Biopolish

Jenis Finishing Kayu yang Paling Sering Digunakan

Proses pengolahan kayu dimulai dari penebangan, pemotongan, perakitan, hingga tahap finishing. Meskipun bentuk ukiran dan rakitan furniture kayu sudah sangat rapi, keindahannya tidak akan terpancar tanpa proses finishing. Finishing memiliki dua fungsi ganda, yaitu sebagai lapisan pelindung sekaligus memperindah tampilan kayu.

Berdasarkan dua fungsi tersebut, munculah berbagai macam jenis finishing kayu. Perbedaannya terletak pada tampilan yang dihasilkan serta tingkat ketahanan. Di bawah ini adalah sebelas jenis finishing kayu yang umum dipakai.

1. Pernis

Pernis adalah andalan bahan cair yang ketika diaplikasikan akan membentuk lapisan kering, keras, dan merekat pada permukaan kayu. Jenis pernis transparan (clear varnish) banyak dipilih karena tidak mengubah warna, corak serat alami tetap terlihat jelas dengan perlindungan yang kuat.

Baca Juga : Cara Finishing Kayu Natural Tanpa Coating Warna Tetap Asli

Pernis berfungsi memberi kilap sekaligus melindungi dari paparan cuaca. Dibanding bahan finishing lain seperti melamin, penggunaan pernis dinilai jauh lebih murah.

2. Lacquer

Lacquer termasuk bahan finishing berbasis pelarut yang mana pengeringannya melalui proses penguapan. Setelah pelarut menguap maka akan terbentuk lapisan yang keras. Keunggulan dari jenis finishing ini yaitu pengeringan relatif cepat dan menghasilkan tingkat kilap yang cukup tinggi.

3. Natural Oil

Natural oil adalah bahan finishing yang alami tanpa penambahan zat kimia. Terbuat dari minyak alami yang tidak berbau menyengat sehingga lebih aman bagi kesehatan serta lingkungan.

Kelebihan lainnya yaitu tidak membentuk lapisan film yang keras.  Justru bahan ini terserap ke dalam serat kayu, tampak indah natural. Meski tanpa lapisan film, namun natural oil tetap memberi perlindungan yang kuat dari dalam. Perlindungan yang paling menonjol yaitu efek water repellent yang mana air tidak akan menembus permukaan kayu, tetapi justru membentuk buliran.

Biopolish Biopaint adalah bahan finishing natural oil yang direkomendasikan karena sudah berstandar FDA. Sehingga aman untuk pelapisan meja kayu dan furniture anak.

4. Wood Stain

Wood stain adalah pelapis kayu yang memberi warna natural tanpa menutup pola serat. Terdapat berbagai pilihan warna natural seperti warna walnut, brown, teak, sonokeling, dan lainnya. Bahan ini dibagi menjadi dua jenis yaitu water based dan solvent based. Untuk pilihan yang lebih aman minim bau menyengat maka pilih jenis water based.

5. Shellac

Shellac berasal dari resin yang dihasilkan oleh serangga Laccifer lacca yang hidup di pepohonan daerah India dan Asia Tenggara. Resin ini dikumpulkan, dibersihkan, lalu diolah menjadi serpihan shellac. Saat dilarutkan dalam alkohol, bahan ini berubah menjadi lapisan finishing yang hangat, bening, dan memberi kesan klasik.

6. Melamin

Melamin dikenal karena menghasilkan lapisan tebal dan keras dengan tampilan mewah. Harganya memang cenderung lebih tinggi, tetapi ketahanannya terhadap goresan dan kelembapan menjadikannya favorit untuk furniture.

7. Cat Duco

Cat duco menghasilkan warna solid yang menutup seluruh serat kayu. Prosesnya memang lebih panjang karena memerlukan tahap primer dan pengamplasan berulang.

8. Veneer

Kayu HPL

Veneer adalah lembaran tipis kayu asli yang ditempelkan pada permukaan kayu olahan seperti MDF atau plywood. Cara ini membuat furniture tampak seperti terbuat dari kayu solid mahal, namun dengan biaya lebih terjangkau. Motif veneer sangat beragam mengikuti jenis kayunya. Karena ketebalannya tipis, veneer perlu dirawat dengan hati-hati agar tidak mudah terkelupas.

9. HPL

High Pressure Laminate (HPL) adalah lembaran laminasi yang dibuat melalui tekanan tinggi. HPL tersedia dalam motif kayu, batu, hingga warna solid yang modern. Perawatannya pun mudah karena permukaannya tidak menyerap noda.

10. Wax

Wax adalah bahan finishing berbasis lilin yang memberikan sentuhan akhir lembut dan natural. Lapisan wax tidak terlalu mengilap, namun memberi efek hangat dan mempercantik tekstur serat kayu.

Wax yang digunakan untuk finishing biasanya berbasis lilin lebah (beeswax). Teksturnya lembut dan menghasilkan tampilan natural tanpa kilap berlebihan. Beeswax cocok untuk sentuhan akhir pada furniture yang ingin dipertahankan kesan alaminya.

Selain mempercantik serat kayu, beeswax juga memberi perlindungan dari kelembapan dan perubahan suhu. Perawatannya mudah, cukup dipoles ulang bila permukaan mulai kusam.

Biopolish Biopaint menyediakan dua produk finishing dan perawatan kayu yaitu natural oil dan beeswax. Untuk pemesanan dan informasi lebih lanjut silahkan klik banner di bawah ini.

Kontak mudah pesan Biopolish Natural Oil

Exit mobile version