Beeswax untuk kayu berasal dari lilin alami yang dihasilkan oleh lebah madu Apis. Bahan ini banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang, termasuk kosmetik dan perawatan kayu.
Beeswax dikenal mampu menjaga tampilan sekaligus melindungi kayu tanpa menghilangkan karakter aslinya. Berbeda dengan pernis atau cat, beeswax tidak membentuk lapisan film, melainkan meresap ke dalam serat kayu.
Sifatnya yang tahan air atau water repellent membantu mengurangi penyerapan air ke dalam pori kayu. Dengan begitu, kayu lebih terlindungi dari kelembapan, risiko jamur, serta kerusakan akibat air.
Baca Juga : Tips Menggunakan Biopolish Beeswax Wood Polish untuk Hasil Maksimal
Setelah dipoles dengan beeswax, kayu akan tampak berkilau alami, warna terlihat lebih tajam, dan serat semakin jelas.
Beeswax untuk kayu dapat digunakan baik untuk perawatan rutin maupun sebagai finishing natural. Pada pembahasan berikut, akan dijelaskan cara pakai beeswax untuk kayu sesuai dengan kebutuhan tersebut.
Cara Perawatan Kayu dengan Biopolish Beeswax
Biopolish Beeswax digunakan untuk perawatan alat masak dan alat makan kayu karena faktor keamanannya. Bahan alami ini diproduksi oleh lebah, sehingga aman digunakan.
Biopolish Beeswax juga telah mengantongi sertifikat FDA (Food and Drug Administration). Sertifikasi ini menunjukkan bahwa produk telah memenuhi standar food safe dan food grade, sehingga aman digunakan pada peralatan kayu yang bersentuhan langsung dengan makanan tanpa memengaruhi rasa maupun aroma.
Perawatan dengan beeswax untuk kayu cukup menggunakan kain lembut. Perawatan ini banyak diterapkan pada alat makan kayu, tetapi juga bisa digunakan untuk furnitur kayu. Berikut tahapan aplikasinya:
- Bersihkan media kayu dari kotoran, air, debu, ataupun noda.
- Ambil sedikit Biopolish Beeswax menggunakan kain lembut.
- Poles ke seluruh media kayu secara merata.
- Tunggu sampai lapisan beeswax sepenuhnya terserap.
- Hasilnya kayu Anda akan tampil berkilau, warna dan serat terlihat lebih menonjol. Kayu pun terlindungi dari berbagai faktor kerusakan.
Perlu diketahui, beeswax merupakan produk perawatan. Karena itu, aplikasinya perlu dilakukan secara rutin dan berkala, terutama ketika permukaan kayu mulai terlihat kusam atau membutuhkan perlindungan.
Cara Finishing Kayu dengan Biopolish Beeswax
Beeswax digunakan ketika menginginkan hasil finishing kayu yang natural tanpa lapisan film. Meski tampilan kayu masih terlihat, lapisan film keras dan kilap dari pernis kerap membuat permukaan kayu terasa kurang alami.
Beeswax digunakan ketika ingin hasil finishing natural tanpa lapisan film.Pada finishing natural, pernis sering dipakai sebagai pelindung. Meski tampilan kayu masih terlihat, lapisan film dan kilap dari pernis kerap membuat kayu terasa kurang alami.
Berbeda dengan itu, finishing menggunakan beeswax tidak membentuk lapisan di atas permukaan kayu. Warna asli kayu tidak berubah atau menggelap, serat tetap terlihat jelas, dan terlindungi dari dalam. Saat disentuh, akan terasa lembut dan tetap bisa merasakan keaslian kayu.

Jika Anda ingin hasil finishing demikian maka bisa memakai Biopolish Beeswax. Berikut panduan finishing kayu dengan Beeswax:
- Amplas permukaan media kayu sampai halus.
- Gunakan sanding sealer water based untuk memperhalus kayu dan menutup pori. Campurkan sanding sealer water based dengan air bersih sesuai takaran. Aplikasikan dengan kuas secara merata, tunggu kering, lalu amplas dengan grit 400. Ulangi tahap ini hingga 2 lapis sanding sealer.
- Aplikasikan Biopolish Beeswax dengan kain secara merata pada seluruh permukaan kayu.
Itulah cara perawatan dan finishing kayu menggunakan Biopolish Beeswax. Meskipun dapat digunakan sebagai finishing, aplikasi ulang tetap perlu dilakukan secara berkala agar perlindungan kayu tetap terjaga dan selalu diperbarui.
Untuk pemesanan Biopolish Beeswax dan informasi lebih lanjut, silakan klik banner di bawah ini.