Talenan kayu digunakan untuk memotong berbagai bahan makanan, mulai dari buah, roti, sayuran, daging, hingga bawang. Di antara bahan tersebut, bawang termasuk yang meninggalkan aroma paling kuat. Bau bawang pada talenan kayu bahkan bisa tetap tercium meskipun permukaannya sudah dicuci.
Aroma tersebut tentu mengganggu, terutama ketika talenan selanjutnya digunakan untuk memotong buah, roti, atau makanan lain yang tidak memiliki aroma kuat. Bau bawang yang tertinggal dapat membuat talenan terasa kurang bersih dan memengaruhi aroma bahan makanan berikutnya.
Baca Juga : Poles Talenan Kayu Food Grade Aman Bersentuhan dengan Makanan
Lantas, kenapa talenan kayu mudah bau bawang? Adakah cara menghilangkan bau bawang pada talenan kayu tanpa merusak permukaannya?
Kenapa Talenan Kayu Bisa Bau Bawang?
Bau tajam muncul ketika bawang dipotong atau dihancurkan. Pada saat itu, sel bawang pecah dan menghasilkan senyawa sulfur yang mudah menguap. Karena itu, aroma bawang yang sudah dipotong terasa lebih kuat dibandingkan bawang yang masih utuh.
Saat bawang dipotong di atas talenan, cairan yang membawa aromanya langsung mengenai permukaan kayu. Tidak seperti kaca atau logam yang permukaannya rapat dan licin, kayu memiliki pori-pori serta serat yang lebih mudah menyerap air, minyak, noda, dan aroma makanan.
Cairan bawang juga dapat masuk ke celah serat dan goresan bekas pisau. Aroma yang tertahan di bagian tersebut akan keluar sedikit demi sedikit. Akibatnya, bau bawang masih bisa tercium meskipun talenan sudah dibilas dengan air.
5 Cara Menghilangkan Bau Bawang pada Talenan Kayu
Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengangkat bau sekaligus mencegah aroma bawang di kemudian hari.
1. Mencuci Talenan hingga Bersih

Cara menghilangkan bau bawang pada talenan kayu harus dimulai dengan mencucinya segera setelah selesai digunakan. Jangan menunggu sampai sisa bawang mengering dan semakin melekat pada permukaan talenan.
Buang terlebih dahulu potongan bawang yang tersisa. Selanjutnya, cuci kedua sisi talenan menggunakan air dan sabun pencuci piring. Gunakan spons untuk membersihkan permukaan kayu, termasuk bagian yang memiliki banyak bekas sayatan pisau.
Setelah itu, bilas sampai tidak ada lagi busa maupun sisa sabun. Hindari merendam talenan di dalam wastafel, terlebih sampai ditinggal semalaman.
2. Mengeringkan Talenan Sebelum Disimpan
Setelah dicuci, jangan langsung memasukkan talenan ke dalam lemari dapur. Talenan yang terlihat tidak lagi menetes belum tentu sudah benar-benar kering.
Lap terlebih dahulu kedua sisinya menggunakan kain bersih. Setelah itu, letakkan talenan dalam posisi berdiri atau miring di rak yang memiliki sirkulasi udara. Posisi tersebut membantu udara menjangkau kedua sisi talenan sehingga proses pengeringan berlangsung lebih merata.
Jangan menumpuk talenan yang masih basah atau meletakkannya mendatar dalam waktu lama. Bagian bawah yang tertutup meja atau talenan lain akan lebih sulit kering. Talenan yang lembap dapat memicu munculnya jamur, bakteri, dan bau apek.
3. Memisahkan Talenan Berdasarkan Penggunaannya
Apabila talenan sering digunakan untuk berbagai jenis bahan makanan, pertimbangkan untuk memisahkannya berdasarkan kebutuhan.
Sediakan satu talenan khusus untuk bawang dan bumbu beraroma tajam. Gunakan talenan lain untuk buah, roti, atau makanan siap makan. Dengan cara ini, bau bawang tidak mudah berpindah ke bahan makanan lain.
Pemisahan talenan juga penting antara bahan mentah dan bahan yang akan langsung dikonsumsi. Talenan untuk daging, unggas, dan makanan laut mentah sebaiknya tidak digunakan untuk memotong buah atau sayuran siap makan karena dapat meningkatkan risiko kontaminasi silang.
Talenan dapat diberi tanda atau disimpan di tempat berbeda agar tidak tertukar. Tidak harus menggunakan banyak talenan. Dua atau tiga talenan dengan fungsi yang jelas sudah cukup membantu menjaga kebersihan dan aroma makanan.
4. Menggunakan Garam untuk Mengangkat Sisa Bau
Jika bau bawang masih tertinggal setelah talenan dicuci, gunakan garam untuk membersihkan talenan. Butiran garam membantu menggosok dan mengangkat residu yang berada di dalam tekstur maupun bekas sayatan pisau.
Basahi sedikit permukaan talenan, kemudian taburkan garam secara merata. Gosok perlahan menggunakan kain lembap, spons, atau potongan lemon. Bilas dengan air bersih, lalu keringkan sebelum disimpan kembali.
Namun, cara ini kurang baik jika dilakukan terlalu sering. Garam bersifat abrasif karena membersihkan melalui gesekan. Penggunaan berulang atau penggosokan terlalu kuat dapat membuat permukaan talenan semakin kasar
5. Memoles Talenan dengan Biopaint Beeswax
Setelah talenan bersih, tidak berbau, dan benar-benar kering, lakukan perawatan menggunakan poles kayu yang aman untuk kontak dengan makanan.
Biopaint Beeswax merupakan poles berbahan beeswax atau lilin lebah yang berfungsi melindungi kayu dan memperindah tampilannya. Produk ini bersifat food grade, tidak berasa, tidak berbau, serta memiliki efek water repellent yang membantu mengurangi penyerapan air ke dalam kayu.
Dengan poles beeswax, talenan kayu tidak akan mudah menyerap cairan makanan dan mengurangi resiko aroma tajam dari irisan bawang.
Berikut cara aplikasinya:
- Pastikan talenan sudah bersih dan benar-benar kering.
- Ambil sedikit Biopaint Beeswax menggunakan kain lembut dan bersih.
- Poles tipis secara merata ke seluruh permukaan talenan kayu.
- Diamkan sampai beeswax terserap.
Aplikasi beeswax membantu merawat permukaan kayu agar tidak terlalu mudah menyerap air, noda, dan bau dari bahan masakan. Perawatan ini juga membantu menghaluskan serat, menajamkan warna alami kayu, serta mencegah talenan kusam dan kering.
Pemolesan dapat diulang secara rutin, terutama ketika permukaan mulai terlihat kering, kusam, atau terasa kasar. Gunakan produk yang memang ditujukan untuk alat makan dan memiliki standar keamanan untuk kontak dengan makanan.
Rawat Talenan Kayu dengan Biopaint Beeswax Food Grade!
Untuk pemesanan dan informasi lebih lanjut mengenai Biopaint Beeswax, silakan klik banner di bawah ini.