Poles talenan kayu food grade dibutuhkan agar talenan kayu tetap bersih, aman, dan awet.
Masih banyak yang mengira talenan cukup dicuci sampai bersih. Padahal, meskipun sudah dicuci, talenan kadang tetap berbau, kusam, bahkan bisa berjamur. Hal ini terjadi karena kayu memiliki pori-pori yang mudah menyerap air, noda, minyak, bau, dan sisa bahan masakan.
Talenan kayu tidak hanya perlu dibersihkan, tetapi juga dirawat dengan poles kayu food grade.
Terlebih, talenan digunakan untuk kontak langsung dengan makanan. Jadi, produk perawatannya tidak boleh sembarangan. Pilih poles yang aman jika bersentuhan dengan makanan, tidak meninggalkan residu kimia, serta tidak mengubah rasa maupun aroma bahan makanan.
Baca Juga : Produk Bambu Ekspor Ini Gunakan Finishing Biopolish Beeswax
Apa Itu Food Grade?
Food grade adalah istilah untuk bahan atau produk yang aman digunakan pada permukaan yang bersentuhan dengan makanan. Artinya, bahan tersebut tidak beracun, tidak mudah melepaskan zat berbahaya, serta tidak mengubah rasa makanan maupun aroma makanan.
Dalam konteks talenan, food grade menjadi penting karena talenan dipakai langsung untuk memotong buah, sayur, roti, daging, ikan, dan berbagai bahan masakan lain. Jika produk perawatannya tidak jelas keamanannya, sisa bahan dari produk tersebut bisa menempel di permukaan kayu dan ikut bersentuhan dengan makanan.
Baca Juga : Pengrajin Kayu di Magelang Produksi Utensil Murah dan Aman, Simak Rahasianya
Selain food grade, ada juga istilah food safe dan food contact. Ketiganya berkaitan dengan keamanan pangan. Untuk talenan kayu, produk poles yang ideal bukan hanya membuat kayu terlihat lebih bagus, tetapi juga sesuai untuk permukaan yang digunakan saat menyiapkan makanan.
Oleh karena itu, memilih poles kayu food grade jauh lebih tepat dibanding memakai poles kayu biasa. Apalagi talenan termasuk alat yang sangat sering terkena bahan makanan secara langsung.
Fungsi Poles Talenan Kayu
Talenan kayu perlu dipoles karena kayu berpori. Saat sering terkena air, dicuci, kayu bisa menyerap air berlebih bisa mengembang, lembap, dan berjamur. Disisi lain jika terus dibiarkan kering kayu juga bisa terlihat kusam hingga retak.
Poles kayu menciptakan efek water repellent yang mencegah penyerapan berlebih. Bahan poles juga menjaga kelembapan kayu tetap ideal, tidak lembap dan tidak pula terlalu kering.
Pori kayu juga bisa menyerap noda dan bau dari bahan masakan. Misalnya bau bawang, ikan, daging, cabai, atau bumbu dapur yang aromanya kuat. Jika tidak dirawat dengan benar, talenan bisa tetap terasa kurang bersih meskipun sudah dicuci.
Poles membantu merawat permukaan talenan agar tidak terlalu mudah menyerap air, noda, dan bau. Selain itu, poles juga membantu menjaga serat kayu tetap halus dan warna kayu terlihat lebih hidup.
Dengan perawatan ini talenan tetap higienis dan nyaman digunakan.
Poles Kayu yang Tidak Cocok untuk Talenan
Berikut bahan poles kayu yang sebaiknya tidak digunakan untuk talenan:
1. Minyak Goreng
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah memakai minyak goreng untuk memoles talenan. Sekilas, minyak goreng memang bisa membuat kayu terlihat lebih lembap. Namun, bahan ini tidak cocok untuk perawatan talenan kayu.
Minyak goreng berisiko menimbulkan bau tidak sedap, terasa lengket, dan kurang nyaman jika menempel pada permukaan yang kontak langsung dengan makanan. Jika memakai minyak goreng, permukaan talenan justru bisa terasa kurang bersih.
2. Pernis, Thinner, dan Poles Furniture Biasa Perlu Dihindari
Poles furniture biasa juga belum tentu aman untuk talenan. Produk seperti ini umumnya dibuat untuk meja, kursi, lemari, atau pajangan kayu. Tujuannya lebih banyak untuk memperindah tampilan furniture, bukan untuk permukaan yang digunakan sebagai alas potong makanan.
Pernis dan bahan ber-thinner juga sebaiknya dihindari. Selain memiliki bau menyengat, lapisan seperti ini lebih cocok untuk finishing furniture. Untuk menjaga talenan kayu aman untuk makanan, pilih produk yang tanpa thinner, tanpa pernis, dan memang ditujukan sebagai poles kayu food grade.
Rawat Talenan Kayu secara Berkala
Perawatan ini bisa dilakukan secara berkala, terutama saat talenan mulai terlihat kering, warnanya memudar, atau setiap saat dibutuhkan. Dengan poles talenan kayu food grade seperti Biopaint Biopolish Beeswax, talenan kayu bisa tetap terawat, lebih terlindungi, dan aman digunakan.
Merawat talenan kayu sebaiknya tidak menunggu sampai permukaannya rusak. Pilih poles yang memang sesuai untuk kontak makanan agar talenan tetap bersih, nyaman, dan lebih awet digunakan setiap hari.
Untuk pemesanan Biopaint Biopolish Beeswax atau informasi lebih lanjut mengenai produk, cara penggunaan, dan kebutuhan perawatan talenan kayu, silakan klik banner di bawah ini.
