampak pada kesehatan.

Di sisi lain, poles kayu digunakan pada perabot yang dipakai setiap hari, seperti meja makan, lemari, peralatan makan kayu, hingga mainan anak. Karena alasan itu, memilih bahan poles tidak seharusnya dilakukan sembarangan.

Baca Juga : 6 Bahan Alami untuk Poles Kayu agar Awet dan Mengkilap

Ada risiko yang perlu dipahami. Melalui artikel ini, Anda akan diajak memahami cara memilih bahan poles kayu yang lebih aman.

Bahaya Poles Kayu terhadap Kesehatan dan Lingkungan

Batuk akibat cat

Bau dari poles kayu kimia bukan hanya mengganggu kenyamanan. Dalam banyak kasus, paparan uap kimia dapat menimbulkan batuk, iritasi tenggorokan, sesak napas, serta mata perih dan berair.

Kontak langsung dengan kulit juga dapat memicu rasa gatal atau membuat kulit mengelupas, terutama pada orang yang sensitif. Jika hal ini terus terjadi, maka risikonya akan lebih besar.

Beberapa bahan kimia yang umum digunakan dalam finishing kayu diketahui bersifat toksik. Sebagian bahkan dikaitkan dengan risiko karsinogenik. Karena itu, penggunaan poles kayu berbasis kimia di dalam rumah perlu dipertimbangkan dengan lebih hati-hati.

Dampak Poles Kayu terhadap Lingkungan

Selain berdampak pada kesehatan, poles kayu berbasis kimia juga memberi pengaruh pada lingkungan. Kandungan bahan kimia yang mudah menguap dapat mencemari udara di sekitar area penggunaan.

Sisa bahan poles yang tidak terpakai pun berpotensi mencemari tanah dan air jika dibuang tanpa pengelolaan yang tepat.

Penggunaan produk berbahan kimia secara terus-menerus tanpa kontrol dapat menurunkan kualitas lingkungan rumah dan sekitarnya. Oleh sebab itu, memilih bahan poles yang lebih aman juga berarti ikut mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan.

Kandungan Poles Kayu yang Perlu Diwaspadai

Di bawah ini adalah beberapa kandungan poles kayu yang perlu diperhatikan sebelum digunakan.

Thinner dan Pelarut Kimia

Sebagian besar poles kayu kimia memerlukan thinner atau pelarut agar mudah diaplikasikan. Bahan ini membantu mengencerkan produk, tetapi juga menjadi sumber bahaya. Saat menguap, pelarut kimia dapat masuk ke saluran pernapasan dan memicu berbagai keluhan kesehatan.

VOC (Volatile Organic Compound)

VOC merupakan senyawa organik yang mudah menguap pada suhu ruang. Kandungan ini sering menjadi penyebab bau tajam pada poles kayu. Paparan VOC dapat menimbulkan rasa pusing, mual, serta gangguan pernapasan, terutama jika digunakan di ruang tertutup tanpa sirkulasi udara yang baik.

Bahan Berbahaya Lainnya

Beberapa produk poles kayu juga berpotensi mengandung bahan berbahaya seperti formaldehida, merkuri, dan timbal. Zat-zat ini dikenal berisiko bagi kesehatan jika terpapar dalam jangka panjang. Formaldehida, misalnya, dapat menyebabkan iritasi, sementara logam berat seperti timbal dan merkuri berbahaya bagi sistem saraf.

Tanda Poles Kayu yang Berisiko

Secara praktis, poles kayu yang berisiko sering ditandai dengan bau yang sangat menyengat dan reaksi tidak nyaman pada tubuh saat digunakan. Jika setelah pemakaian muncul pusing, mata perih, atau iritasi kulit, kondisi tersebut seharusnya menjadi sinyal untuk lebih waspada terhadap produk yang digunakan.

Cara Memilih Poles Kayu yang Aman

Berikut beberapa hal yang dapat dijadikan acuan dalam memilih poles kayu yang aman.

1. Tidak Berbau dan Tidak Mengubah Rasa

Poles kayu yang aman umumnya tidak mengeluarkan bau tajam. Selain itu, produk yang baik tidak meninggalkan rasa pada permukaan kayu, terutama jika digunakan pada peralatan makan atau alat masak dari kayu.

2. Terbuat dari Bahan Alami

Bahan alami menjadi pilihan yang lebih aman untuk perawatan kayu di dalam rumah. Minyak alami dan lilin lebah adalah bahan poles yang meresap ke serat kayu, bukan membentuk lapisan kimia. Dengan begitu, risiko pelepasan zat berbahaya ke udara dapat ditekan.

3. Bebas Bahan Kimia Berbahaya

Poles kayu yang aman seharusnya tidak mengandung VOC, pelarut kimia, atau logam berat. Produk dengan komposisi sederhana dan jelas cenderung lebih aman digunakan dalam jangka panjang, terutama di lingkungan keluarga.

4. Tetap Melindungi dan Meningkatkan Estetika Kayu

Keamanan bukan berarti menurunkan kualitas hasil. Poles kayu yang tepat tetap mampu melindungi kayu faktor kerusakan dan kelembapan. Selain itu, tampilannya justru menonjolkan serat alami kayu sehingga terlihat lebih indah.

5. Perhatikan Sertifikat Keamanan Produk

Sertifikat keamanan menjadi salah satu penanda penting dalam memilih poles kayu yang aman tanpa bahan berbahaya.

Produk yang memiliki sertifikat menunjukkan bahwa bahan yang digunakan telah melalui pengujian tertentu dan dinilai aman. Sertifikat ini membantu memastikan bahwa poles kayu tidak mengandung zat berbahaya yang dapat berdampak pada kesehatan.

Jenis Poles Kayu yang Aman

Bahan poles kayu yang lebih aman berasal dari bahan alami. Dari berbagai pilihan yang ada, dua jenis yang banyak direkomendasikan adalah natural oil dan beeswax (lilin lebah).

Biopolish menghadirkan dua produk poles kayu alami, yaitu Biopolish Natural Oil dan Biopolish Beeswax. Produk ini telah mengantongi sertifikat keamanan FDA (Food and Drug Administration).

Karena terbuat dari bahan alami dan bersertifikat, produk Biopolish aman saat bersentuhan dengan anak-anak maupun saat kontak dengan makanan. Biopolish Beeswax bahkan dapat digunakan untuk perawatan rutin peralatan makan kayu dan alat masak kayu, tanpa bau dan tanpa mengubah rasa makanan.

Klik banner di bawah ini untuk pemesanan Biopolish.

Exit mobile version