Category: Finishing dan Perawatan Kayu

Jika dibandingkan furniture bermaterial platinum, perunggu, atau besi, furniture kayu memang lebih rentan dari serangan organisme dan cuaca. Sehingga furniture kayu membutuhkan perawatan yang tak bisa sembarangan agar tetap awet, bersih, dan tetap terjaga. Beberapa cara perawatan dilakukan. Dari dengan membersihkan debu yang melekat secara rutin, mencuci dengan material pembersih yang dipercaya, hingga melapisinya dengan produk perawatan khusus dengan merk tertentu. Merk perawatan furniture kayu terbaik bisa kamu temukan, beberapa di antara adalah produk-produk dari Biopolish.

Produk-produk Biopolish dikenal sebagai merk perawatan furniture kayu terbaik karena terbuat dari bahan-bahan alami. Ketika hendak melakukan maintenance furniture kayu, jangan asal pilih. Pilihlah produk yang terpercaya untuk memastikan produk perawatan yang kamu pakai memang bagus dan mempertahankan kualitas alami dari si kayu itu sendiri sebagaimana Biopolish—tidak malah merusaknya.

Beberapa indikator yang bisa kamu terapkan dalam memilih merk di antaranya: (1) Bisa diaplikasikan baik untuk furniture indoor dan outdoor; (2) Bisa menyesuaikan dengan kondisi cuaca yang tak menentu; (3) Tahan terhadap serangan jamur, organisme, air, hingga paparan sinar matahari; (4) Daya rekatnya kuat; (5) Dibuat dari bahan yang aman dan mudah untuk diaplikasikan. Dengan menggunakan produk dari Biopolish, kamu akan merasakan hasil yang berbeda sesuai indikator-indikator lima ini. Merk perawatan furniture kayu terbaik dari Biopolish terdiri dari empat produk:

  1. Biopolish Beeswax

Apabila di rumah kamu memiliki peralatan makan berbahan dasar kau, Biopolish Beeswax bisa menjadi pilihan yang tepat. Produk ini dibuat khusus dengan menggunakan bahan alami yang aman bagi kesehatan dan telah tersertifikat Food and Drugs Administration (FDA). Kualitas mengesankan lain dari Biopolish Beeswax adalah tidak mempengaruhi rasa dan aroma peraltan kayu ketika digunakan untuk wadah makanan atau minuman. Ini berkat formulasinya yang telah sesuai dengan standar perwatan furniture kayu dan produk finishing terbaik. Biopolish Beeswax juga mampu meresap ke dalam substrat kayu sehingga meningkatkan tampilannya menjadi lebih segar.

  1. Biopolish Leather Care

Apabila di rumah kamu memiliki furniture kayu yang dilapisi oleh kulit asli atau sintetis, gunakanlah Biopolish Leather Care sebagai perawatan kayu terbaik. Berbagai kelebihan yang dimiliki oleh Biopolish Leather Care selain terbuat dari bahan alami dari lilin lebah, minyak biji rami, minyak pinus, dan minyak nabati lainnya; Biopolish Leather Care tak sebagaimana semir biasa yang berbau dan berwarna pekat, produk satu ini tidak berwarna dan tidak berbau. Sehingga kamu bisa dengan aman, nyaman, dan tak kotor ketika mengaplikasikannya. Selain itu, karena bahan alaminya bisa masuk ke dalam serat kulit, Biopolish Leather Care akan mempertahankan warna asli kulit, tidak licin, dan anti air. Menarik bukan?

  1. Biopolish Linseed Oil

Kamu pasti memiliki furniture yang terletak di dalam maupun di luar ruangan? Nah, Biopolish Linseed Oil bisa menjadi merk perawatan furniture kayu terbaik untuk melindunginya. Berbagai furniture yang bisa diolesi oleh Biopolish Linseed Oil juga bersifat heavy duty, sperti lantai, dek, ranjang yang besar, lemari bervolume besar, dan lain-lainnya. Dengan mengolesi furniture kayu di rumahmu menggunakan Biopolish Linseed Oil, maka akan bisa melindungi kayu dari srangan organisme pemakan seperti rayap atau teter, melindungi paparan sinar matahari secara langsung ketika furniture diletakkan di luar ruangan, dan menjaga tampilan kayu jadi lebih tajam dan mempersona kembali warnanya.

  1. Biopolish Natural Oil

Merk Perawatan furniture kayu terbaikbagi barang-barang yang bersifat kerajinan dan memiliki estetika yang tinggi seperti kaligrafi, patung, dan ukiran adalah dengan menggunakan Biopolish Natural Oil. Produk satu ini merupakan minyak serba guna yang bisa diaplikasikan untuk melindungi berbagai macam jenis kayu, yang diformulasikan dengan bahan-bahan alami. Fungsinya selain melindungi juga untuk mencerahkan furniture yang kusam jadi tampak cerah. Cara mengaplikasikannya juga cukup mudah dengan memastikan furniture yang akan dirawat dalam keadaan bersih dan kering. Kemudian siapkan lap dan tuang sedikit demi sedikit Biopolish Natural Oil. Kemudian gosokkan ke media hingga tampak bersih dan mengkilat.

Kayu Masih Menjadi Primadona Masyarakat Indonesia

Merk perawatan furniture kayu terbaik dari Biopolish akan sangat membantu kamu agar tahan lama. Kayu yang bisa bertahan pada umur puluhan dan tarusan tahun tentu menjadi ikon berharga yang memiliki kisah historis tertentu. Kayu juga menjadi andalan dan kebanggaan masyarakat Indonesia dari zaman kerajaan hingga sekarang. Yang harus disadari pula, mengapa kayu tetap menjadi primadona bahan dasar furniture di Indonesia?

  1. Kayu sebagai Sumber Daya Alam sangat mudah untuk didapat dan dibudayakan. Ini tak lepas dari iklim Indonesia yang bersifat tropis sehingga memiliki hutan yang mendukung perkembangbiakan kayu. Di belahan bumi manapun manusia secara alami tak bisa dilepaskan dari kayu, entah secara langsung ataupun tidak langsung.
  2. Jenis kayu sangat melimpah. Entah itu kayu lapis maupun yang solid. Jenis kayu ini menentukan harga kayu di pasaran yang kompetitif satu jenis dengan yang lainnya. Harga ditentukan oleh kebutuhan dan kemampuan. Jika anggaran kamu kecil, maka kayu lapis bisa menjadi pilihan. Atau semisal kamu butuh kayu untuk tiang, maka kamu butuh membeli kayu solid seperti kayu jati.
  3. Kayu merupakan elemen dari alam semesta yang memiliki aura Kamu bisa merasakan kualitas terebut pada tekstur dan bentuknya yang alami. Kayu sangat jauh dari produk rumah tangga lain yang pabrikan, semisal terbuat dari logam atau plastik. Warnanya yang rata-rata cokelat, abu-abu, dan merah tua memberi sentuhan kehangatan dan keakraban.
  4. Kayu merupakan produk yang fleksibel dan bisa dibentuk menjadi furniture model apapun. Sifat material kayu yang fleksibel menjadikannya sangat digermari oleh para artisan dan para pecinta kayu hingga tukang untuk membuat suatu karya dan mahakaryanya sendiri. Mulai dari furniture rumah tangga, hingga benda-benda kesenian seperti patung dan hiasan.
  5. Kayu tak lepas dari budaya asli Indonesia dilihat dari berbagai macam suku dan adat istiadat. Jika kamu perhatikan ulang model dan bahan dasar dari rumah adat Indonesia mayoritas terbuat dari berbagai macam kayu. Bentuknya pun sangat beragam ada yang beringkat da nada yang tidak. Bahkan hingga lantai-lantainya pun terbuat dari kayu. Beberapa senjata tradisional juga memiliki elemen kayu yang khas.

Dengan beberpa kualitas yang telah disebutkan ini, maka tak heran kayu membutuhkan produk lain yang bisa menjaganya agar tetap baik menggunakan produk perawatan dari Biopolish sebagai merk perawatan furniture kayu terbaik. Namun, unsur penting lainnya rawatlah furniture kayu milikmu secara rutin dan tidak pas kotor atau rusak saja. Ini akan sangat membantu furniture kayu jadi berusia lama sehingga bisa diwariskan ke generasi-generasi selanjutnya.

Continue Reading
talenan kayu

Talenan Kayu. Foto diambil dari https://sajiansedap.grid.id/

Talenan biasa kita temukan di dapur. Alat satu ini difungsikan sebagai tatakan untuk memotong bahan-bahan yang akan dimasak. Entah itu bumbu-bumbu dapur, sayuran, sosis, dan lain-lain. Benda serba guna satu ini juga berfungsi sebagai landasan untuk mencincang daging-daging yang akan dimasak menjadi makanan yang lezat. Pada umumnya, talenan dibuat dari berbagai bahan dasar, dari plastik, marmer, baja, kaca hingga kayu. Meski lebih sering ditemui di pasaran, macam-macam talenan dari bahan kayu pinus, kayu jati, kayu mahoni juga tersedia.

Talenan dari bahan kayu memang menjadi tatakan potong yang favorit dikarenakan beberapa faktor. Selain karena lebih alami, talenan kayu tidak merusak pisau sebagaimana talenan yang terbuat dari logam seperti baja, atau kaca. Talenan dari plastik yang terbuat dari nilon dan korian juga berbahaya ketika bahan kimianya ikut bercampur pada bahan-bahan makanan yang akan kamu masak. Talenan kayu juga lebih awet jika dirawat dengan perawatan yang benar.

Macam-macam talenan dari bahan kayu pinus, kayu jati, kayu mahoni merupakan jenis talenan yang sudah tersedia di pasaran yang memiliki kelemahan dan kelebihannya tersendiri. Selain telanan berjenis tersebut, ada pula jenis talenan lain seperti:

  • Talenan Bambu: Talenan jenis ini memiliki kelebihan terasa lebih ringan karena sifat bambu yang juga ringan. Selain itu talenan bambu teruji tidak gampang menyerap air sehingga untuk mengeringkannya lebih mudah. Meski begitu, talenan bambu yang juga memiliki permukaan yang secara mikro keras (tajam), membuat pisau jadi lebih cepat tumpul.
  • Talenan Kaca: Ketika bahan makanan yang hendak kamu potong memiliki kadar lemak atau minyak yang tinggi, talenan kaca bisa menjadi pilihan yang cocok karena sanngat mudah untuk dibersihkan. Talenan kaca juga tidak mudah keropos, tak berbau, tak gampang kena noda, dan lain-lainnya. Sayangnya talenan kaca sangat tidak direkomendasikan karena sifatnya yang licin jika tidak berhati-hati akan bisa membuat cedera penggunanya.
  • Talenan Plastik: Berbagai produk yang terbuat dari plastik memiliki keunggulannya tersendiri. Yakni lebih ringan dan memiliki banyak pilihan warna serta bentuk yang menarik mata. Sifat plastik yang tak berpori pada permukaannya membuat talenan satu ini sangat mudah untuk dibersihkan, cukup hanya dengan mengelapnya. Sebab sifatnya yang ringan, talenan plastik ketika digunakan sangat mudah bergeser, terlebih ketika yang kamu potong daging. Kelemahan lainnya, memiliki risiko serpihan plastik jadi tercampur dengan makanan.
  • Talenan Kayu: Jenis tatakan satu ini paling sering ditemui di dapur. Sifatnya pun keras dan terbuat dari berbagai jenis kayu, macam-macam talenan dari bahan kayu pinus, kayu jati, kayu mahoni cenderung memiliki sifat kokoh. Selain jenis kayu tersebut, ada pula kayu jenis trembesi, asam, sonokeling, angsana, dan jati belanda yang juga mudah dibentuk untuk dijadikan bahan talenan. Kelemahan dari jenis talenan kayu adalah memiliki pori yang ketika digunakan harus segera dibersihkan dan dikeringkan. Jika tidak akan terserap ke substrat dalam kayu dan berpotensi menimbulkan jamur.

Untuk bahasan berikutnya akan dijelaskan mengenai macam-macam talenan dari bahan kayu pinus, kayu jati, kayu mahoni.

Talenan Kayu Pinus

Talenan berjenis kayu  pinus memiliki bentuk dan warna yang artistik. Warnanaya pun biasanya putih bersih, beberapa produk juga dibuat dengan home made, misal berukuran antara panjang 28 cm, lebar 18 cm, dan tebal 1,5 cm. Talenan jenis kayu pinus bisa giunakan untuk memotong bahan, penyajian makan, hingga kebutuhan kesenian seperti dekorasi dapur, media lukis, dan fotorafi. Tak heran jika talenan yang terbuat dari kayu pinus ini memiliki nilai seni yang lebih.

Kelebihan lain yang dimiliki oleh talenan kayu pinus adalah talenen ini mempunyai daya tahan yang tinggi pada serangan serangga-serangga dan jamur, tak mudah mengalami pembusuhkan, permukaan juga halus sehingga nyaman ketika tersentuh tangan, pori-porinya rapat, dan memiliki goresan artisitik yang berasal dari lingkar tahun pohon membuat talenan kayu pinus jadi terlihat lebih indah.

Macam-macam talenan dari bahan kayu pinus, kayu jati, kayu  mahoni bisa dirawat secara rutin menggunakan Biopolish Beeswax. Produk ini merupakan produk yang terbuat dari bahan-bahan natural dan aman digunakan untuk perawatan furniture food grade dan kitchen ware. Seperti untuk perawatan talenan kayu, mangkok kayu, serta sendok kayu. Biopolish Beeswax terbuat dari bahan alami sarang lebah yang tidak menimbulkan dampak berbahaya bagi kesehatan.

Talenan Kayu Jati

Talenan yang tebuat dari kayu jati memang sudah terbukti menjadi tatakan yang kokoh dan kuat untuk memotong bahan-bahan makanan dan bumbu masak. Talenan kayu jati membuat aktivitas memasak jadi tambah lebih mudah. Semisal dengan ukuran talenan seperti panjang 44 cm, lebar 33  cm, dan tinggi 2 cm, bagi kamu para manusia yang hobi memasak, kegiatan mengiris bumbu, buah, sayur jadi lebih leluasa.

Selain kegiatan mengiris, kegiatan memotong ayam utuh juga bisa dilakukan tanpa gangguan karena medianya yang cukup lebar. Berfungsi pula untuk tempat adonan roti dan juga media sajian makanan, minuman yang bisa dibuat secara custom. Talenan jenis kayu biasanya juga dilapisi dengan finishing food safe wood seperti produk-produk dari Biopolish yang ramah lingkungan dan dan aman untuk digunakan, serta mudah untuk diaplikasikan.

Biopolish Beeswax merupakan produk pemoles talenan yang berifat alami, dan aman digunakan karena telah bersertifikat Food and Drugs Administration (FDA). Produk ini dibuat secara khusus untuk perabotan makanan berbahan kayu dan produk perawatan ang membuat talenan kayu jati jadi tambah cerah, tak mudah retak, higienis, dan awet. Biopolish Beeswax juga melindungi kitchen ware dari paparan cuaca yang terlalu lembap sehingga membuatnya lebih terlindungi.

Talenan Kayu Mahoni

Talenan kayu mahoni memiliki banyak kelebihan pula. Seperti serat kayunya yang elegan dan eksotis cocok digunakan untuk souvenurm tempat saji, hingga dekorasi rumah. Talenan kayu mahoni juga tidak muda memimbulkan kamur kayu yang biasa menyerang pada kayu. Di pasaran, talenan kayu mahoni semisal bisa kamu temukan dengan ukuran panjang 34 cm, lebar 24 cm, dan tebal 1,5 cm.

Ini didukung dengan standar finishing dan pewarnaan khusus yang membuat talenan kayu mahoni terlihat natural dan menciptakan kesan hangat. Seperti pengolesan dengan Biopilish Beeswax yang cocok untuk macam-macam talenan dari bahan kayu pinus, kayu jati, kayu mahoni. Biopolish Beeswax diformulasikan untuk keperluan finsihing dan perawatan kayu yang bersinggungan dengan makanan.

Biopolish Beeswax juga mudah untuk diaplikasikan. Dari persiapan dengan memastikan permukaan furniture atau talenan kering dan bersih sehingga mudah untuk dipoles. Kemudian untuk menambah permukaan jadi semakin halus, bisa dilakukan proses pengampelasan, baru kemudian Biopilish Beeswax bisa menjadi salah satu bahan yang cocok untuk membuat talenan kayu mahoni jadi semakin tambah cerah dan terawat.

perawatan alat makan dengan biopolish beeswax

Perawatan Alat Makan dengan Biopolish Beeswax

Continue Reading
talenan kayu

Talenan Kayu. Foto diambil dari https://sajiansedap.grid.id/

Talenan yang diketahui orang umum lebih pada difungsikan untuk keperluan mengiris, memotong, dan mencincang bahan makanan. Ada fungsi lain yang belum banyak dieksplorasi, yaitu talenan sebagai produk seni dan estetika. Khususnya digunakan untuk dekorasi, souvernir, dan karya seni. Bahannya pun bermacam-macam, dari kayu jati hingga balok karet (gutta-percha) seperti pada talenan Tjipetir  yang diteliti oleh Tracey Williams.

Menurut Kamus Jawa yang dianggit oleh WJS Poerwadarminta (1939), disebutkan “talenan yaiku kayu (dhingklik) landhesan iris-iris” (talenan adalah kayu (alas) tatakan untuk mengiris). Alat ini menjadi andalan bagi para koki yang umumnya berbentuk peregi, ada pegangan di bagian ujung, dengan ukuran (panjang, lebar, tinggi) sesuai dengan kebutuhan. Talenan memiliki harga yang bervariasi dari yang murah hingga yang mahal. Tanpa alat satu ini koki akan kelabakan ketika hendak melakukan perajangan.

Talenan telah hadir sejak berabad-abad yang lalu di berbagai peradaban di berbagai belahan dunia. Talenan menjadi salah satu barang yang paling sering digunakan untuk manusia dalam rumah tangga. Sejarah talenan berasal dari evolusi penciptaan mesin uap dan listrik. Potongan kayu yang menjadi cikal bakal talenan banyak ditemukan saat penggergajian kayu. Potongan kayu ini kemudian dimodifikasi dan digunakan di berbagai dapur, manusia pun membuatnya dari material-material yang berbeda. Tak hanya dari kayu tapi juga plastik.

Mengenal talenan dari kayu jati dengan baik juga bisa memiliki nilai ekonomi yang tinggi ketika hendak ditekuni secara serius di dunia bisnis. Sebagaimana bisnis yang telah dijalankan oleh Leda Azzadinas Haque (26) dan Ledy Fitra Ramadhani (22) kakak-beradik yang berasal dari Probolinggo, duo kreatif yang bisa menjual talenan kayu dengan harga berkali-kali lipat. Mereka mengubah talenan yang biasa-biasa saja menjadi talenan yang mempunyai nilai jugal tinggi dengan seni.

Kesuksesan ini sebenarnya berasal dari ide sederhana, ketika talenan diberi lukisan unik kemudian diunggah ke media sosial. Dari media sosial tersebut, ternyata banyak yang memesan. Talenan yang memiliki harga asli Rp 10 ribu semisal, bisa didongkrak nilainya menjadi tujuh kali lipat. Dalam sehari pun mereka bisa menyelesaikan 12 unit talenan. Pemesan berasal dari berabgai daerah seperti Jakarta, Kalimantan, hingga Riau.

Karakter Talenan Kayu Jati

Talenan memiliki kegunaan utama untuk mengiris bahan makanan memang, nyaris digunakan setiap hari oleh para ibu-ibu sehingga ketika hendak membelinya, pastikan talenan terebut kuat, awet, dan kokoh. Penting pula untuk memilih jenis talenan yang tak gampang ngetulke (menumpulkan) pisau. Salah satunya adalah talenan kayu jati, mengenal talenan dari kayu jati sangat bermanfaat karena jenis telanan inilah yang umum digunakan oleh para ibu di Indonesia. Talenan jati tak hanya ekonomis, tapi juga mudah dicari di pasar.

Tak salah, perabotan satu ini menjadi benda setia yang ada di dapur. Bahkan menurut penelitian yang dilakukan oleh ahli mikrobiologi dari Food Research Institute, Universitas Wisconsin membuktikan, kayu mempunyai kemampuan untuk membunuh bakteri. Dalam waktu tiga menit, bakteri bisa mengering, meskipun karena permukaannya yang berpori bakteri juga bisa menyerap ke dalamnya. Pori-pori ini bisa mengundang serangan binatang mikro yang tak baik untuk kesehatan. Mengenal talenan dari kayu jati juga mengenal sifat porinya juga.

Hal yang harus disadari oleh para pengguna talenan kayu adalah ketika talenan usai digunakan untuk memotong, mengiris, dan mencincang daging, sebaiknya tidak digunakan pula untuk mengiris bahan makanan lain seperti buah atau bumbu agar bakteri tidak menempel. Sebab ada kemungkinan bakteri yang berasal dari daging dan menempel pada talenan bisa mencemari bahan makanan lain. Jika kamu memilikinya hanya satu, cucilah dengan bersih terlebih dahulu agar kotorannya luntur dan bakterinya juga hilang. Jangan sampai bakteri pada daging pindah ke sayuran atau buah ya!

Selain itu, talenan kayu jati bersifat kuat dan tahan lama. Minyak alami yang terkandung dalam lapisan kayu jati membuat furniture dari kayu jati tahan air. Massanya yang berat juga membuat talenan kayu jati tidak mudah bergeser ketika digunakan, juga tidak akan bergetar semisal terlalu keras dalam mencincang. Selain itu, karakter serat kayu jati yang khas membuatnya tampak menawan dan cocok untuk estetika di meja makan.

Cara Merawat Talenan Kayu Jati

perawatan alat makan dengan biopolish beeswax

Perawatan Alat Makan dengan Biopolish Beeswax

Talenan kayu jati membutuhkan perawatan yang rutin agar tetap awet. Karakter talenan dari kayu jati pula yakni mudah kotor serta meninggalkan bekas potongan pisau di permukaan. Jika talenan digunakan dalam waktu yang lama, akan mengalami perubahan warna jadi terlihat kusam. Bahkan menurut penyelidikan yang dilakukan oleh The Public Health Malaysia mengatakan, talenan yang lama, berubah warna, dan tak dibersihkan dengan benar menjadi ladang bakteri.

Talenan kotor seperti itu bahkan lebih kotor dibanding toilet. Menurut riset tersebut, bakteri yang ada di toilet bisa mencapai 200 kali lebih banyak dibanding noda bakteri yang ada pada toilet. Sebab kurang lebih 1 cm persegi noda pada talenan terdapat sekitar 24 ribu bakteri. Sebab itu, ketika talenanmu telah berusia lama dan dari penampilannya tidak layak lagi, ada baiknya kamu segera untuk menggantinya dan membeli talenan yang baru.

Fakta lain, goresan yang diakibatkan pisau juga mengandung jamur yang sering diabaikan. Dalam tingkat yang parah, talenan berjamur bisa menjadi penyebab keracunan makan dan menyebabkan muntah, diare, hingga sakit perut. Bakteri yang menyebabkan penyakit-penyakit ini seperti Salmonella, E. Coli, dan spesies bakteri lainnya.

Untuk mencegah hal ini terjadi, selain mengenal talenan dari kayu jati beserta karakternya, kamu juga perlu merawat talenan dengan produk perawatan kitchen ware yang aman dan ramah lingkungan. Salah satu produk tersebut adalah Biopolish Beeswax. Bakteri yang menumpuk bisa dikurangi dengan signifikan ketika dirawat dengan produk satu ini secara rutin. Berikut cara perawatan talenan kayu jati menggunakan Biopolish Beeswax:

  1. Siapkan talenan dari kayu jati yang hendak dipoles menggunakan Biopolish Beeswax. Pastikan talenan tersebut kering dan dalam keadaan bersih.
  2. Siapkan kain bersih untuk mengoleskan Biopolish Beeswax secara merata ke permukaan talenan.
  3. Tunggu hingga beberapa menit agar Biopolish Beeswax menyerap dengan maksimal ke substrat dalam kayu talenan.
  4. Gosok kembali menggunakan kain sampai warnanya terlihat bersih, tidak lengket, dan warnanya lebih tajam. Ulangi cara ini jika dirasa masih kusam.

Biopolish Beeswax merupakan salah satu produk perawatan kayu yang terbuat dari bahan alami lilin lebah (beeswax) yang aman dan ramah lingkungan. Biopolish Beeswax bersifat anti air, tidak berbau, dan akan membuat talenan kayu jati jadi tambah eksotis. Biopolish Beeswax juga memberi perawatan dan perlindungan maksimal yang bisa digunakan untuk merawat furniture food grade yang berhubungan langsung dengan makanan. Sebagaimana mengenal talenan dari kayu jati yang terkontaminasi langsung dengan bahan makanan ketika digunakan.

Continue Reading
perawatan alat makan kayu dengan biopolish beeswax

perawatan alat makan kayu dengan biopolish beeswax

Di dapur, salah satu kitchen ware yang penting dan bersifat esensial adalah cutting board atau talenan. Alat satu ini memiliki berbagai fungsi yang digunakan untuk memotong buah, bumbu, sayur, daging, dan lain sebagainya. Juga sebagai alat yang digunakan untuk membuat meja dapur jadi tetap bersih, terlindung dari sayatan pisau, dan membuat dapur jadi lebih higinies. Talenan berguna pula untuk membuat mata pisau jadi tetap tajam untuk memotong.

Bayangkan tak ada talenan ketika kamu hendak memotong, tentu akan lebih repot bukan? Talenan sendiri mempunyai berbagai jenis berdasarkan ukuran, bentuk, material, hingga warnanya. Salah satu jenis material yang umum digunakan adalah berbahan kayu, khususnya kayu jati. Dari bentuk hingga cara finishing talenan dari kayu jati memiliki tekniknya tersendiri. Talenan kayu jati merupakan salah satu koleksi yang bisa membuat pisau jadi tak mudah rusak dan tumpul.

Ketika hendak membeli talenan alangkah baiknnya kamu mempertimbangkan terlebih dahulu seberapa sering kamu memakai talenan? Apakah kamu tipe orang yang suka memasak dengan metode mengiris dan memotong? Atau apakah kamu tipe orang yang suka menyajikan makanan di atas talenan atau tidak? Profesional ada yang menyarankan setidaknya kamu memiliki setidaknya tiga talenan:  talenan kecil khusus untuk bumbu, talenan sedang khusus untuk sayur, hingga talenan besar khusus untuk daging atau buah.

Jangan salah, untuk restoran tertentu jumlah talenan bisa mencapai enam buah yang dibedakan fungsinya berdasarkan warna. Semisal untuk talenan warna putih bisanya digunakan untuk memotong roti, keju, serta produk fermentasi susu. Talenan warna kuning untuk memotong daging ternak. Talenan biru untuk bahan makanan seafood. Talenan warna hijau khusus untuk memotong buah dan sayur. Talenan warna cokelat untuk daging yang sudah dimasak. Dan talenan warna merah untuk memotong daging merah yang masih mentah.

Bahan dasar untuk membuat talenan dipilih dengan berbagai faktor. Seperti material yang digunakan adalah material yang kuat, kokoh, tidak rapuh, tidak kasar, ringan, hingga mudah dibersihkan. Faktor lainnya yaitu tidak membahayakan diri dan kesehatan ketika talenan tersebut digunakan untuk memotong, memilah, mencincang, dan mengiris bahan makanan.

Kelebihan Talenan Kayu Jati

Talenan kayu jati memiliki kelebihannya tersendiri jika dibandingkan dengan talenan berjenis lain, seperti dari kayu pinus, jati belanda, mahoni, atau lainnya. Berikut ini adalah kelebihan yang bisa kamu dapat ketika menggunakan talenan jenis kayu sebagai kitchen ware favoritmu:

  • Talenan kayu jati ketika terkena goresan kecil bisa menutup dengan sendirinya. Ini merupakan kemampuan alami dalam hal menyembuhkan diri yang ada pada kayu jati.
  • Talenan kayu tidak mudah membuat mata pisau jadi tumpul. Kayu jati memiliki pori-pori yang kecil dan cocok untuk mata pisau.
  • Karena memiliki kepadatan yang rapat, talenan ini lebih kuat dan kokoh ketika digunakan untuk mencincang bahan makanan berukuran besar
  • Ramah lingkungan, karena tidak mengandung bahan kimia yang tidak baik untuk kesehatan. Cocok untuk diunakan di dapur dan meja makan.

Kelemahan Talenan Kayu Jati

Kayu jati memang menjadi bahan primadona yang digunakan untuk membuat talenan. Meski begitu, talenan kayu jati juga memiliki kelemahannya tersendiri. Jika cara finishing talenan dari kayu jati tidak tepat juga membuat talenan berjenis ini jadi tidak awet. Berikut adalah kelemahan-kelemahan yang ada pada kayu jati:

  • Memiliki massa jenis yang lebih berat dan warna yang tersedia tidak beragam, berbeda dengan talenan plastik yang bisa memiliki berbagai macam jenis warna yang menarik mata.
  • Perawatan yang sedikit lebih repot karena harus sering dibersihkan dengan segera sampai kering. Talenan kayu juga dibersihkan dengan cara manual, tidak bisa menggunakan mesin cuci piring. Kamu juga bisa memanfaatkan baking soda dan air hangat jika ingin membersihkannya secara menyeluruh.
  • Cutting board oil seperti Biopolish Beeswax bisa menjadi andalan yang tepat untuk merawat dan melindungi talenan kayu jati dari kotoran. Kamu bisa melapisi talenan kayu jati menggunakan Biopolish Beeswax secara turin untuk menjaganya tetap awet.

Finishing Talenan Kayu Jati

perawatan alat makan dengan biopolish beeswax

perawatan alat makan dengan biopolish beeswax

Dalam proses membuat talenan kayu jating, proses finsihing berperan penting untuk mencapai keawetan talenan. Cara finishing talenan dari kayu jati yang tepat dimaksudkan untuk menjaga kontaminasi bakteri yang ditimbulkan oleh air, bahan mentah, dan material tanaman yang mudah berkembang biak. Juga untuk menjauhkan kontaminasi bakteri dengan pisau sehingga kehiginisannya akan tetap terjaga. Jangan ragu untuk memberikan perawatan menggunakan produk yang berkualitas, khususnya furniture food care dari Biopolish.

Produk Biopolish yang bisa kamu gunakan adalah Biopolish Beeswax aman untuk diaplikasikan pada kitchen ware berbahan dasar kayu. Dengan melapisi talenan kayu jati menggunakan coating food grade, Biopolish Natural Oil, yang telah terbukti aman dan memenuhi standar FDA America berkualitas ekspor, akan membuat talenan jadi tambah lebih awet. Khususnya jika talenan ini difungsikan untuk display minuman, makanan, atau fungsi estetik untuk fotografi dan dekorasi.

Biopolish Beeswax juga mudah untuk diaplikasikan. Sangat praktis dan memberi perawatan pada talenan menjadi lebih cantik, eksotis, tahan air, dan higinis. Berikut cara finishing talenan dari kayu jati menggunakan Biopolish Beeswax:

  1. Pertama-tama bersihkan terlebih dahulu talenan kayu jati dari berbagai debu serta kotoran yang melekat pada talenan menggunakan lap, kuas, atau alat pembersih yang cocok.
  2. Siapkan Biopolish Beeswax, kemudian oleskan memakai kain atau kuas hingga merata.
  3. Tunggu beberapa saat hingga kandungan alami vegetable oil Biopolish Beeswax meresap ke dalam subtrat talenan kayu jati.
  4. Setelah meresap gosok kembali hingga bersih. Kamu bisa mengulanginya jika dirasa perlu.

Cara finishing talenan dari kayu jati di atas juga akan melindungi talenan dari jamur dan menjadikan warnanya tidak kusam. Ketika talenan tidak dilapisi dengan produk perawatan kayu, akan mudah mengalami pelapukan dan warnanya jadi tak bagus lagi. Pori-pori talenan kayu jati juga akan lebih terjaga dengan diolesi menggunakan Biopolish Beeswax. Ketika pori-porinya terjaga, makan organisme pengganggu dan jamur jadi ogah untuk menganggu talenan yang biasa kamu gunakan untuk memasak.

Selain dengan mengolesinya menggunakan Biopolish Beeswax, hal-hal lain untuk menjaga agar talenan kayu jati jadi tetap sehat adalah dengan rutin membersihkan, mengeringkan, hingga menyimpannya dengan benar. Jangan sampai sudah kering dan bersih, tapi menyimpannya di tempat yang gelap, tertutup, dan lembap. Ini akan membuat jamur jadi mudah menempel. Cara finishing talenan dari kayu jati juga akan tak optimal jika kamu letakkan di rak yang lembap.

Jangan biasakan pula merendam talenan kayu jati ke dalam air karena bisa merusak strukturnya. Setelah kamu selesai memakai talenan kayu, segeralah cuci dengan air hangat atau air yang mengalir dan keringkan saat itu juga. Kemudian simpan di rak yang kering dengan suhu normal.

Continue Reading
perawatan alat makan kayu dengan biopolish beeswax

perawatan alat makan kayu dengan biopolish beeswax

Talenan bisa terbuat dari berbagai macam material. Material yang paling sering digunakan adalah kayu, salah satunya kayu mahoni.  Salah satu kayu terbaik yang biasa digunaakan untuk membuat berbagai macam furniture besar maupun kecil. Kayu mahoni sendiri merupakan jenis kayu asli Indonesia yang mempunyai warna cokelat terang, cokelat muda, dan eksotis. Tingkat kewetan yang dimiliki oleh kayu mahoni kelas satu, sedangkan level kekuatannya kelas 2.

Jangan salah, popularitas kayu mahoni tak kalah lho dengan kayu jati. Sebagaimana kayu jati, kayu mahoni memiliki ukuran diameter yang besar dengan kelebihan masa panen yang lebih cepat (berusia sekitar 10 tahun untuk material mebel). Kayu yang dihasilkan dari pohon mahoni ini mempunyai sifat berwarna merah tua pucat sedangkan di bagian tepi berwarna putih. Sebab serat yang dimilikinya terpadu dan lurus, pemotongan kayu mudah pula dilakukan. Pori-pori kayu mahoni juga sangat kecil sehingga teksturnya pun halus.

Mengenal talenan dari kayu mahoni berarti mengetahui kelebihan-kelebihan yang dimilikinya. Jika diproses dengan benar talenan yang terbuat dari kayu mahoni mempunyai daya tahan yang tinggi terhadap gangguan serangga pengganggu, pembusukan, serta jamur-jamur. Talenan kayu mahoni memliki permukaan yang halus pula sehingga ketika kamu gunakan untuk memotong atau mengiris, tidak melukai tangan atau kulit. Talenen kayu mahoni juga memiliki pori-pori yang rapat, ini membuat bekas yang tertempel akibat tajam pisau bisa diminimalisir.

Pohon mahoni hidup di lingkungan tropis, khususnya di Jawa. Kayu mahoni sering digunakan sebagai pengganti kayu jati dengan harga yang lebih terjangkau, dengan efek yang sama terlihat mewah. Tak heran kayu mahoni dijadikan pula sebagai bahan dasar pembuatan talenan. Talenan dari kayu mahoni bisa bertahan hingga beberapa tahun, meski ada ahli yang merekomendasikan untuk mengganti talenan secara rutin paling tidak tiga tahun sekali. Namun jika intenstitas menggunakan talenan kayu sangat sering, harap menggantinya satu tahun sekali.

Kelemahan dan Kelebihan Talenan Kayu Mahoni

Kepopuleran kayu mahoni tak terlepas pula karena kelebihannya yang memiliki serat halus dan menawan. Apalagi ketika kayu mahoni dilakukan coating (pelapisan) menggunakan cat warna kayu yang natural. Bahkan ketika diaplisi menggunakan cat duco, kayu mahoni tidak memunculkan noda-noda berwarna kuning yang biasanya muncul pada kayu jati. Ini disebabkan karena kandungan minyak kayu mahoni rendah.

Meski begitu, kayu mahoni memiliki kelemahan pula yakni mudah diserang dengan hama bahkan sejak dalam kondisi mentah. Makanya kayu mahoni penyimpanannya sangat diperhatikan agar tak mudah digerogoti serangan hewan sehingga permukaannya bolong-bolong. Kayu mahoni juga tidak cocok untuk furniture eksterior yang peka terhadap cuaca dan hama. Namun, hal ini bisa diatasi dengan penggunaan obat kayu agar lebih awet dan kuat. Atau kayu mahoni mengalami proses pengopenan yang optimal.

Kelemahan lain yang dimiliki oleh kayu mahoni, berbagai tahapan yang panjang dibutuhkan untuk menjaga kualitas kayu jadi baik. Kayu yang berasal dari pohon bernama latin Swietenia mahagoni ini lumayan “manja” juga karena jika tidak diproses dengan benar, rentan terhadap cuaca dan kondisi dari luar. Itu kenapa, kebanyakan para pembuat furniture lebih suka memanfaatkan kayu mahoni untuk membuat furniture di dalam ruangan, seperti kabinet, meja TV, tempat tidur, dan lemari pakaian.

Beralih ke talenan dari kayu mahoni, membiarkan warna kayu mahoni sesuai aslinya pun tak masalah karena warna dasarnya memang sudah estetik. Talenan dari kayu mahoni bersifat tidak gampang susut, tidak gampang berubah bentuk, sehingga stabil. Mengenal talenan dari kayu mahoni yang berasal dari pohon mahoni ini memang mudah untuk diberntuk menjadi menarik dan berseni tinggi.

Talenan berbahan dasar kayu mahoni, tidak hanya berfungsi sebagai tempat mengiris saja, tetapi juga untuk tempat sajian ketika dihidangkan menjadi lebih intagramable. Apalagi jika melihat zaman sekarang ini, beberapa restoran tertentu menjadikan talenan sebagai tempat sajian mereka sehingga terlihat tidak biasa sebagaimana jika diletakkan di atas piring. Ini didukung pula dengan berbagai bentuk talenan dari kayu mahoni yang cantik.

Perawatan Agar Talenan Kayu Mahoni Awet

perawatan alat makan dengan biopolish beeswax

perawatan alat makan dengan biopolish beeswax

Ada cara sederhana dan alami yang bisa kamu lakukan untuk membersihkan talenan adalah dengan menggunakan garam dan baking soda. Caranya cukup muda, pertama-tama keringkanlah talenan terlebih dahulu. Lalu taburkan baking soda atau garam secara merata (menyeluruh) ke permukaan talenan. Gosok secara bersih, kamu bisa menggunakan kasa, busa cuci, atau kain untuk membersihkannya. Kemudian siramlah permukaan menggunakan air panas sampai bersih. Keringkan. Hal-hal sederhana lain yang bisa kamu lakukan yaitu:

  1. Secara rutin membersihkan talenan menggunakan lap, apalagi ketika talenan jarang digunakan
  2. Kamu juga bisa menggunakan kuas untuk membersihkan bagian pegangan talenan yang susah dijangkau dengan lap
  3. Tidak meletakkan talenan mahoni di tempat yang gelap, tertutup, dan lembap untuk mencegah datangnya jamur
  4. Melakukan pemolesan talenan mahoni secara teratur agar penampilannya tetap bagus, bersih, dan terawat
  5. Ketika kondisi talenan sudah tak terawat, berubah warna, dan tak layak lagi, segeralah menggantinya
  6. Segera bersihkan usai digunakan hingga kering, jangan merendam telanan kayu ke dalam air terlalu lama karena bisa berisiko ditumbuhi jamur dan memunculkan bakteri

Talenan kayu mahoni memiliki nilai artistik yang khas pula dari lingkar tahun pohon. Warnanya yang mencolok membuat talenan kayu mahoni tak perlu banyak membutuhkan polesan tambahan. Jika kamu ingin melindungi, merawat, dan mempertahankan  karakteristik kayu mahoni yang tajam, kamu bisa menggunakan Biopolish Beeswax. Bahan ini akan mendongkrak tampilan asli talenan dari kayu mahoni. Pengaplikasiannya pun mudah dengan cara dioles.

Perawatan agar talenan dari kayu mahoni jadi awet adalah dengan menggunakan poles kayu (wax kayu) yang terbuat dari bahan alami. Ini dikarenakan pula sifat kayu mahoni yang rentan ketika bersinggungan dengan bahan kimia yang tak cocok. Mengenal talenan dari kayu mahoni mengenali pula metode perawatannya menggunakan Biopolish Beeswax. Cara pengaplikasiannya adalah sebagai berikut:

  1. Pastikan talenan dari kayu mahoni yang akan kamu olesi dengan Biopolish Beeswax bersih dan kering.
  2. Siapkan kain bersih, ambil Biopolish Beeswax, dan oleskan pada permukaan talenan kayu mahoni secara merata.
  3. Tunggu hingga beberapa saat sampai formulasi ramuan Biopolish Beeswax meresap ke dalam substrat talenan kayu mahoni.
  4. Gosok kembali permukaan talenan kayu mahoni hingga bersih dan tidak lengket. Ulangi pengolesan jika dibutuhkan.
  5. Perawatan ini bisa kamu lakukan secara rutin

Biopolish Beeswax merupakan produk perawatan talenan dari kayu mahoni yang aman untuk perlindungan material kitchen ware yang berhubungan dengan makanan dan minuman.  Biopolish Beeswax bisa diaplikasikan secara langsung pada talenan kayu, piring kayu, dan mangkuk kayu. Pengaplikasian Biopolish Beeswax akan membuat talenan dari kayu mahoni jadi tambah cerah, terlindung dari mikroorganisme berbahaya, bersih, dan higienis.

Continue Reading

Bangunan yang ada di Indonesia dipengaruhi dengan sentuhan arsitektur, interior, hingga furniture dari era kolonisasi, terutama dari Belanda dan Inggris. Hal ini bisa tercermin terutama di kota-kota besar Indonesia, di pusat kota, seperti yang ada di Bandung, Semarang, Jakarta, Surabaya, dan lain-lainnya. Meski saat ini bangungan-bangunan tersebut lebih dialihfungsikan sebagai bangunan komersil. Bangunan bersejarah itu memiliki kekayaan elemen furniture sebagai produk budaya yang menarik untuk dipelajari.

Dalam tulisan berjudul “Kajian Furniture Pada Rumah Hunian Kolonial Belanda” karya Irena Vanessa Gunawan dan Citra Amelia dijelaskan terkait gaya furniture zaman Belanda ini. Tulisan yang terbit di Jurnal Idealog (Ide dan Dialog Indonesia) tersebut menyatakan bahwa perkembangan arsitektur kota dan interior pada zaman kolonial memberi pengaruh positif terhadap desain. Khusus pada elemen interiornya, banyak yang menggunakan kayu yang kuat.

Dari kayu eboni (Diospyros ebenum), kayu kalamander (Diospyros quaesita), kayu amboina (Pterocarpus indicus), kayu sonokeling (Dalbergia latifolia), kayu satin (Chloroxylon swietenia), hingga kayu jati (Tectona grandis). Julukan yang disematkan pada furniture-furniture zaman kolonial dengan ciri khas mempertahankan tekstur dan urat kayu tersebut yaitu “Furniture Belanda”. Pada era modern seperti sekarang ini, produk-produk furniture yang terbuat dari kayu-kayu tersebut juga bermunculan dengan adanya furniture-furniture yang sifanya minimalis.

Literatur yang mencatat terkait sejarah perkembangan furniture di Indonesia masih sangat terbatas. Salah satunya adalah buku yang membasa tentang ebony furnitur dari Dave van Gompel. Koleksi furniture dari kayu tersebut kebanyak diiliki oleh keluarga-eluarga Belanda ketika kembali dari Indonesia. Keunikan dari koleksi furniture tersebut menunjukkan gaya furniture Eropa pula.

Dikatakan pula jika pada abad-17, jual beli furniture di pasar bukanlah kegiatan yang umum dilakukan. Sebab sebagian besar furniture masih digarap secara lokal. Apalagi di ranah Indonesia, furniture seperti kursi bukanlah budaya tradisional Indonesia, karena masyarakat lebih sering menggunakan alas dan tikar untuk duduk. Kursi dianggap sebagai perlambang status tertentu untuk para pejabat tinggi. Seiring berjalannya waktu, produk furniture di Indonesia pun berkembang. Berbagai gaya, dari British Regency Styles, French neo-clacism styles, empire styles, hingga gaya furniture dari China pun menambah kaya karakteristik furniture. Hingga pada masa modern ini berkembang furniture minimalis.

Ciri-ciri Furniture Minimalis

Sebagaimana konsep minimalis pada umumnya, desain furniture minimalis mengikuti prinsip less is more atau simplicity dan menekankan fungsi. Dalam artian menggunakan bentuk geometri yang sederhana, tanpa ada dekorasi yang tak perlu, bahkan material kayunya pun sederhana, tanpa menghilangkan kualitas alami dari bahan furniture itu sendiri.

Sifat minimalis ini terpengaruh dari budaya Zen (Jepang) yang sangat berkelindan dengan prinsip kesederhanaan, tapi tetap berestetika. Furniture minimalis ditandai dengan beberapa ciri:

1. Furniture berbentuk geometris tanpa dekorasi atau minim dekorasi. Ini bisa dilihat dari bentuk furniture, seperti kubus atau persegi panjang, tidak banyak sudut yang mempersempit ruang.

2. Furniture yang fokus pada fungsi. Furniture ini dibuat terutama berdasarkan pada fungsinya, misal pada meja atau kursi yang nyaman dan tidak terganggu oleh hiasan. Bentuknya tidak rumit.

3. Dibuat menggunakan material yang sederhana tapi memiliki hasil yang maksimal. Bahan untuk membuatnya sangat mudah untuk ditemukan, dan tidak rumit, tapi menonjolkan kualitas dari bahan itu sendiri. Semisal pada furniture kayu jati dengan seratnya yang kuat dan padat.

4. Furniture didominasi oleh warna-warna yang netral,seperti hitam, putih, atau abu-abu. Juga warna alami dari kayu itu sendiri.

Di Indonesia, kamu akan sangat mudah menemukan furniture minimalis ini, karena umumnya banyak digunakan di masa modern seperti sekarang. Di mana desain utamanya memenuhi kebutuhan dasar penghuni rumah.

Merawat Furniture Kayu Minimalis

Ada pepatah yang mengatakan jika kondisi furniture bisa menunjukkan karakter dari pemiliknya. Bisa kamu bayangkan sendiri, jika furniture kayu di rumahmu memiliki kesan yang kotor dan tak tertata, maka kesan burukpun akan kamu dapatkan, orang lain juga jadi enggan untuk berkunjung. Untuk melakukan perawatan khususnya pada furniture yang sifatnya minimalis. Berikut hal-hal yang bisa kamu lakukan:

1. Membersihkan furniture minimalis secara rutin

Cara membersihkan furniture dari kayu minimalis yang sederhana adalah dengan membersihkan secara rutin. Kalau kamu lupa, kamu bisa membuat jadwal kamu sendiri. Bisa setiap minggu atau setiap bulan. Ajak pula anggota keluarga untuk membantu membersihkan hingga merapikan. Jangan lupa, untuk menggunakan produk dari Biopolish agar keawetan furniture kesayanganmu jadi lebih terjaga.

Kamu bisa menggunakan Biopolish Beeswax untuk furniture kayu minimalis yang bersentuhan dengan makanan. Juga ada Biopolish Leather Care yang bisa merawat furniture yang terbuat dari bahan kulit. Jika furniture kayu minimalismu sangat beragam, Biopolish Natural Oil dan Biopolish Linseed Oil juga sangat multifungsi untuk membersihkan berbagai macam furniture. Cara merawat furniture kayu minimalis dari produk-produk ini pun sangat mudah untuk diaplikasikan.

2. Pilihlah furniture kayu minimalis yang terbaik dan cocok untuk ruangan

Furniture minimalis sangat cocok diletakkan pada ruang yang terbatas dan tidak memiliki banyak sekat. Sebab furniture kayu minimalis ini bisa memberikan kesan yang luas dan rapi. Dengan terbatasnya ruang, maka pilihlah produk furniture yang benar-benar kamu butuhkan. Semakin sedikit maka membersihkan juga semakin efisien bukan? Kamu juga bisa membuat furniture dengan cara hand made yang multifungsi, semisal alamari yang bisa digunakan sebagai meja juga. Hindari pula memilih furniture yang tebal dan bulat karena itu akan mempersempit ruang.

Produk furniture kayu minimalis juga bisa jadi lebih cocok sesuai dengan warna asli ketika furniture tersebut telah diolesi dengan cat duco. Cat duco kerap digunakan sebagai finishing untuk kayu, terbuat dari nitrocellulose (NC), dan mempunyai warna yang solid. Warnanya pun beragam, dari hitam, putih, biru, merah, dan lainya. Meski jika furniture berumur lama, cat ini bisa kabur dan kamu perlu membersihkan furniture kayu cat duco dengan cara yang tepat.

3. Berikan sirkulasi udara yang lancar pada furniture

Udara ternyata memiliki pengaruh signifikan pada kondisi furniture kayu minimalis. Jika kamu meletakkan furniture kayu minimalis di tempat yang lembab, akan mengundang organisme atau serangga yang tak diinginkan untuk hidup. Dari rayap hingga teter, jangan sampai merusak furniture kesayanganmu. Tips membersihkan furniture kayu agar furniture kamu bebas dari serangga-serangga ini adalah dengan meletakkannya di tempat yang bersuhu normal.

Furniture kayu minimalis di rumahmu bisa kamu rawat dengan perawatan yang semudah mungkin. Kamu juga bisa mengganti posisi furniture kayu minimalis secara berkala agar tak kelihatan membosankan dan monoton. Dengan memindahkannya, kamu juga memiliki kesempatan untuk membersihkan bagian tertutup yang jarang dijangkau ketika furniture tidak dipindahkan. Cara membersihkan furniture dari kayu minimalis cukup dengan memindahkan furniture-furniture tertentu, menggesernya ke sudut berbeda, sehingga suasana jadi lebih segar.

Continue Reading

Setiap jenis kayu memiliki keawetan yang berbeda-beda dan ini menjadi faktor penting dalam menentukan penggunaan. Juga menyangkut umur dari furniture sendiri, jika kayu awet maka akan berumur panjang. Keawetan kayu ditentukan oleh beragam faktor, juga kondisi tempat di mana kayu ditempatkan.

Kayu yang diletakkan di dataran rendah akan berbeda keawetannya jika diletakkan di dataran tinggi. Yang di dataran tinggi lebih awet usianya daripada yang di dataran rendah. Semisal pada Tectona grandis atau kayu jati menurut penelitian, ketika dikubur (graveyard) bisa bertahan selama 7 tahun, tapi jika diuji di laut dalam 3 bulan sudah mendapat serangan dari organisme yang merusak kayu.

Dalam artikel jurnal yang ditulis oleh Ginuk Sumarni dan Han Roliadi yang berjudul “Daya Tahan 109 Jenis kayu Indonesia Terhadap Rayap Tanah (Coptotermes curvignahus Holmgren)” menjelaskan terkait ketahanan 109 jenis kayu yang ada di berbagai daerah di Indonesia. Tulisan yang terbit di Jurnal Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol. 20 No. 3 Tahun 2002 ini mengabil sampel dari berbagai daerah dari Jawa Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sulawei Utara, Jambi, Kalimantan Timur, dan lain-lain. Kayu-kayu ini kemudian diuji dengan indikator seperti tidak ada serangan rayap, serangan ringan dan dangkal, serangan sedang, srangan hebat, dan serangan sangat hebat. Hasil menunjukkan jika, jenis kayu menjadi faktor yang berpengaruh nyata pada jumlah rayap yang hidup.

Dari 109 jenis kayu yang diamati oleh eneliti menunjukkan, 68 jenis kayu memiliki jenis ketahanan tinggi (kelas I dan kelas II), lalu 41 jenis kayu masuk ke golongan ke kelas III, kelas IV, dan kelas V. Dan indikator serangan rayap menunjukkan, semakin kayu mudah diserang maka persentase jumlah rayap yang hidup semakin besar. Kayu pada kelas I semisal terdiri dari Acacia mangium, Cassia siamea, Elaeocarpur sp., dll. Kelas II seperti Adinandra brassii, Agathis borneensis, Aglaia versteeghii, dll. Kelas III, Anthocephalus cadamba, Antocephalus sp., Artocarpus sp., dll. Kelas IV, Dysoxylum sp., Eugenia sp., Neolitsea cassiifolia, dll. Kelas V, Agathis philippinensis, Bitschoffia javanica, Blumcodendron kurzii, dll.

Sebab itu, jenis kayu tertentu memang seharusnya memiliki perawatannya yang berbeda, apalagi jika ingin terbebas dari rayap. Perawatan furniture kayu anti rayap bisa dilakukan dengan cara membersihkan furniture secara rutin. Jenis kayu yang paling umum seperti kayu jati merupakan jenis kayu yang awet yang masuk dalam kelas I-II dan serba guna. Selain itu jati juga memiliki nilai dekorasi yang indah karena itu menjadi primadona. Kayu jati juga tergolong furniture kayu minimalis yang mudah untuk dibelah dan dibentuk, tidak banyak mengalami penyusutan, tahan air, dan tahan lama.

Melindungi Kayu dari Rayap Menggunakan Cat Kayu


Furniture kayu anti rayap bisa diupayakan salah satunya dengan memberikan perlindungan dari luar. Rayap sendiri keberadaannya telah ditemukan sejak 200 juta tahun silam. Hewan berkoloni ini masuk ke dalam hewan purba. Untuk mengatasi rayap dengan cara yang paling mudah, yakni dengan menggunakan cat anti rayap yang juga anti jamur. Sebenarnya ada dua cara yang bisa dilakukan agar kayu atau furniture kayu yang terbebas dari rayap, pertama dengan perlindungan dari dalam, baru kemudian perlindungan dari luar.

Pertama, pencegahan rayap dari dalam dapat dilakukan dengan menggunakan obat anti rayap yang bisa meresap ke dalam kayu. Proses pencegahan dari dalam ini dapat dilakukan sebelum finishing dengan cara menyuntikkan obat anti rayap ke dalam substrat kayu, salah satu produk yang bisa kamu gunakan adalah Biopolish Natural Oil.

Kedua, pencegahan rayap dari luar bisa dilakukan dengan cat atau produk kayu anti rayap. Kamu bisa menggunakan Biopolish Linseed Oil dengan formulasi khususnya bisa memberikan perlindungan kayu dan mencegahnya dari organisme, jamur, atau hewan yang akan merusak keindahan kayu. Biopolish Linseed Oil dibuat untuk melindungi kayu dari serangga, kandungannya yang aman bagi manusia tapi tidak disukai oleh rayap akan membuat rayap jadi ogah menggerogoti furniture milikmu.

Alasan Rayap Menyukai Kayu


Mungkin di antara kamu ada yang bertanya-tanya, mengapa rayap begitu suka menggerogoti kayu? Ternyata kayu memiliki kandungan selulosa yang kaya dengan energi, jenisnya polisakarida karbohidrat dan beta-glukosa. Sesuai sifat naturalnya, rayap akan berusaha mencari kandungan tersebut di dalam kayu. Baik kayu tersebut telah menjadi furniture maupun telah mati karena tidak digunakan. Biasanya jenis terkahir akan menjadi sasaran empuk pasukan koloni rayap.

Penelitian menunjukkan waktu kerja rayap sangat tinggi, rayap bahkan bisa memakan gedung besar yang konstruksinya terbuat dari kayu. Di sisi lain, rayap memilih tubuh yang berukuran kecil pula. Di mana satu koloni rayap bisa berjumlah hingga 10 juta rayap. Jika tidak dilindungi dengan baik, maka jutaan rayap ini bisa menggerogoti dan menghabiskan furniture kayu minimalis dan berbagai jenis furniture kayu lainnya dalam waktu yang sebentar.

Rayap yang sering menggerogoti kayu sendiri ada dua jenis. Pertama rayap kayu kering yang tidak terlalu tergantung pada air. Rayap kering hanya mencari jenis kayu saja, tidak dalam tanah. Kedua, rayap kayu basah (subterranean) yang biasa bersarang di tanah. Rayap jenis ini memiliki efek rusak yang hebat. Mencari selulasi dari furniture-furniture yang ada di rumah. Pelan-pelan akan membuatnya keropos.

Perawatan Kayu dengan Produk Anti Rayap

Perawatan furniture kayu anti rayap bisa dilakukan dengan cara membersihkan furniture dari kayu yang telah dibersihkan. Ada pula produk cat yang telah dilengkapi dengan kandungan anti rayap, yang bisa bertahan hingga beberapa tahun melindungi baik dari luar maupun dari dalam. Meski sebaiknya bisa dilakukan pemantauan sekitar enam bulan sekali. Perlindungan kayu ini sebenarnya bersifat ganda, karena yang dilindungi tidak hanya perlindungan terhadap rayap, tapi juga goresan, cuaca, hingga jamur.

Sebagaimana yang telah disinggung, Biopolish Natural Oil dan Biopolish Linseed Oil menjadi produk yang bisa menggantikan plitur bahkan pernis dengan tampilannya yang natural. Aplikasi dari produk-produk ini juga mudah. Kamu cukup menyediakan lap untuk meratakannya ke permukaan kayu. Sifat produk yang mudah diaplikasikan ini cocok untuk memberi kesan natural dan membaut tampilan kayu jadi lebih menarik. Rayap dapat dicegah pula dengan melakukan proses recoting, penyemprotan hingga pengelapan dengan kain.

Kelebihan dari produk-produk Biopolish pula, memliki daya tutup yang maksimal. Ini yang membuat material kayu yang sangat rentan dengan serangan serangga, jamur, dan organisme menjadi tertutupi permukaannya dengan baik. Berbagai jenis kayupun bisa cocok menggunakan produk dari Biopolish. Ini akan membuat tampilan dan warna furniture dari kayu bisa bebas dari rayap. Furniture kayu anti rayap pun jadi mudah untuk diterapkan menggunakan produk-produk dari Biopolish. Kayu jadi tambah awet, terlihat natural, dan kuat dari dalam.

Continue Reading

Jepara, kota yang terletak di Jawa Tengah ini memang terkenal dengan produk kayunya yang memiliki kualitas tinggi. Produk kayu dari Jepara sering diburu oleh para pecinta furniture kayu yang di Indonesia maupun di luar negeri. Kualitas produknya pun telah memenuhi standar ekspor dan memberikan keuntungan yang tidak sedikit. Sehingga ada sebagiaan orang yang berminat menginvestasikan tabungannya pada produk-produk furniture kayu dari Jepara. Di samping bentuk-bentuknya yang indah dan estetik, cara merawat furniture kayu jati dari Jepara juga terbilang mudah untuk dibersihkan secara rutin.

Produk-produk furniture kayu Jepara memang beragam. Produk-produk furniture kayu dari Jepara yang sering kita lihat, beragam furniture-nya ini banyak diminatai oleh kelas menengah atas. Dari kursi yang bisa digunakan untuk bersantai, meja untuk ditaruh di ruang tamu dan menyapa orang yang datang berkunjung, atau almari yang bisa mengisi ruang keluarga di rumah. Produk furniture kayu jati dari Jepara ini semakin elegan, ketika dirawat secara rutin bahkan bisa menjadi sebuah mahakarya langgeng yang bisa dijadikan warisan untuk generasi-generasi setelahnya. Untuk itu, membersihkan mebel kayu jati jepara tidak boleh sembarangan agar tetap menjadi warisan.

Cara merawat furniture jati Jepara sebenarnya mudah, karena kamu tak harus membersihkannya setiap hari. Rekomendasi pembersihan bisa kamu lakukan secara mingguan atau bulanan secara rutin. Biasanya furniture kayu dari Jepara yang jarang dibersihkan memiliki tingkat kilau yang rendah. Untuk mempertahankan agar pesonanya tetap estetik dan indah, beberapa kecelakaan yang disebabkan oleh faktor manusia atau hewan dapat kamu hindari. Seperti menaruh benda tajam, jangan membiarkan hewan peliharaan mencakar-cakar, dan kenalilah jika terdapat rayap hingga teter yang bisa memakan furniture kayu dari Jepara kesayanganmu.

Jika kamu pergi ke pengrajinnya langsung, kamu bisa melakukan pemesanan mebel-mebel reproduksi, atau mebel yang diproduksi pada saat sekarang dan tipe desain yang akan digarap merupaka gaya-gaya yang telah berkembang sebelumnya. Seperti gaya Persia, Victoria, atau Edwardian. Yang khas lagi dari furniture kayu dari Jepara adalah ada ornamen ukiran yang kerap disebut sebagai di-stilasi. Yakni suatu teknik ukiran yang awalnya rumit dibuat menjadi lebih sederhana sehingga mudah untuk dibuat dan lebih simpel. Dalam proses konstruksinya juga terdapat teknik-teknik khusus seperti bagaimana melakukan penguncian pada pasak saat pembuatannya, atau seputar teknik sambungan yang mengunci antar bagian kayu.

Kayu Jati Jepara

Ibrahim Hermawan, Try Setiadi A, Ken Gunadi dalam tulisan mereka yang terbit di Jurnal Rekajiva berjudul “Tinjauan Bentuk dan Konstruksi Mebel Jepara” menjelaskan, ada beberapa aspek vital yang saling berkaitan dalam desain mebel (khususnya furniture kayu Jepara), yaitu, bentuk, konstruksi, kenyamanan (ergonomi), dan estetika. Faktor-faktor ini saling berpengaruh dalam mencapai fungsi yang baik secara teknik dan non-teknis. Khusus untuk mebel Jepara sendiri sebenarnya memiliki ciri khas yang lain daripada yang lain, yakni terletak pada motif ukurannya.

Ukiran yang dimiliki oleh furniture kayu dari Jepara sangat beragam. Namun umumnya pada desain krusi, motif seperti flora dengan untaian bagian-bagian dari tumbuh-tumbuhan, motif pilin, serta motif anyaman begitu digandrungi. Ada pula motif adopsi seperti motif Persia yang bernafaskan kaligrafi atau porduk seni Islam abad ke 7. Ciri lain dari furniture buatan Jepara yaitu, 80% desain mebel adalah hand made alias dikerjakan dengan tangan sedangkan yang 20% dikerjakan memakai mesin seperti pada proses-proses memotong, membelah, menghaluskan, hingga finisihing kayu.

Hal tersebut tercermin dalam teknis khusus dalam membentuk bidang horizontal dan vertikal pada permukaan kayu. Ukiran ini meliuk estetis ketika diaplikasikan pada kayu jati yang memiliki sifat khasnya juga, yaitu memiliki permukaan kulit yang dari seratnya saja sudah terlihat artistik kerapatan yang tidak rapuh, permukaan yang ulet, memliki kambium yang padat, dan bisa berahan baik dalam suhu yang kering maupun yang lembab. Dengan kualitas yang seperti ini, maka membersihkan mebel kayu jati Jepara dapat dilakukan dengan penuh perhatian. Berkaca dari hal ini, furniture dengan ukiran indah dari Jepara ini memiliki proses pemeliharaan hingga membersihkan mebel kayu jati Jepara.


Kontruksi Mebel Jepara dan Cara Merawatnya


Dalam jurnal yang ditulis oleh Ibrahim Hermawan dkk tersebut dikatakan pula lontruksi menjadi elemen dasar yang begitu penting dalam dunia desain permbelan, terlebih jika mebel tersebut memiliki banyak ukiran seperti pada funriture kayu dari Jepara. Proses konstruksi semisal pada salah satu produk kursi, bisa memiliki sistem kontruksi yang beragam, salah satunya sistem sambungan interlocking joint (yang memiliki fungsi bisa menyatukan sambungan satu dan yang lain agar menjadi sangat kokoh). Berbeda konstruksi akan menciptakan variasi bentuk yang berbeda pula.

Sayangnya, ketika furniture telah jadi, cara membersihkan furniture jati cukup sulit juga. Apalagi jika bagian-bagian yang diersihkan tersembunyi, semisal di hambalan meja (top table) dan bagian-bagian pada furniture yang tersembunyi. Namun jangan khawatir, kamu bisa menggunakan produk Biopolish Linseed Oil untuk merawat sekaligus membersihkan mebel kayu jati Jepara beserta ukiran-ukirannya yang indah.

Biopolish Linseed Oil inii terbuat dari bahan-bahan yang berkualitas, terdiri dari berbagai campuran natural oil, beeswax, serta linseed oil-nya sendiri. Sangat berguna untuk merawat dan melindungi lapisan furniture mebel Jepara agar tampak natural. Tak hanya itu, produk satu ini juga sangat aman bagi lingkungan dan kesehatan. Fungsi lainnya Biopolish Linseed Oil akan membuat permukaan furniture kayu Jeparamu jadi tampak bersih, higinis, dan produk ini bisa menjadi paint and coating film protection.

Cara pengaplikasiannya pun cukup mudah. Jika kamu ingin melakukan perawatan, sediakanlah lap bersih untuk menggosok serta memoles furniture. Caranya pun cukup mudah sebagai berikut:
1. Pastikan mebel asli Jepara akan dibersihkan dengan media poles yang kering dan bersih, khususnya lap.
2. Oleskan secara tipis dan merata Biopolish Linseed Oil ke permukaan kayu, tunggu sampai meresap ke substrat.
3. Ketika kamu telah memastikan Biopolish Linseed Oil terpapar merata dan halus, gosokkan ke seluruh permukaan media kayu hingga mengkilap alami.
4. Tunggu hingga kering, dan selesai.

Cukup sederhana untuk mengaplikasikannya kan? Yap, banyak cara merawat furniture kayu jati dari Jepara yang bisa kamu aplikasikan. Selain Biopolish Linseed Oil, kamu juga bisa memakai produk dari Biopolish lainnya yang sangat membantu untuk merawat funriture kayu jati dari Jepara. Seperti Biopolish Natural Oil si minyak serba guna yang bisa diaplikasikan ke berbagai jenis furniture kayu, baik yang bersentuhan dengan makanan atau tidak.

Ada pula Biopolish Beeswax yang cocok kamu gunakan untuk peralatan foodware kamu di dapur, bahan komposisi Biopolish Beeswax sangat aman pula bersentuhan dengan kayu yang berfungsi untuk tempat makanan. Kamu juga bisa menggunakan produk Biopolish Leather Care untuk perawatan produk kulit menggunakan bahan alami. Produk kulit ini biasanya melekat pada furniture Jepara, seperti pada kursi. Jadi jangan lupa membersihkannya secara rutin.

Continue Reading

Serangga yang paling ditakuti oleh para pecinta furniture salah satunya adalah rayap. Makhluk kecil satu ini hidup berkelompok atau berkoloni dengan sesamanya. Peran utama rayap sendiri dalam ekosistem lebih bertindak sebagai pengurai (dekomposer). Namun, karena semakin bertambahnya jumlah penduduk, habitat alami rayap semakin berkurang dan berekspansi pada bangunan perumahan serta perabotan manusia. Hal itu dilakukan sebagai cara untuk mempertahankan hidup ketika mencari sumber daya makanan. Setiap tahun, serangan rayap ini cenderung meningkat. Tumbuh sebagai hama yang bagi manusia mengganggu sehingga pada furniture kayu jati semisal, dibutuhkan tips merawat furniture dari kayu anti rayap.
Secara umum, ada dua jenis famili rayap yang banyak ditemui di Indonesia: Rhinitermitidae dan Termitidae. Meski penampakannya tampak remeh, dua famili ini dikenal bisa merusak kayu dan menyerang bangunan. Apalagi jika rayap ini menyerang elemen-elemen penting seperti pilar yang terbuat dari kayu, bisa membahayakan keselamatan jika tak ditangani dengan baik.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Annisa Savitri, Ir. Martini, dan Sri Yuliawati dalam artikel jurnal mereka berjudul “Keanekaragaman Jenis Rayap Tanah dan Dampak Serangan Pada Bangunan Rumah di Perumahan Kawasan Mijen Kota Semarang” menyebut, kerugian ekonomi akibat dari rayap terhadap bangunan perumahan di Indonesia mencapai angka 1,67 trilyun rupiah. Sebab itu, artikel yang terbit di Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro tersebut menyebut, perlu adanya upaya mengendalikan serangan rayap pada bangunan.
Upaya yang dilakukan termasuk sebelum rumah dibangun atau pra konstruksi, sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh SNI-03-2404-1991. Juga mengacu aturan SNI-03-2405-19991 yang mencangkup metode bangunan yang telah jadi atau pasca konstruksi. Hal yang dilakukan pertama kali, yaitu dengan mengenali jenis rayap yang menyerang, kemudian menentukan jenis pembasmian serta perlindungan yang tepat. Kedua, untuk perumahan yang dekat dengan perkebunan karet, tempat yang dianggap menjadi habitat rayap perlu lebih ekstra berhati-hati untuk melakukan perlindungan. Seperti yang ada di Kecamatan Mijen Kota Semarang.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Annisa Savitri dkk itu menunjukkan, presentasi umur bangunan di Perumahan Kawasan Mijen Kota Semarang yang berumur kurang dari 7 tahun sebanyak 39 persen, berusia 8-14 tahun sebanyak 52 persen, dan lebih dari 15 tahun sebanyak 9%. Sampel diambil dari 65 bangunan rumah menggunakan teknik accidental sampling. Sedangkan frekuensi kerusakan yang terjadi pada jenis komponen rayap menyerang: kusen pintu (33 persen), kusen jendela (28 persen), pintu (13 persen), jendela (8 persen), dan perabot lain (18 persen).
Sedangkan jenis kayu yang banyak digunakan adalah kayu jati. Untuk itu, cara membersihkan furniture kayu jati penting untuk mencegah terjadinya kerusakan. Sebab srangga rayap ini bisa melakukan adaptasi dalam berabgai kondisi. Inspeksi secara rutin pada furniture, mebel, dan properti lain menjadi tips merawat furniture dari kayu anti rayap yang perlu diterapkan.


Hindari Kerasakan Furniture Karena Rayap dengan Perawatan yang Benar


Jika ingin mencegah datangnya rayap pada bangunan, ketahuilah bagaimana kondisi lingkungan yang ada pada sekitar bangunan, termasuk jenis kayu dan rayap yang kemungkinan muncul. Sadari pula bahwa rayap keberadaannya bisa sangat tinggi jika berada pada lingkungan berikut: berada pada kelembaban yang tinggi, langsungan berhubungan dengan tanah, dan kayu tersebut memiliki banyak kandungan selulosa yang disukai rayap.
Perhatikan pula jenis furniture kayu jati yang telah berusia tua, karena semakin tua kemungkinan terserang lebih besar. Meskipun umur tak begitu mempengaruhi jika dilakukan perawatan dan pemeliharaan yang benar. Rayap biasanya datang melalui celah-celah yang sempit. Mobilitas rayap yang menciptakan jalurnya sendiri, serupa lorong-lorong antara (shelter tubes) semakin mendukung pergerakan mereka untuk membuat sarang-sarang pada furniture dan merusaknya.
Cara membersihkan furniture kayu jati dari rayap saat pasca kontruksi, bisa dilakukan dengan menginjeksi lantai bangunan dengan bahan anti rayap atau yang dikenal dengan termitisida. Salah satu produk Biopolish Linseed Oil. Produk ini bisa membuat mebel dan furniture kayu anti rayap.

Diformulasikan secara alami dengan komposisi yang aman bagi kesehatan serta lingungan. Produk ini bisa kamu gunakan untuk melindungi furniture baik di dalam mapun di luar ruangan. Dikemas dalam wadah cup, bentuk cream, sangat cocok untuk merawat furniture kayu yang bebas dari rayap.
Karakter pokok dari Biopolish Linseed Oil adalah, memiliki natural anti septic yang bisa digunakan untuk mencegah munculnya bakteri dan jamur yang merusak funriture. Ini dikarenakan Biopolish Linseed Oil memiliki kandungan minyak pinus yang berfungsi sebagai bahan anti-septic alami yang menjaga kondisi higinitas furniture kayu. Serta mencegah datangnya jamur dan bakteri, termasuk rayap-rayap yang merusak kayu jati kesayangan kamu.


Menyemprot Kayu Secara Berkala


Tips merawat furniture dari kayu anti rayap Selanjutnya dengan melakukan penyemprotan kayu dengan produk anti rayap untuk mencegah kerusakan yang lebih parah. Tips membersihkan furniture kayu berikutnya, masyarakat diharapkan membersihkan lokasi di sekitar rumah, terlebih yang ada bekas kayu-kayu konstruksi yang tak terpakai, di mana kayu tersebut langsung berhubungan dengan tanah. Ini untuk mencegah adanya pembentukan sarang di kayu-kayu tersebut, yang bisa menjalar ke furniture yang ada di dalam rumah.
Penyemprotan kayu ini bisa kamu lakukan dengan Biopolish Natural Oil. Produk ini sangat berguna untuk membersihkan berbagai peralatan kayu, dari tempat makanan, patung, kaligrafi, hiasan, hingga produk kayu sehari-hari. Termasuk juga kusen pintu, jendela, almari, meja, kursi, dan lain-lain. Dengan sentuhan dari Biopolish Natural Oil akan membuat kayu jadi tampak menawan. Biopolish Natural Oil juga mempunyai fungsi ganda untuk finishing mebel kayu dan perawatan furniture kayu dengan mengembalikan tampilan alaminya.
Tips membersihkan furniture kayu sekaligus tips merawat furniture dari kayu anti rayap menggunakan Biopolish Natural Oil dengan cara menyemprotkannya. Caranya dengan memastikan furniture yang akan dibersihkan dalam keadaan kering dan bersih. Terbebas dari debu yang kotor. Lalu semprotkan Biopolish Natural Oil pada permukaan kayu. Gosok dengan kain berbahan lembut hingga bersih dan mengkilap. Biopolish Natural ini ketika disemprotkan ke permukaan kayu bisa meningkatkan keindahan kayu, memberi efek water repellent, mencerahkan permukaan kayu, dan mencegah serangan organisme masuk ke dalam substrat kayu.
Cocok diaplikasian pada furniture kayu yang terlihat kusam dan kotor. Kamu bisa melakukan perawatan secara teratur dengan menggunakan produk satu ini. Baunya yang tidak menyengat juga aman bagi hidung. Selain itu, dalam melakukan penyemprotan ada hal-hal yang perlu kamu perhatikan. Seperti jarak menyemprot, jangan terlalu jauh dan jangan terlalu dekat. Jika terlalu dekat maka Biopolish Natural Oil akan terlalu tebal. Setidaknya berjarak satu jengkal. Perhatikan pula sudut penyemprotan agat lebih merata dan usahakan teknik menyemprotnya dilakukan dengan stabil. Produk yang telah terolesi dengan Biopolish Natural Oil secara warna akan tambah lebih kuat dan seperti baru.

Continue Reading

Furniture kayu jati mempunyai prestise-nya sendiri, banyak orang menginginkannya sebagai koleksi. Tak hanya untuk keperluan praktis, tapi juga seni. Semakin berumur lama dan terawat, furniture bisa tampil sangat menarik, enak dipandang, adem ketika dipegang, serta kokoh menghadapi perubahan cauca. Untuk mencapai hal ini diperlukan cara merawat furniture kayu jati yang tepat. Banyak rumah memiliki furniture jenis kayu jati dan berbagai cara pun dilakukan untuk melakukan perawatan yang benar.

Keunggulan kayu jati lainnya adalah tidak berubah bentuk dan tidak cepat rusak. Meskipun musim yang ekstrim terkadang melanda kota dan provinsi, baik musim hujan dan kemarau, jika furniture diletakkan dan diposisikan secara benar pasti akan awet. Usianya bisa mencapai ratusan tahun, semisal kayu jati pendem yang memiliki umur hingga 10 dekade alias seratus tahun. Cara merawat furniture kayu jati pun disesuaikan dengan jenis kayu bahkan dilihat dari umurnya agar sesuai secara maintenance.

Sebenarnya meski perabot kayu jati memiliki nilai ekonomi yang tinggi, biaya perawatan tak membutuhkan kocek yang begitu tebal. Jika kotorannya cukup sederhana, kamu tinggal mengambil lap bersih yang dicelupkan ke air dan digosok hingga kotoran hilang tanpa melukai permukaan. Ketika sudah selesai, gosong ulang menggunakan kain lap yang bersih. Cara merawat furniture kayu jati ini merupakan cara yang umum. Ada pula maintenance lain yang lebih menyeluruh dan kinclong menggunakan bahan-bahan khusus, semisal produk dari Biopolish.

Bahkan ketika kamu tergolong dalam pribadi orang-orang yang memiliki karakter semarak dan ramai, perabotan kayu jati tak akan mengganggu perabotan lain kok. Furniture kayu jati bisa friendly dengan berbagai jenis dekorasi ruangan. Bisa cocok dengan berbagai material kaca, kain, kertas, dan lain-lainnya. Bahkan perabot kayu kati bisa menambah indah ruangan sesuai dengan kebutuhan yang kamu inginkan. Sayangnya butuh cara merawat furniture kayu jati khusus semisal biar perabot tak diserang dengan jamur hingga binatang-binatang nakal yang bisa merusak kehalusan kayu. Untuk maintenance lanjutan pula, jangan lupa untuk melindungi permukaan kayu dengan material khusus seperti kain, karpet, alas meja, dan lain-lain.

Merawat Warna Furniture Kayu Jati

Karakteristik kayu jati tentu berbeda dengan kayu jenis lainnya. Hal ini bisa dilihat dari warna dan serat kayu jati. Serat biasanya akan terlihat gelombang-gelombang halus bergaris yang membentuk spiral, lingkaran, atau garis melengkung dan lurus yang random. Teknik agar serat kelihatan memiliki citra yang menonjol diperlukan cara merawat furniture kayu jati yang sesuai. Untuk warnanya sendiri, semakin tua biasanya akan semakin gelap, coklat tua hingga hitam. Semakin tua, furniture kayu jati akan lebih bernilai ekonomis (lebih mahal). Ini menjadi pertimbangan beberapa orang juga ketika hendak membelinya.

Untuk menjaga kualitas warna furniture kayu jati agar terjaga kualitasnya, produk-produk Biopolish dapat digunakan untuk merawatnya. Misal untuk cara merawat furniture kayu jati yang merupakan peralatan makanan dari kayu, bisa kamu gunakan Biopolish Beeswax. Produk ini sangat tepat untuk digunakan di beberapa media khususnya bagi perawatan wooden kitchen ware. Biopolish Beeswax membuat peralatan makan jadi aman, karena produk ini dibuat khusus tanpa ada campuran zat kimia berbahaya dalam pembuatannya. Seperti minyak khusus, kandungan antiseptik, antri sinar UV, hingga water  resistance yang aman. Bahan ini tentu bisa mencegah masalah-masalah yang diakibatkan karena jamur, air, serta sinar matahari.

Biopolsih Beeswax juga berkasiat tinggi dalam menambah ketajaman warna kayu. Cara merawat furniture kayu yang diformulasikan menggunakan Biopolish Beeswax merawat dan menjaga ketahanan warna karena adanya proses alami, yaitu oksidasi. Oksidasi terjadi karena akibat bersentuhan dengan oksigen hingga paparan sinar matahari. Selain itu Biopolish Beeswax merupakan produk yang tak akan berpengaruh pada bau serta rasa peralatan makan. Sertifikat standar food grade juga telah dikantongi untuk mejamin keamanan produk. Ketika menggunakan produk ini, makanan yang diletakkan pada perabotan yang dirawat dengan Biopolish Beeswax akan tetap aman. Menggunakan Biopolish Beeswax juga bisa membuat warna asli dari perabot kayu jadi tambah cerah seperti sedia kala.

Untuk menjaga warna kayu jadi tetap seperti sedia kala, jangan lupa pula untuk menepatkan furniture kayu jati secara tepat. Akan percuma jika warnanya sangat indah tapi kamu meletakkan di tempat yang salah. Penempatan yang benar ini menjadi bagian cari cara merawat furniture kayu jati yang bisa kamu aplikasikan. Pilihlah tempat yang tidak telalu panas dan terhindar dari sinar matahari secara langsung. Sebab sinar matahari memiliki peran besar membuat perabotan kayu jati jadi tambah kusam sebagaimana kulit manusia yang cepat kusam ketika terkena sinar matahari yang cukup lama. Selain itu sinar matahari bisa membuat warna perabotan kayu jati jadi memudar.

Merawat Warna Furniture Kayu Jati dengan Oil Serbaguna

Jika kamu bingung bagaimana melakukan cara merawat furniture kayu jati khususnya untuk perabotan yang kusam, kamu bisa menggunakan oil serbaguna Biopolish Natural Oil. Produk ini aman digunakan baik untuk produk kayu jati sebagai interior maupun eksterior. Produk ini diformulasikan khusus pula untuk pemoles perabotan kayu jati secara rutin, efeknya sebagaimana ketika kamu mengaplikasikan varnish kayu (pelitur) ke permukaan.

Tak hanya itu Biopolish Natural Oil juga cocok jika kamu ingin membuat kesan warna yang natural look bagi perabotan favoritmu. Cara pengaplikasiannya pun sangat praktis dan mudah untuk digunakan. Tinggal sedikan lap, lalu gosok hingga merata. Setelah produk meresap ke dalam substrat dalam kayu secara sempurna, hasil tak akan mengecewakan. Kayu akan lebih terlihat eksotis sebagaimana awal membeli. Cocok pula karena produk ini tidak meninggalkan lapisan film pada kayu yang dianggap mengganggu. Cara merawat furniture kayu jati menggunakan Biopolish Natural Oil bisa kamu aplikasikan secara berkala, di samping kamu merawatnya secara teratur.

Nah, meskipun furniture yang kamu miliki terletak di tempat yang cukup lembap semisal ruangan ber-air conditioner (AC), kamu tetap bisa melakukan cara merawat furniture kayu jati yang maksimal. Meski tak bisa dipungkiri ruangan AC bisa memudahkan perabotan terkena udara yang membuat kayu jadi dingin dan suhunya menyusut. Jangan ragu untuk membersihkan debu dan kotoran yang menyelimutinya menggunakan sulak (kemoceng). Gunakan lap yang halus juga, meski hindari menggunakan lap yang terbuat dari silokon karena strukturnya yang cukup berbeda bisa membuat permukaan kayu jadi lecet. Jika sudah lecet maka warnanya pun akan jadi rusak.

Untuk menambah kesan warna baru pula dalam membersihkan, kamu dapat menerapkan cara merawat furniture kayu jati berikut ini: gunakanlah kuas dan sikat. Fungsi dari dua alat serbaguna ini adalah bisa digunakan untuk membersihkan bagian-bagian yang sulit dijangkau. Semisal untuk perabot kayu jati khusus yang memiliki banyak celah. Semisal pada ukiran lemari, buffet, hingga tempat tidur. Bersihkanlah menggunakan dengan kuas secara tekun. Caranya cukup mudah seperti halnya kamu sedang menyapu, tapi menyapu di permukaan kayu jati.

Continue Reading