Month: January 2021

Salah satu hewan menjengkelkan yang kerap kita temui di rumah adalah rayap. Akan lebih menjengkelkan lagi jika rayap tersebut menyerang kursi yang kerap digunakan sehari-hari. Atau justru kursi kesayangan warisan dari kakek/nenek yang telah meninggal. Merawat kursi kayu rayapan bisa dikaukan dengan beragam cara, bisa menggunakan natural oil, bisa juga dengan biocide (biosida).

Furniture-furniture yang telah terserang rayap akan jadi tak tahan lama, tak awet, dan rusak. Rayap akan memakan kandungan selulosa yang ada pada kursi sehingga bentuknya jadi tak cantik lagi. Rayap juga membuat kerangka kayu jadi keropos dan sangat mudah rapuh. Tak jarang pula timbul jalur-jalur semacam aliran bahkan gundukan tempat rayap berada. Perawatan anti rayap ini penting untukmu, terlebih jika rumah yang kamu tempati sebagian besar terbuat dari kayu. Entah pada lantai, jendela, pintu, dan perabotan semacam kursi – meja.

Rayap juga tak hanya merugikan secara finansial, tapi juga tenaga dan estetika. Jika kamu tak segera mengatasinnya, bisa jadi furniture akan termakan dan digerogoti habis. Kamu butuh solusi yang tepat untuk membasminya agar rayap memang benar-benar menghilang. Untuk kursi semisal, salah satu solusinya merawat kursi kayu rayapan natural oil, biocide. Terlebih dahulu, kenali ciri-ciri dari mebel yang terserang oleh rayap:

  • Furniture mengeluarkan serbuk kayu: jika kamu mendapati ada butiran-butiran kecil kayu menyerupai pasir yang jatuh ke lantai atau bagian furniture, bisa dipastikan mebel tersebut terserang rayap. Butiran tersebut muncul karena proses pencernaan hasil makan si rayap.
  • Furniture tersebut berongga: ketika kayu berongga, kayu tersebut keropos dan mudah patah. Rongga menunjukkan sisi dalam kayu biasanya sudah dibombardir oleh pasukan rayap. Kamu bisa melakukan pengecekan dengan mengetuk-ngetuk bagian dalamnya. Jika kamu menemukan bunyi yang tak biasa seperti suara butiran jatuh, bisa dipastikan furniture atau kayu tersebut terserang rayap atau teter.
  • Rayap keluar dengan jelas dari furniture: tentu hewan rayap dan hewan kecil lainnya seperti semut bisa dibedakan dengan jelas. Rayap berbentuk serangga kecil berwarna coklat yang tak jarang memunculkan bentuk aslinya pada furniture kayu yang diserang. Terlebih kayu yang tak terlapisi oleh biocide atau minyak natural oil ketika finisihing.

Tips Mencegah Rayap Datang

Sebelum kerusakan dan hal-hal yang tak diinginkan terjadi, ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk membasmi rayap dari furniture. Ada beberapa tips mencegah datangnya rayap di rumah secara alami.

  1. Memberi Sirkulasi (Ventilasi) yang Cukup

Jika rumahmu sebagian besar terdiri dari kayu, jangan pelit memberikan ventilasi. Ventilasi yang memadai akan membuat udara dan sinar matahari bisa masuk ke dalam ruangan sehingga rayap jadi tak betah. Sirkulasi yang buruk bisa membuat ruangan jadi lembap dan rayap berkembangbiak. Ketika kamu menjumpai ada perabotan yang terlanjur diserang gigi-gigi rayap, segeralah untuk menjemurnya di bawah sinar matahari.

  1. Cek Saluran Pipa dan Keramik Secara Rutin

Kasus ini bisa jadi sepele dan sering terabaikan, keramik yang rusak (misal pecah-pecah) bisa membuat uap air masuk secara mudah di dalam rumah. Ketika uap air mudah masuk, secara otomatis ruang akan menjadi lembap. Ini akan diperburuk lagi jika ada saluran pipa mengalami kebocoran, kelembapanmu akan semakin bertambah dan memancing rayap untuk datang. Langkah yang bisa kamu lakukan adalah perbaiki jika terjadi kerusakan kecil pada keramik dan cegah kebocoran pipa.

  1. Segera Perbaiki Tembok yang Retak

Celah atau retakan yang terjadi pada dinding rumah (tembok) juga perlu kamu perhatikan untuk mencegah berdirinya koloni rayap. Periksalah secara rutin kondisi tembok, jika menemukan retakan, segeralah untuk memperbaiki dengan cara menambalnya. Kamu bisa menggunakan semen putih yang dengan mudah kamu temukan di toko bangunan. Jika tak bisa melakukannya sendiri, mintalah bantuan pada tukang sehingga rumahmu terlindungi dari rayap yang masuk lewat celah.

  1. Jangan Menghubungkan Langsung Tanah dengan Dinding Kayu

Memperhatikan jarak material kayu yang berhubungan langsung dengan tanah juga perlu mendapat perhatian. Sebab kondisi ini sangat rentan sekali kayu akan dilahap oleh rayap. Terlebih jika kayu tersebut tidak diolah dan terlapisi dengan baik, misal terlapisi dengan Biocide atau minyak pelindung Biopolish Natural Oil. Kondisi kayu yang berkontak langsung dengan tanah sangat disukai rayap.

  1. Memanfaatkan Kapur Barus untuk Mengusir Rayap

Kapur barus tidak hanya berguna untuk mencegah bau apak pada pakaian. Ternyata kapur barus bisa digunakan juga untuk mencegah rayap datang secara efektif. Kapur barus memiliki kandungan naftalena yang tidak disukai rayap. Tak hanya rayap, kecoa dan serangga-serangga kecil pun akan mundur mengganggu furniture milikmu. Caranya mudah, letakkan kapur barus di beberapa sudut ruangan dan di sekitar furniture kayu, rayap pun akan menghindari tempat yang sudah kamu beri kapur barus.

Cara Merawat Kursi Kayu dari Rayap dengan Biocide dan Natural Oil

Sebenarnya bahan-bahan alami seperti menggunakan cucian beras bisa dipakai untuk menceah rayap. Sayangnya cara ini kuran efektif dan tidak praktis, cara yang lebih efisien yakni menggunakan bahan kimia terpercaya seperti Biocide dan Biopolish Natural Oil. Di sini akan dibahas salah satu mebel yang terkena rayap, semisal kursi kayu. Membasmi dan mencegah kursi kayu rayapan natural oil, biocide bisa digunakan.

Bahan-bahan yang harus kamu siapkan yakni: (1) Biopolish Natural Oil, (2) Biocide Insecticide, (3) Kain, (4) Semprotan, (5) Air. Langkah-langkah yang bisa kamu lakukan: siapkan Biocide Insecticide kemudian campur dengan air secukupnya. Oleskan pada permukaan kayu atau furniture kursi kayu secaramerata menggunakan kain ataupun semprotan. Tunggu sampai kering dan meresap selama beberapa saat. Setelah itu, oleslah dengan Biopolish Natural Oil secara merata. Cukup mudah bukan?

Merawat kursi kayu rayapan natural oil, biocide ini bisa menjaga kayu atau furniture tetap awet, tajam, natural look, dan terhindar dari hewan-hewan pengganggu seperti rayap, teter, totor, dan lainnya yang merusak kayu. Biocide Insecticide juga bisa diaplikasikan sebelum kayu dibentuk menjadi perabotan mebel tertentu. Biocide Insecticide juga bisa diaplikasikasikan untuk mengawetkan kayu dengan cara meremdamnya di dalam larutan biocide.

Biocide Insecticide merupakan produk biosida yang ramah lingkungan dan aman digunakan pada kayu. Stabilitasnya bisa mencapai hingga 2 tahun dengan pengalplikasian yang mudah. Biocide Insecticide cocok untuk kebutuhan woodworking, bangunan, dan ampuh untuk mengusir berbagai macam serangga, rayap, kutu, kumbang bubuk, dan lain-lain. Biocide Insecticide juga merupakan produk top quality dan best seller di pasaran.

Melindungi mebel dan merawat kursi kayu rayapan natural oil, Biocide Insecticide bisa menjadi pilihan dan bisa kamu beli di distributor-distributor terdekat. Sedangkan Biopolish Natural Oil bisa menjadi pelengkap perawatan yang membuat kayu jadi semakin cerah, estetik, dan terawat.

Continue Reading

Rumah bergaya etnik di Indonesia cenderung menggunakan kayu sebagai material utamanya. Kayu menjadi dasar tak hanya untuk dinding, lantai, dan kerangkanya, tapi juga perabotan-perabotan yang ada di dalamnya. Jika kamu memiliki hunian bertipe etnik ini, memperhatikan pemilihan kayu menjadi faktor yang sangat penting. Pilihlah kayu dasar yang tepat dan berikan treatment finishing yang tepat agar awet dan bertahan hingga bertahun-tahun.

Rumah yang terbuat dari kayu memiliki prestise tersendiri pula di wilayah yang mayoritas rumah terbuat dari tembok (berlapis semen). Nuansa rumah kayu lebih terkesan alami dan homey, bisa menciptakan atmosfer teduhnya tersendiri. Keteduhan untuk mata, jiwa, dan raga di mana tak semua orang bisa membangunnya. Kelebihan ini memang sebanding dengan biaya yang cukup mahal, tak hanya bahan dasar tapi juga perawatan. Merawat rumah kayu membutuhkan perawatan ekstra.

Kecerobohan yang dilakukan pada proses perawatan akan membuat kayu mudah keropos, berwarna kusam dan mudah untuk dihinggapi organisme yang merusak kayu. Jika warna kayu berubah, ini diakibatkan karena poses oksidasi dan biodegradasi. Pelapukan juga akan berjalan lebih cepat pada suhu-suhu tertentu. Tahap perawatan dimulai sejak dalam elemen terkecil kayu. Berikut langkah-langkah yang bisa kamu lakukan untuk merawat rumah yang terbuat dari kayu:

  • Membersihkan Rumah Kayu Secara Rajin

Membersihkan ruangan dengan rajin akan membuat ruangan menjadi sehat, nyaman, rapi, dan enak dilihat. Jika kamu memiliki rumah kayu, bersihkanlah debu dan kotoran yang menempel paling tidak seminggu sehari, dan untuk bagian-bagian kayu tertentu setiap hari. Bagian dinding misalnya, kamu bisa bersihkan dengan lap; juga bagian lantai bisa dibersihkan dengan sapu atau pel yang langsung dikeringkan. Agar tetap awet, rutin pula melapisi permukaan kayu dengan kondisioner seperti Biopilish Linseed Oil untuk lantai setiap beberapa minggu sekali.

  • Menjadwalkan Pelapisan (Coating) Secara Rutin

Bagian luar (eksterior) rumah yang terbuat dari kayu paling rentan dengan cuaca dan kondisi luar. Sebab itu dibutuhkan perawatan secara rutin dengan cara coating (pelapisan). Durasi yang dianjurkan paling tidak sekitar enam bulan sekali. Pilihlah bahan coating kayu yang berkualitas, ramah lingkungan, dan memberikan hasil yang baik pada kayu. Jenisnya pun disesuaikan dengan fungsinya.

  • Melapisi Kayu dengan Material Anti Rayap

Kayu yang bersentuhan langsung dengan tanah atau dekat dengan tanah sangat rentan terserang rayap. Rayap merupakan hewan yang senang memakan zat selulosa pada kayu. Ketika rayap menyerang, maka bentuk kayu jadi berubah bolong-bolong, keropos, dan menimbulkan kerusakan. Tak heran, hewan satu ini menjadi musuh utama kayu. Kamu bisa membasmi rayap dengan tips finishinng simpel atau perwatan natural oil, biocide yang efektif mencegah datangnya rayap.

  • Perhatikan Kebiasaan Kamu di Rumah

Kebiasaan sehari-hari atau aktivitas harian yang sering kamu lakukan di dalam rumah juga berpengaruh pada kondisi rumah kayu. Contohnya ketika kamu hendak memindahkan furniture yang berat, jangan kamu lakukan dengan cara menyeretnya. Atau jangan pula sering menumpahkan air ke lantai yang terbuat dari kayu. Jangan pula secara sembarangan meletakkan benda berbau tajam agar permukaan tak tergores. Jika kamu pecinta tanaman, pastikan tanaman tak menutupi dinding kayu agar tidak lembap dan berjamur.

Perawatan Rumah Kayu dengan Wood Coating

Jangan membiarkan perabotan atau furniture kayu yang ada di dalam rumah etnik milikmu jadi kusam. Kekuasaman bisa terjadi karena faktor umur, juga karena perawatan. Untuk itu, kamu membutuhkan langkah-langkah yang tepat untuk finishing perabotan kayu tersebut jika ingin menjaganya tetap estetik dan cantik. Finishing ini dimulai dari penyiapan kayu hingga melakukan pewarnaan yang sesuai.

Salah satu produk yang bisa digunakan untuk finishing kayu adalah biocide (biosida), untuk memaksimalkan hasil akhir bisa diolesi pula dengan menggunakan Biopolish Natural Oil. Tips finsihing simpel atau perawatan natural oil, biocide bisa diaplikasikan dengan mudah dengan cara-cara berikut ini:

  1. Bersihkan terlebih dahulu permukaan kayu hingga bersih dari noda dan debu, ciri jika kayu bersih adalah terlihat coklat alami. Kemudian sediakan amplas atau kuas untuk membersihkan sisa lapisan kayu atau sisa noda yang masih tertempel pada kayu.
  2. Tips finishing simpel atau perawatan natural oil, biocide dengan cara mencampurkan larutan anti serangga kayu (permethrin) dan larutan anti jamur kayu Biocide Wood Fungicide (methylene bis thiocyanate) sebelum melakukan pengecatan (coating). Fungsi dari pemberian dua larutan ini adalah guna mencegah adanya serangan dari serangga-serangga yang merusak kayu. Dari rayap, teter, totor, dan lain-lain.
  3. Jangan lupa pula untuk menggunakan cat yang telah diformulasikan khusus keperluan finishing kayu (wood coating / wood varnish) yang bisa memberikan perlindungan untuk kayu agar tak teroksidasi, mencegah dari pelapukan, dan agar terhindar dari pembusukan. Kamu juga bisa menambah keawetan kayu dengan mengolesinya dengan Biopolish Natural Oil agar lebih awet.

Tips Simpel Merawat Furniture Kayu

Para designer interior menjadikan kayu sebagai salah satu material favorit untuk rumah. Terlebih kayu secara sumber daya alam banyak tersedia di Indonesia yang beriklim tropis, dan juga banyak ditumbuhi oleh pepohonan. Meskipun dalam perawatannya, kayu lebih menantang untuk dirawat dibanding dengan merawat furniture yang berbahan dasar plastik. Tak hanya dalam merawatnya, tapi juga dalam tahap finishing. Tips finishing simpel atau perawatan natural oil, biocide menjadi pilihan agar furniture kayu tak dihinggapi jamur dan rayap.

Berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan di rumah untuk merawat kayu secara simpel. Tips berikut memang sederhana, tapi jika dilakukan akan menambah ketahanan furniture kayu:

  • Memberikan alas kaki pada furniture menjadi tips yang jarang dilakukan bagi para pemilik furniture. Alas kaki ini sebenarnya telah banyak tersedia di pasaran. Harganya pun relatif murah pula. Fungsi alas ini untuk melindungi kontak langsung antara furniture dan lantasi yang biasanya lembap. Fungsi kedua untuk mencegah adanya noda gesekan pada lantai.
  • Ketika kamu hendak mengangkat furniture, pastikan tekniknya dilakukan dengan cara mengangkatnya dan tidak menyeretnya. Kamu bisa meminta bantuan pada anggota keluarga jika furniture terlalu berat. Pengangkatan ini berfungsi agar sambungan pada furniture tak berubah letaknya (melengse), bagian bawah furniture juga tak terkikis, dan untuk melindungi lantai.
  • Membersihkan furniture dengan cairan pembersih dan perawatan kayu secara rutin. Terlebih ketika furniture sering terkena panas dan tetesan air. Gunakanlah produk-produk yang ramah lingkungan, atau produk yang tak mengandung bahan kimia yang keras dan merusak permukaan kayu. Produk-produk Biopolish bisa menjadi pilihan untuk menjaga material kayu tetap mengkilat. Untuk furniture kayu interior dan eksterior, kamu bisa menggunakan Biopolish Linseed Oil atau Biopolish Natural Oil.

Tips tersebut cukup mudah untuk diaplikasikan kan? Kamu bisa mempraktikannya di rumah, semangat bersih-bersih dan merawat!

Continue Reading
talenan kayu

Talenan Kayu. Foto diambil dari https://sajiansedap.grid.id/

Talenan biasa kita temukan di dapur. Alat satu ini difungsikan sebagai tatakan untuk memotong bahan-bahan yang akan dimasak. Entah itu bumbu-bumbu dapur, sayuran, sosis, dan lain-lain. Benda serba guna satu ini juga berfungsi sebagai landasan untuk mencincang daging-daging yang akan dimasak menjadi makanan yang lezat. Pada umumnya, talenan dibuat dari berbagai bahan dasar, dari plastik, marmer, baja, kaca hingga kayu. Meski lebih sering ditemui di pasaran, macam-macam talenan dari bahan kayu pinus, kayu jati, kayu mahoni juga tersedia.

Talenan dari bahan kayu memang menjadi tatakan potong yang favorit dikarenakan beberapa faktor. Selain karena lebih alami, talenan kayu tidak merusak pisau sebagaimana talenan yang terbuat dari logam seperti baja, atau kaca. Talenan dari plastik yang terbuat dari nilon dan korian juga berbahaya ketika bahan kimianya ikut bercampur pada bahan-bahan makanan yang akan kamu masak. Talenan kayu juga lebih awet jika dirawat dengan perawatan yang benar.

Macam-macam talenan dari bahan kayu pinus, kayu jati, kayu mahoni merupakan jenis talenan yang sudah tersedia di pasaran yang memiliki kelemahan dan kelebihannya tersendiri. Selain telanan berjenis tersebut, ada pula jenis talenan lain seperti:

  • Talenan Bambu: Talenan jenis ini memiliki kelebihan terasa lebih ringan karena sifat bambu yang juga ringan. Selain itu talenan bambu teruji tidak gampang menyerap air sehingga untuk mengeringkannya lebih mudah. Meski begitu, talenan bambu yang juga memiliki permukaan yang secara mikro keras (tajam), membuat pisau jadi lebih cepat tumpul.
  • Talenan Kaca: Ketika bahan makanan yang hendak kamu potong memiliki kadar lemak atau minyak yang tinggi, talenan kaca bisa menjadi pilihan yang cocok karena sanngat mudah untuk dibersihkan. Talenan kaca juga tidak mudah keropos, tak berbau, tak gampang kena noda, dan lain-lainnya. Sayangnya talenan kaca sangat tidak direkomendasikan karena sifatnya yang licin jika tidak berhati-hati akan bisa membuat cedera penggunanya.
  • Talenan Plastik: Berbagai produk yang terbuat dari plastik memiliki keunggulannya tersendiri. Yakni lebih ringan dan memiliki banyak pilihan warna serta bentuk yang menarik mata. Sifat plastik yang tak berpori pada permukaannya membuat talenan satu ini sangat mudah untuk dibersihkan, cukup hanya dengan mengelapnya. Sebab sifatnya yang ringan, talenan plastik ketika digunakan sangat mudah bergeser, terlebih ketika yang kamu potong daging. Kelemahan lainnya, memiliki risiko serpihan plastik jadi tercampur dengan makanan.
  • Talenan Kayu: Jenis tatakan satu ini paling sering ditemui di dapur. Sifatnya pun keras dan terbuat dari berbagai jenis kayu, macam-macam talenan dari bahan kayu pinus, kayu jati, kayu mahoni cenderung memiliki sifat kokoh. Selain jenis kayu tersebut, ada pula kayu jenis trembesi, asam, sonokeling, angsana, dan jati belanda yang juga mudah dibentuk untuk dijadikan bahan talenan. Kelemahan dari jenis talenan kayu adalah memiliki pori yang ketika digunakan harus segera dibersihkan dan dikeringkan. Jika tidak akan terserap ke substrat dalam kayu dan berpotensi menimbulkan jamur.

Untuk bahasan berikutnya akan dijelaskan mengenai macam-macam talenan dari bahan kayu pinus, kayu jati, kayu mahoni.

Talenan Kayu Pinus

Talenan berjenis kayu  pinus memiliki bentuk dan warna yang artistik. Warnanaya pun biasanya putih bersih, beberapa produk juga dibuat dengan home made, misal berukuran antara panjang 28 cm, lebar 18 cm, dan tebal 1,5 cm. Talenan jenis kayu pinus bisa giunakan untuk memotong bahan, penyajian makan, hingga kebutuhan kesenian seperti dekorasi dapur, media lukis, dan fotorafi. Tak heran jika talenan yang terbuat dari kayu pinus ini memiliki nilai seni yang lebih.

Kelebihan lain yang dimiliki oleh talenan kayu pinus adalah talenen ini mempunyai daya tahan yang tinggi pada serangan serangga-serangga dan jamur, tak mudah mengalami pembusuhkan, permukaan juga halus sehingga nyaman ketika tersentuh tangan, pori-porinya rapat, dan memiliki goresan artisitik yang berasal dari lingkar tahun pohon membuat talenan kayu pinus jadi terlihat lebih indah.

Macam-macam talenan dari bahan kayu pinus, kayu jati, kayu  mahoni bisa dirawat secara rutin menggunakan Biopolish Beeswax. Produk ini merupakan produk yang terbuat dari bahan-bahan natural dan aman digunakan untuk perawatan furniture food grade dan kitchen ware. Seperti untuk perawatan talenan kayu, mangkok kayu, serta sendok kayu. Biopolish Beeswax terbuat dari bahan alami sarang lebah yang tidak menimbulkan dampak berbahaya bagi kesehatan.

Talenan Kayu Jati

Talenan yang tebuat dari kayu jati memang sudah terbukti menjadi tatakan yang kokoh dan kuat untuk memotong bahan-bahan makanan dan bumbu masak. Talenan kayu jati membuat aktivitas memasak jadi tambah lebih mudah. Semisal dengan ukuran talenan seperti panjang 44 cm, lebar 33  cm, dan tinggi 2 cm, bagi kamu para manusia yang hobi memasak, kegiatan mengiris bumbu, buah, sayur jadi lebih leluasa.

Selain kegiatan mengiris, kegiatan memotong ayam utuh juga bisa dilakukan tanpa gangguan karena medianya yang cukup lebar. Berfungsi pula untuk tempat adonan roti dan juga media sajian makanan, minuman yang bisa dibuat secara custom. Talenan jenis kayu biasanya juga dilapisi dengan finishing food safe wood seperti produk-produk dari Biopolish yang ramah lingkungan dan dan aman untuk digunakan, serta mudah untuk diaplikasikan.

Biopolish Beeswax merupakan produk pemoles talenan yang berifat alami, dan aman digunakan karena telah bersertifikat Food and Drugs Administration (FDA). Produk ini dibuat secara khusus untuk perabotan makanan berbahan kayu dan produk perawatan ang membuat talenan kayu jati jadi tambah cerah, tak mudah retak, higienis, dan awet. Biopolish Beeswax juga melindungi kitchen ware dari paparan cuaca yang terlalu lembap sehingga membuatnya lebih terlindungi.

Talenan Kayu Mahoni

Talenan kayu mahoni memiliki banyak kelebihan pula. Seperti serat kayunya yang elegan dan eksotis cocok digunakan untuk souvenurm tempat saji, hingga dekorasi rumah. Talenan kayu mahoni juga tidak muda memimbulkan kamur kayu yang biasa menyerang pada kayu. Di pasaran, talenan kayu mahoni semisal bisa kamu temukan dengan ukuran panjang 34 cm, lebar 24 cm, dan tebal 1,5 cm.

Ini didukung dengan standar finishing dan pewarnaan khusus yang membuat talenan kayu mahoni terlihat natural dan menciptakan kesan hangat. Seperti pengolesan dengan Biopilish Beeswax yang cocok untuk macam-macam talenan dari bahan kayu pinus, kayu jati, kayu mahoni. Biopolish Beeswax diformulasikan untuk keperluan finsihing dan perawatan kayu yang bersinggungan dengan makanan.

Biopolish Beeswax juga mudah untuk diaplikasikan. Dari persiapan dengan memastikan permukaan furniture atau talenan kering dan bersih sehingga mudah untuk dipoles. Kemudian untuk menambah permukaan jadi semakin halus, bisa dilakukan proses pengampelasan, baru kemudian Biopilish Beeswax bisa menjadi salah satu bahan yang cocok untuk membuat talenan kayu mahoni jadi semakin tambah cerah dan terawat.

perawatan alat makan dengan biopolish beeswax

Perawatan Alat Makan dengan Biopolish Beeswax

Continue Reading
talenan kayu

Talenan Kayu. Foto diambil dari https://sajiansedap.grid.id/

Talenan yang diketahui orang umum lebih pada difungsikan untuk keperluan mengiris, memotong, dan mencincang bahan makanan. Ada fungsi lain yang belum banyak dieksplorasi, yaitu talenan sebagai produk seni dan estetika. Khususnya digunakan untuk dekorasi, souvernir, dan karya seni. Bahannya pun bermacam-macam, dari kayu jati hingga balok karet (gutta-percha) seperti pada talenan Tjipetir  yang diteliti oleh Tracey Williams.

Menurut Kamus Jawa yang dianggit oleh WJS Poerwadarminta (1939), disebutkan “talenan yaiku kayu (dhingklik) landhesan iris-iris” (talenan adalah kayu (alas) tatakan untuk mengiris). Alat ini menjadi andalan bagi para koki yang umumnya berbentuk peregi, ada pegangan di bagian ujung, dengan ukuran (panjang, lebar, tinggi) sesuai dengan kebutuhan. Talenan memiliki harga yang bervariasi dari yang murah hingga yang mahal. Tanpa alat satu ini koki akan kelabakan ketika hendak melakukan perajangan.

Talenan telah hadir sejak berabad-abad yang lalu di berbagai peradaban di berbagai belahan dunia. Talenan menjadi salah satu barang yang paling sering digunakan untuk manusia dalam rumah tangga. Sejarah talenan berasal dari evolusi penciptaan mesin uap dan listrik. Potongan kayu yang menjadi cikal bakal talenan banyak ditemukan saat penggergajian kayu. Potongan kayu ini kemudian dimodifikasi dan digunakan di berbagai dapur, manusia pun membuatnya dari material-material yang berbeda. Tak hanya dari kayu tapi juga plastik.

Mengenal talenan dari kayu jati dengan baik juga bisa memiliki nilai ekonomi yang tinggi ketika hendak ditekuni secara serius di dunia bisnis. Sebagaimana bisnis yang telah dijalankan oleh Leda Azzadinas Haque (26) dan Ledy Fitra Ramadhani (22) kakak-beradik yang berasal dari Probolinggo, duo kreatif yang bisa menjual talenan kayu dengan harga berkali-kali lipat. Mereka mengubah talenan yang biasa-biasa saja menjadi talenan yang mempunyai nilai jugal tinggi dengan seni.

Kesuksesan ini sebenarnya berasal dari ide sederhana, ketika talenan diberi lukisan unik kemudian diunggah ke media sosial. Dari media sosial tersebut, ternyata banyak yang memesan. Talenan yang memiliki harga asli Rp 10 ribu semisal, bisa didongkrak nilainya menjadi tujuh kali lipat. Dalam sehari pun mereka bisa menyelesaikan 12 unit talenan. Pemesan berasal dari berabgai daerah seperti Jakarta, Kalimantan, hingga Riau.

Karakter Talenan Kayu Jati

Talenan memiliki kegunaan utama untuk mengiris bahan makanan memang, nyaris digunakan setiap hari oleh para ibu-ibu sehingga ketika hendak membelinya, pastikan talenan terebut kuat, awet, dan kokoh. Penting pula untuk memilih jenis talenan yang tak gampang ngetulke (menumpulkan) pisau. Salah satunya adalah talenan kayu jati, mengenal talenan dari kayu jati sangat bermanfaat karena jenis telanan inilah yang umum digunakan oleh para ibu di Indonesia. Talenan jati tak hanya ekonomis, tapi juga mudah dicari di pasar.

Tak salah, perabotan satu ini menjadi benda setia yang ada di dapur. Bahkan menurut penelitian yang dilakukan oleh ahli mikrobiologi dari Food Research Institute, Universitas Wisconsin membuktikan, kayu mempunyai kemampuan untuk membunuh bakteri. Dalam waktu tiga menit, bakteri bisa mengering, meskipun karena permukaannya yang berpori bakteri juga bisa menyerap ke dalamnya. Pori-pori ini bisa mengundang serangan binatang mikro yang tak baik untuk kesehatan. Mengenal talenan dari kayu jati juga mengenal sifat porinya juga.

Hal yang harus disadari oleh para pengguna talenan kayu adalah ketika talenan usai digunakan untuk memotong, mengiris, dan mencincang daging, sebaiknya tidak digunakan pula untuk mengiris bahan makanan lain seperti buah atau bumbu agar bakteri tidak menempel. Sebab ada kemungkinan bakteri yang berasal dari daging dan menempel pada talenan bisa mencemari bahan makanan lain. Jika kamu memilikinya hanya satu, cucilah dengan bersih terlebih dahulu agar kotorannya luntur dan bakterinya juga hilang. Jangan sampai bakteri pada daging pindah ke sayuran atau buah ya!

Selain itu, talenan kayu jati bersifat kuat dan tahan lama. Minyak alami yang terkandung dalam lapisan kayu jati membuat furniture dari kayu jati tahan air. Massanya yang berat juga membuat talenan kayu jati tidak mudah bergeser ketika digunakan, juga tidak akan bergetar semisal terlalu keras dalam mencincang. Selain itu, karakter serat kayu jati yang khas membuatnya tampak menawan dan cocok untuk estetika di meja makan.

Cara Merawat Talenan Kayu Jati

perawatan alat makan dengan biopolish beeswax

Perawatan Alat Makan dengan Biopolish Beeswax

Talenan kayu jati membutuhkan perawatan yang rutin agar tetap awet. Karakter talenan dari kayu jati pula yakni mudah kotor serta meninggalkan bekas potongan pisau di permukaan. Jika talenan digunakan dalam waktu yang lama, akan mengalami perubahan warna jadi terlihat kusam. Bahkan menurut penyelidikan yang dilakukan oleh The Public Health Malaysia mengatakan, talenan yang lama, berubah warna, dan tak dibersihkan dengan benar menjadi ladang bakteri.

Talenan kotor seperti itu bahkan lebih kotor dibanding toilet. Menurut riset tersebut, bakteri yang ada di toilet bisa mencapai 200 kali lebih banyak dibanding noda bakteri yang ada pada toilet. Sebab kurang lebih 1 cm persegi noda pada talenan terdapat sekitar 24 ribu bakteri. Sebab itu, ketika talenanmu telah berusia lama dan dari penampilannya tidak layak lagi, ada baiknya kamu segera untuk menggantinya dan membeli talenan yang baru.

Fakta lain, goresan yang diakibatkan pisau juga mengandung jamur yang sering diabaikan. Dalam tingkat yang parah, talenan berjamur bisa menjadi penyebab keracunan makan dan menyebabkan muntah, diare, hingga sakit perut. Bakteri yang menyebabkan penyakit-penyakit ini seperti Salmonella, E. Coli, dan spesies bakteri lainnya.

Untuk mencegah hal ini terjadi, selain mengenal talenan dari kayu jati beserta karakternya, kamu juga perlu merawat talenan dengan produk perawatan kitchen ware yang aman dan ramah lingkungan. Salah satu produk tersebut adalah Biopolish Beeswax. Bakteri yang menumpuk bisa dikurangi dengan signifikan ketika dirawat dengan produk satu ini secara rutin. Berikut cara perawatan talenan kayu jati menggunakan Biopolish Beeswax:

  1. Siapkan talenan dari kayu jati yang hendak dipoles menggunakan Biopolish Beeswax. Pastikan talenan tersebut kering dan dalam keadaan bersih.
  2. Siapkan kain bersih untuk mengoleskan Biopolish Beeswax secara merata ke permukaan talenan.
  3. Tunggu hingga beberapa menit agar Biopolish Beeswax menyerap dengan maksimal ke substrat dalam kayu talenan.
  4. Gosok kembali menggunakan kain sampai warnanya terlihat bersih, tidak lengket, dan warnanya lebih tajam. Ulangi cara ini jika dirasa masih kusam.

Biopolish Beeswax merupakan salah satu produk perawatan kayu yang terbuat dari bahan alami lilin lebah (beeswax) yang aman dan ramah lingkungan. Biopolish Beeswax bersifat anti air, tidak berbau, dan akan membuat talenan kayu jati jadi tambah eksotis. Biopolish Beeswax juga memberi perawatan dan perlindungan maksimal yang bisa digunakan untuk merawat furniture food grade yang berhubungan langsung dengan makanan. Sebagaimana mengenal talenan dari kayu jati yang terkontaminasi langsung dengan bahan makanan ketika digunakan.

Continue Reading
perawatan alat makan kayu dengan biopolish beeswax

perawatan alat makan kayu dengan biopolish beeswax

Di dapur, salah satu kitchen ware yang penting dan bersifat esensial adalah cutting board atau talenan. Alat satu ini memiliki berbagai fungsi yang digunakan untuk memotong buah, bumbu, sayur, daging, dan lain sebagainya. Juga sebagai alat yang digunakan untuk membuat meja dapur jadi tetap bersih, terlindung dari sayatan pisau, dan membuat dapur jadi lebih higinies. Talenan berguna pula untuk membuat mata pisau jadi tetap tajam untuk memotong.

Bayangkan tak ada talenan ketika kamu hendak memotong, tentu akan lebih repot bukan? Talenan sendiri mempunyai berbagai jenis berdasarkan ukuran, bentuk, material, hingga warnanya. Salah satu jenis material yang umum digunakan adalah berbahan kayu, khususnya kayu jati. Dari bentuk hingga cara finishing talenan dari kayu jati memiliki tekniknya tersendiri. Talenan kayu jati merupakan salah satu koleksi yang bisa membuat pisau jadi tak mudah rusak dan tumpul.

Ketika hendak membeli talenan alangkah baiknnya kamu mempertimbangkan terlebih dahulu seberapa sering kamu memakai talenan? Apakah kamu tipe orang yang suka memasak dengan metode mengiris dan memotong? Atau apakah kamu tipe orang yang suka menyajikan makanan di atas talenan atau tidak? Profesional ada yang menyarankan setidaknya kamu memiliki setidaknya tiga talenan:  talenan kecil khusus untuk bumbu, talenan sedang khusus untuk sayur, hingga talenan besar khusus untuk daging atau buah.

Jangan salah, untuk restoran tertentu jumlah talenan bisa mencapai enam buah yang dibedakan fungsinya berdasarkan warna. Semisal untuk talenan warna putih bisanya digunakan untuk memotong roti, keju, serta produk fermentasi susu. Talenan warna kuning untuk memotong daging ternak. Talenan biru untuk bahan makanan seafood. Talenan warna hijau khusus untuk memotong buah dan sayur. Talenan warna cokelat untuk daging yang sudah dimasak. Dan talenan warna merah untuk memotong daging merah yang masih mentah.

Bahan dasar untuk membuat talenan dipilih dengan berbagai faktor. Seperti material yang digunakan adalah material yang kuat, kokoh, tidak rapuh, tidak kasar, ringan, hingga mudah dibersihkan. Faktor lainnya yaitu tidak membahayakan diri dan kesehatan ketika talenan tersebut digunakan untuk memotong, memilah, mencincang, dan mengiris bahan makanan.

Kelebihan Talenan Kayu Jati

Talenan kayu jati memiliki kelebihannya tersendiri jika dibandingkan dengan talenan berjenis lain, seperti dari kayu pinus, jati belanda, mahoni, atau lainnya. Berikut ini adalah kelebihan yang bisa kamu dapat ketika menggunakan talenan jenis kayu sebagai kitchen ware favoritmu:

  • Talenan kayu jati ketika terkena goresan kecil bisa menutup dengan sendirinya. Ini merupakan kemampuan alami dalam hal menyembuhkan diri yang ada pada kayu jati.
  • Talenan kayu tidak mudah membuat mata pisau jadi tumpul. Kayu jati memiliki pori-pori yang kecil dan cocok untuk mata pisau.
  • Karena memiliki kepadatan yang rapat, talenan ini lebih kuat dan kokoh ketika digunakan untuk mencincang bahan makanan berukuran besar
  • Ramah lingkungan, karena tidak mengandung bahan kimia yang tidak baik untuk kesehatan. Cocok untuk diunakan di dapur dan meja makan.

Kelemahan Talenan Kayu Jati

Kayu jati memang menjadi bahan primadona yang digunakan untuk membuat talenan. Meski begitu, talenan kayu jati juga memiliki kelemahannya tersendiri. Jika cara finishing talenan dari kayu jati tidak tepat juga membuat talenan berjenis ini jadi tidak awet. Berikut adalah kelemahan-kelemahan yang ada pada kayu jati:

  • Memiliki massa jenis yang lebih berat dan warna yang tersedia tidak beragam, berbeda dengan talenan plastik yang bisa memiliki berbagai macam jenis warna yang menarik mata.
  • Perawatan yang sedikit lebih repot karena harus sering dibersihkan dengan segera sampai kering. Talenan kayu juga dibersihkan dengan cara manual, tidak bisa menggunakan mesin cuci piring. Kamu juga bisa memanfaatkan baking soda dan air hangat jika ingin membersihkannya secara menyeluruh.
  • Cutting board oil seperti Biopolish Beeswax bisa menjadi andalan yang tepat untuk merawat dan melindungi talenan kayu jati dari kotoran. Kamu bisa melapisi talenan kayu jati menggunakan Biopolish Beeswax secara turin untuk menjaganya tetap awet.

Finishing Talenan Kayu Jati

perawatan alat makan dengan biopolish beeswax

perawatan alat makan dengan biopolish beeswax

Dalam proses membuat talenan kayu jating, proses finsihing berperan penting untuk mencapai keawetan talenan. Cara finishing talenan dari kayu jati yang tepat dimaksudkan untuk menjaga kontaminasi bakteri yang ditimbulkan oleh air, bahan mentah, dan material tanaman yang mudah berkembang biak. Juga untuk menjauhkan kontaminasi bakteri dengan pisau sehingga kehiginisannya akan tetap terjaga. Jangan ragu untuk memberikan perawatan menggunakan produk yang berkualitas, khususnya furniture food care dari Biopolish.

Produk Biopolish yang bisa kamu gunakan adalah Biopolish Beeswax aman untuk diaplikasikan pada kitchen ware berbahan dasar kayu. Dengan melapisi talenan kayu jati menggunakan coating food grade, Biopolish Natural Oil, yang telah terbukti aman dan memenuhi standar FDA America berkualitas ekspor, akan membuat talenan jadi tambah lebih awet. Khususnya jika talenan ini difungsikan untuk display minuman, makanan, atau fungsi estetik untuk fotografi dan dekorasi.

Biopolish Beeswax juga mudah untuk diaplikasikan. Sangat praktis dan memberi perawatan pada talenan menjadi lebih cantik, eksotis, tahan air, dan higinis. Berikut cara finishing talenan dari kayu jati menggunakan Biopolish Beeswax:

  1. Pertama-tama bersihkan terlebih dahulu talenan kayu jati dari berbagai debu serta kotoran yang melekat pada talenan menggunakan lap, kuas, atau alat pembersih yang cocok.
  2. Siapkan Biopolish Beeswax, kemudian oleskan memakai kain atau kuas hingga merata.
  3. Tunggu beberapa saat hingga kandungan alami vegetable oil Biopolish Beeswax meresap ke dalam subtrat talenan kayu jati.
  4. Setelah meresap gosok kembali hingga bersih. Kamu bisa mengulanginya jika dirasa perlu.

Cara finishing talenan dari kayu jati di atas juga akan melindungi talenan dari jamur dan menjadikan warnanya tidak kusam. Ketika talenan tidak dilapisi dengan produk perawatan kayu, akan mudah mengalami pelapukan dan warnanya jadi tak bagus lagi. Pori-pori talenan kayu jati juga akan lebih terjaga dengan diolesi menggunakan Biopolish Beeswax. Ketika pori-porinya terjaga, makan organisme pengganggu dan jamur jadi ogah untuk menganggu talenan yang biasa kamu gunakan untuk memasak.

Selain dengan mengolesinya menggunakan Biopolish Beeswax, hal-hal lain untuk menjaga agar talenan kayu jati jadi tetap sehat adalah dengan rutin membersihkan, mengeringkan, hingga menyimpannya dengan benar. Jangan sampai sudah kering dan bersih, tapi menyimpannya di tempat yang gelap, tertutup, dan lembap. Ini akan membuat jamur jadi mudah menempel. Cara finishing talenan dari kayu jati juga akan tak optimal jika kamu letakkan di rak yang lembap.

Jangan biasakan pula merendam talenan kayu jati ke dalam air karena bisa merusak strukturnya. Setelah kamu selesai memakai talenan kayu, segeralah cuci dengan air hangat atau air yang mengalir dan keringkan saat itu juga. Kemudian simpan di rak yang kering dengan suhu normal.

Continue Reading
perawatan alat makan kayu dengan biopolish beeswax

perawatan alat makan kayu dengan biopolish beeswax

Talenan bisa terbuat dari berbagai macam material. Material yang paling sering digunakan adalah kayu, salah satunya kayu mahoni.  Salah satu kayu terbaik yang biasa digunaakan untuk membuat berbagai macam furniture besar maupun kecil. Kayu mahoni sendiri merupakan jenis kayu asli Indonesia yang mempunyai warna cokelat terang, cokelat muda, dan eksotis. Tingkat kewetan yang dimiliki oleh kayu mahoni kelas satu, sedangkan level kekuatannya kelas 2.

Jangan salah, popularitas kayu mahoni tak kalah lho dengan kayu jati. Sebagaimana kayu jati, kayu mahoni memiliki ukuran diameter yang besar dengan kelebihan masa panen yang lebih cepat (berusia sekitar 10 tahun untuk material mebel). Kayu yang dihasilkan dari pohon mahoni ini mempunyai sifat berwarna merah tua pucat sedangkan di bagian tepi berwarna putih. Sebab serat yang dimilikinya terpadu dan lurus, pemotongan kayu mudah pula dilakukan. Pori-pori kayu mahoni juga sangat kecil sehingga teksturnya pun halus.

Mengenal talenan dari kayu mahoni berarti mengetahui kelebihan-kelebihan yang dimilikinya. Jika diproses dengan benar talenan yang terbuat dari kayu mahoni mempunyai daya tahan yang tinggi terhadap gangguan serangga pengganggu, pembusukan, serta jamur-jamur. Talenan kayu mahoni memliki permukaan yang halus pula sehingga ketika kamu gunakan untuk memotong atau mengiris, tidak melukai tangan atau kulit. Talenen kayu mahoni juga memiliki pori-pori yang rapat, ini membuat bekas yang tertempel akibat tajam pisau bisa diminimalisir.

Pohon mahoni hidup di lingkungan tropis, khususnya di Jawa. Kayu mahoni sering digunakan sebagai pengganti kayu jati dengan harga yang lebih terjangkau, dengan efek yang sama terlihat mewah. Tak heran kayu mahoni dijadikan pula sebagai bahan dasar pembuatan talenan. Talenan dari kayu mahoni bisa bertahan hingga beberapa tahun, meski ada ahli yang merekomendasikan untuk mengganti talenan secara rutin paling tidak tiga tahun sekali. Namun jika intenstitas menggunakan talenan kayu sangat sering, harap menggantinya satu tahun sekali.

Kelemahan dan Kelebihan Talenan Kayu Mahoni

Kepopuleran kayu mahoni tak terlepas pula karena kelebihannya yang memiliki serat halus dan menawan. Apalagi ketika kayu mahoni dilakukan coating (pelapisan) menggunakan cat warna kayu yang natural. Bahkan ketika diaplisi menggunakan cat duco, kayu mahoni tidak memunculkan noda-noda berwarna kuning yang biasanya muncul pada kayu jati. Ini disebabkan karena kandungan minyak kayu mahoni rendah.

Meski begitu, kayu mahoni memiliki kelemahan pula yakni mudah diserang dengan hama bahkan sejak dalam kondisi mentah. Makanya kayu mahoni penyimpanannya sangat diperhatikan agar tak mudah digerogoti serangan hewan sehingga permukaannya bolong-bolong. Kayu mahoni juga tidak cocok untuk furniture eksterior yang peka terhadap cuaca dan hama. Namun, hal ini bisa diatasi dengan penggunaan obat kayu agar lebih awet dan kuat. Atau kayu mahoni mengalami proses pengopenan yang optimal.

Kelemahan lain yang dimiliki oleh kayu mahoni, berbagai tahapan yang panjang dibutuhkan untuk menjaga kualitas kayu jadi baik. Kayu yang berasal dari pohon bernama latin Swietenia mahagoni ini lumayan “manja” juga karena jika tidak diproses dengan benar, rentan terhadap cuaca dan kondisi dari luar. Itu kenapa, kebanyakan para pembuat furniture lebih suka memanfaatkan kayu mahoni untuk membuat furniture di dalam ruangan, seperti kabinet, meja TV, tempat tidur, dan lemari pakaian.

Beralih ke talenan dari kayu mahoni, membiarkan warna kayu mahoni sesuai aslinya pun tak masalah karena warna dasarnya memang sudah estetik. Talenan dari kayu mahoni bersifat tidak gampang susut, tidak gampang berubah bentuk, sehingga stabil. Mengenal talenan dari kayu mahoni yang berasal dari pohon mahoni ini memang mudah untuk diberntuk menjadi menarik dan berseni tinggi.

Talenan berbahan dasar kayu mahoni, tidak hanya berfungsi sebagai tempat mengiris saja, tetapi juga untuk tempat sajian ketika dihidangkan menjadi lebih intagramable. Apalagi jika melihat zaman sekarang ini, beberapa restoran tertentu menjadikan talenan sebagai tempat sajian mereka sehingga terlihat tidak biasa sebagaimana jika diletakkan di atas piring. Ini didukung pula dengan berbagai bentuk talenan dari kayu mahoni yang cantik.

Perawatan Agar Talenan Kayu Mahoni Awet

perawatan alat makan dengan biopolish beeswax

perawatan alat makan dengan biopolish beeswax

Ada cara sederhana dan alami yang bisa kamu lakukan untuk membersihkan talenan adalah dengan menggunakan garam dan baking soda. Caranya cukup muda, pertama-tama keringkanlah talenan terlebih dahulu. Lalu taburkan baking soda atau garam secara merata (menyeluruh) ke permukaan talenan. Gosok secara bersih, kamu bisa menggunakan kasa, busa cuci, atau kain untuk membersihkannya. Kemudian siramlah permukaan menggunakan air panas sampai bersih. Keringkan. Hal-hal sederhana lain yang bisa kamu lakukan yaitu:

  1. Secara rutin membersihkan talenan menggunakan lap, apalagi ketika talenan jarang digunakan
  2. Kamu juga bisa menggunakan kuas untuk membersihkan bagian pegangan talenan yang susah dijangkau dengan lap
  3. Tidak meletakkan talenan mahoni di tempat yang gelap, tertutup, dan lembap untuk mencegah datangnya jamur
  4. Melakukan pemolesan talenan mahoni secara teratur agar penampilannya tetap bagus, bersih, dan terawat
  5. Ketika kondisi talenan sudah tak terawat, berubah warna, dan tak layak lagi, segeralah menggantinya
  6. Segera bersihkan usai digunakan hingga kering, jangan merendam telanan kayu ke dalam air terlalu lama karena bisa berisiko ditumbuhi jamur dan memunculkan bakteri

Talenan kayu mahoni memiliki nilai artistik yang khas pula dari lingkar tahun pohon. Warnanya yang mencolok membuat talenan kayu mahoni tak perlu banyak membutuhkan polesan tambahan. Jika kamu ingin melindungi, merawat, dan mempertahankan  karakteristik kayu mahoni yang tajam, kamu bisa menggunakan Biopolish Beeswax. Bahan ini akan mendongkrak tampilan asli talenan dari kayu mahoni. Pengaplikasiannya pun mudah dengan cara dioles.

Perawatan agar talenan dari kayu mahoni jadi awet adalah dengan menggunakan poles kayu (wax kayu) yang terbuat dari bahan alami. Ini dikarenakan pula sifat kayu mahoni yang rentan ketika bersinggungan dengan bahan kimia yang tak cocok. Mengenal talenan dari kayu mahoni mengenali pula metode perawatannya menggunakan Biopolish Beeswax. Cara pengaplikasiannya adalah sebagai berikut:

  1. Pastikan talenan dari kayu mahoni yang akan kamu olesi dengan Biopolish Beeswax bersih dan kering.
  2. Siapkan kain bersih, ambil Biopolish Beeswax, dan oleskan pada permukaan talenan kayu mahoni secara merata.
  3. Tunggu hingga beberapa saat sampai formulasi ramuan Biopolish Beeswax meresap ke dalam substrat talenan kayu mahoni.
  4. Gosok kembali permukaan talenan kayu mahoni hingga bersih dan tidak lengket. Ulangi pengolesan jika dibutuhkan.
  5. Perawatan ini bisa kamu lakukan secara rutin

Biopolish Beeswax merupakan produk perawatan talenan dari kayu mahoni yang aman untuk perlindungan material kitchen ware yang berhubungan dengan makanan dan minuman.  Biopolish Beeswax bisa diaplikasikan secara langsung pada talenan kayu, piring kayu, dan mangkuk kayu. Pengaplikasian Biopolish Beeswax akan membuat talenan dari kayu mahoni jadi tambah cerah, terlindung dari mikroorganisme berbahaya, bersih, dan higienis.

Continue Reading