Furniture atau mebel mencakup semua perlengkapan rumah seperti meja, kursi, dan lemari. Selain fungsional, beberapa furniture juga punya makna mendalam dan mencerminkan status sosial pemiliknya. Misalnya kursi kayu jati berukir yang menunjukkan kualitas bahan, nilai seni, dan selera pemiliknya.
Kualitas furniture ditentukan oleh jenis kayu yang digunakan. Jenis kayu tahan air menjadi kriteria penting karena memengaruhi keawetan mebel. Kayu yang lebih tahan air umumnya tidak mudah lapuk, berjamur, atau rusak.
Jenis kayu untuk furniture yang umum digunakan antara lain jati, sungkai, ramin, nyatoh, mahoni, mindi, karet, meranti, ulin, merbau, bengkirai, cedar, dan damar laut. Namun, tingkat ketahanan air setiap kayu berbeda. Ada kayu yang lebih cocok untuk furniture indoor, ada juga yang lebih kuat untuk furniture outdoor yang sering terkena air.
Menurut standar bahan baku furniture, kadar air kayu sebaiknya tidak lebih dari 14%. Kadar air yang terlalu tinggi dapat membuat kayu lebih mudah menyusut, melengkung, retak, atau berjamur setelah diolah menjadi furniture.
Jenis Kayu Tahan Air untuk Furniture
Furniture yang awet dan kuat sangat bergantung pada jenis kayu yang digunakan. Ketahan terhadap air menjadi kriteria penting dalam memilih jenis kayu. Berikut beberapa jenis kayu tahan air yang sering digunakan untuk furniture.
1. Kayu Jati
Jenis kayu jati termasuk jenis kayu untuk furniture yang paling populer. Kayu ini dikenal kuat, keras, awet, dan tahan terhadap perubahan cuaca dibandingkan banyak jenis kayu lain. Karena itu, jati banyak digunakan untuk meja, kursi, lemari, rumah, kapal laut, gazebo, dekorasi outdoor, hingga parket.
Ketahanan kayu jati dipengaruhi oleh kualitas dan usia pohonnya. Semakin tua pohon jati, biasanya semakin kuat kayu yang dihasilkan. Inilah yang membuat furniture jati berkualitas memiliki harga lebih tinggi.
Kayu jati cocok dipilih jika membutuhkan furniture kayu tahan air. Selain itu, furniture dengan tampilan natural akan semakin menarik jika memakai jenis kayu ini. Seratnya tega, warna alaminya indah, dan karakternya kuat untuk berbagai kebutuhan mebel.
2. Kayu Ulin
Kayu ulin sering disebut kayu besi karena sangat keras dan kuat. Jenis kayu ini dikenal tahan air, bahkan banyak digunakan untuk kebutuhan luar ruang yang sering terkena air.
Untuk furniture, kayu ulin cocok digunakan pada kursi taman, meja teras, bangku outdoor, decking, dan elemen kayu yang membutuhkan ketahanan tinggi. Struktur kayunya yang padat membuat air tidak mudah masuk ke permukaan kayu.
Kekurangan kayu ulin ada pada proses pengerjaannya. Karena sangat keras, kayu ini lebih sulit dipotong, dibentuk, dan dihaluskan. Permukaannya juga bisa terlihat retak-retak sehingga finishing tetap diperlukan.
3. Kayu Merbau
Jenis kayu merbau sering dipilih sebagai alternatif kayu jati. Kayu ini kuat, keras, dan memiliki ketahanan air yang baik. Merbau banyak digunakan untuk lantai kayu, pintu, kusen, decking, serta furniture solid.
Ciri khas kayu merbau ada pada warna cokelat kemerahan hingga cokelat tua. Seratnya tegas dan memberi kesan kokoh pada furniture. Jenis kayu ini cocok untuk meja makan, kursi, kabinet, rak, dan furniture berukuran besar.
4. Kayu Bengkirai
Jenis kayu bengkirai atau bangkirai berasal dari Kalimantan dan cukup populer untuk kebutuhan outdoor. Kayu ini memiliki kekuatan baik dan sering digunakan untuk decking, pagar, pergola, kursi taman, serta furniture luar ruang.
Bengkirai memiliki warna kuning kecokelatan dengan karakter keras. Jenis kayu ini cocok untuk furniture yang sering terkena panas, hujan, atau tumpahan air.
Meski kuat, bengkirai memiliki sifat getas. Permukaannya bisa retak jika proses pengeringan kurang tepat. Karena itu, furniture dari kayu bengkirai tetap membutuhkan perlindungan agar air tidak mudah masuk ke celah kayu.
5. Kayu Damar Laut
Kayu damar laut termasuk kayu keras yang kuat. Karena sifatnya keras, kayu ini sering digunakan untuk kebutuhan eksterior dan elemen bangunan yang membutuhkan daya tahan tinggi.
Untuk furniture, damar laut cocok digunakan pada meja besar, bangku panjang, kursi luar ruang, dan furniture yang membutuhkan kekuatan struktural. Kayu ini kuat untuk pemakaian berat.
Kekurangan damar laut ada pada proses pengolahannya. Kayu ini cukup sulit dipotong dan dibentuk, sehingga pengerjaannya harus rapi agar hasil furniture tetap halus dan nyaman digunakan.
6. Kayu Meranti
Meranti termasuk jenis kayu keras yang sering digunakan untuk meja, kursi, pintu, kusen, dan lemari. Kayu ini cukup populer karena mudah ditemukan dan banyak digunakan sebagai bahan furniture.
Ketahanan air kayu meranti berada pada tingkat sedang. Artinya, meranti masih cocok untuk furniture rumah, tetapi kurang ideal jika terlalu sering terkena air.
Jika digunakan untuk area yang berisiko terkena air, kayu meranti perlu diberi finishing pelindung. Dengan perlindungan yang tepat, furniture meranti lebih aman dari risiko air yang masuk ke pori-pori kayu.
7. Kayu Mahoni
Kayu mahoni banyak digunakan untuk furniture dan kerajinan tangan. Pohonnya dapat tumbuh besar, kayunya cukup keras, dan memiliki nilai ekonomi yang baik untuk bahan mebel.
Mahoni cocok digunakan untuk meja, kursi, lemari, tempat tidur, dan furniture. Warna kayunya cenderung kemerahan sehingga tampilannya menarik setelah difinishing.
Namun, ketahanan air mahoni tidak sekuat jati, ulin, atau merbau. Karena itu, mahoni lebih cocok untuk furniture indoor. Jika ingin lebih tahan terhadap air, permukaannya perlu diberi finishing dan dirawat dengan baik.
Kayu Tahan Air Tetap Perlu Perlindungan
Jenis kayu tahan air memang lebih kuat saat terkena air. Namun, kayu tetap memiliki pori-pori yang dapat menyerap air. Jika air dibiarkan terlalu lama di permukaan, air tetap bisa masuk dan menimbulkan noda, jamur, retak, atau lapuk.
Karena itu, memilih jenis kayu untuk furniture perlu diikuti dengan finishing dan perawatan yang tepat. Salah satu jenis finishing dan perawatan yang praktis adalah bahan poles. Bahan ini dapat membantu melapisi permukaan kayu agar air tidak mudah terserap.
Lindungi Furniture Kayu dari Air dengan Biopaint Biopolish

Biopaint Biopolish adalah bahan poles alami untuk perawatan furniture kayu. Produk ini aman digunakan, ramah lingkungan, dan sudah bersertifikat FDA (Food and Drug Administration).
Biopaint Biopolish membentuk efek water repellent pada permukaan kayu. Efek ini bekerja seperti daun talas, sehingga air tidak mudah terserap ke dalam kayu. Saat terkena tumpahan air, air cenderung berada di permukaan dan lebih mudah dibersihkan.
Produk ini dapat digunakan untuk merawat meja, kursi, lemari, rak, kabinet, dan berbagai furniture kayu lainnya. Selain membantu melindungi furniture dari air, Biopaint Biopolish juga menjaga warna kayu tetap tajam dan seratnya tetap menonjol.
Cara pakainya mudah. Pastikan permukaan kayu bersih dan kering, tuang secukupnya Biopaint Biopolish, poles dengan kain bersih secara merata. Diamkan beberapa saat, kemudian gosok menggunakan kain lembut sampai permukaan terasa halus dan tampak lebih terawat.
Pilih Kayu yang Tepat, Rawat dengan Benar
Jenis kayu tahan air untuk furniture antara lain jati, ulin, merbau, bengkirai, damar laut, meranti, dan mahoni. Jati, ulin, merbau, dan bengkirai lebih kuat untuk furniture yang sering terkena air. Cedar, meranti, dan mahoni lebih cocok untuk furniture indoor.
Agar furniture lebih awet, pilih jenis kayu yang sesuai dengan lokasi pemakaian. Setelah itu, gunakan finishing dan perawatan yang tepat. Biopaint Biopolish dapat digunakan untuk melindungi furniture kayu dari air melalui efek water repellent, sekaligus menjaga tampilan kayu tetap indah dan berkilau alami.
Untuk pemesanan Biopaint Biopolish, silakan klik banner di bawah ini.