Biopolish

Spatula Kayu Berjamur dan Bau? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

merawat spatula kayu

Bagi pengguna teflon, spatula kayu sering disarankan karena lebih aman dan tidak membuat permukaan teflon tergores. Selain itu, spatula kayu juga memiliki tampilan minimalis dan estetik sehingga dapat mempercantik dapur. Koleksi peralatan dapur kayu seperti mangkuk, sendok, dan piring pun terasa kurang lengkap tanpa adanya spatula kayu.

Namun, sebagian orang masih enggan memakai spatula kayu karena dianggap mudah berjamur dan bau. Padahal, spatula kayu yang rutin dibersihkan dan dirawat tidak akan mudah berbau maupun berjamur.

Baca Juga : 4 Bahaya Talenan Kayu Berjamur yang Menjadi Sumber Penyakit

Lalu, apa saja penyebab spatula kayu menjadi bau dan berjamur? Bagaimana cara mencegahnya agar tetap aman dan higienis digunakan?

Penyebab Spatula Kayu Bau dan Berjamur

Supaya penggunaan spatula kayu tetap aman dan higienis, penting untuk memahami beberapa faktor yang dapat memicu bau dan jamur. Berikut di antaranya.

1. Spatula kayu menyerap sisa masakan

Spatula kayu merupakan material alami yang memiliki pori-pori. Melalui pori-pori inilah kayu dapat menyerap cairan, termasuk air, minyak, dan sisa bahan makanan.

Sisa makanan yang mengendap dapat menjadi sumber makanan bagi bakteri dan jamur. Bau yang muncul pada spatula kayu bisa berasal dari sisa makanan maupun jamur yang mulai tumbuh pada permukaannya.

2. Tidak segera dicuci setelah digunakan

Spatula kayu tetap aman digunakan untuk memasak berbagai jenis makanan selama langsung dicuci setelah dipakai. Masalah biasanya muncul ketika sisa makanan dibiarkan terlalu lama menempel pada permukaan spatula.

Jika tidak segera dibersihkan, bakteri dapat berkembang pada permukaan kayu. Sebaliknya, jika langsung dicuci dengan sabun dan spons, sisa makanan bisa terangkat sehingga tidak sempat memicu bau maupun pertumbuhan jamur.

3. Direndam terlalu lama di dalam air

Merendam spatula kayu terlalu lama dapat membuat pori-pori kayu menyerap terlalu banyak air. Akibatnya, kayu menjadi lembap dan berisiko membengkak.

Kondisi lembap seperti ini sangat mudah memicu pertumbuhan jamur. Karena itu, spatula kayu sebaiknya tidak dibiarkan terendam di wastafel terlalu lama setelah digunakan.

4. Disimpan di tempat yang lembap, gelap, dan tertutup

Setelah dicuci bersih, spatula kayu sebaiknya segera dikeringkan dengan kain, lalu disimpan di tempat yang kering dan memiliki sirkulasi udara baik. Spatula bisa digantung atau diletakkan berdiri di wadah sendok.

Hindari menyimpannya di tempat yang gelap, tertutup, dan lembap karena kondisi seperti ini dapat mempercepat pertumbuhan jamur serta memunculkan bau tidak sedap.

5. Ada retakan pada permukaan kayu

Retakan pada spatula kayu dapat menjadi celah masuknya sisa makanan dan air. Akibatnya, spatula menjadi lebih sulit dibersihkan.

Jika dibiarkan, bagian retak tersebut bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur. Itulah sebabnya spatula kayu yang mulai retak perlu lebih diperhatikan perawatannya.

Cara Mencegah Spatula Kayu agar Tidak Bau dan Berjamur

Setelah mengetahui penyebabnya, langkah berikutnya adalah melakukan perawatan yang tepat. Berikut cara mencegah spatula kayu agar tetap bersih dan awet.

1. Segera cuci spatula dengan air dan sabun

Setelah selesai digunakan, spatula kayu sebaiknya segera dicuci menggunakan air dan sabun. Pastikan permukaannya sudah tidak licin dan tidak ada sisa makanan yang masih menempel.

Setelah dicuci, spatula perlu segera dikeringkan dengan kain agar air tidak terlalu lama menempel pada permukaan kayu.

2. Simpan di tempat dengan aliran udara yang lancar

Simpan spatula kayu di tempat yang terang dan memiliki sirkulasi udara baik. Cara ini membantu spatula lebih cepat kering dan mengurangi risiko kayu menjadi lembap.

Penyimpanan yang tepat juga penting untuk mencegah munculnya jamur dan bau apek pada spatula kayu.

3. Gunakan poles kayu untuk membantu mencegah lembap, retak, dan jamur

Membersihkan spatula saja sebenarnya belum cukup. Agar perlindungannya lebih optimal, spatula kayu juga perlu dirawat menggunakan bahan poles kayu. Banyak orang memilih poles alami berbahan beeswax untuk merawat peralatan kayu.

Anda bisa memoles spatula kayu yang sudah bersih dan kering menggunakan Biopaint Biopolish Beeswax. Kandungan beeswax atau lilin lebah pada produk ini membantu memberikan efek water repellent, yaitu membantu menghambat air agar tidak mudah terserap ke dalam kayu.

Selain itu, Biopolish Beeswax juga membantu mengembalikan kilau alami dan warna kayu yang mulai kusam. Produk ini aman digunakan untuk peralatan masak dan alat makan dari kayu karena sudah food safe dan bersertifikat FDA (Food and Drug Administration), sehingga aman jika bersentuhan langsung dengan makanan.

Dengan perawatan yang tepat, spatula kayu dapat terhindar dari bau tidak sedap, tidak mudah berjamur, dan aman bagi kesehatan keluarga.

Untuk pemesanan Biopaint Biopolish Beeswax dan informasi lebih lanjut, silakan klik banner di bawah ini.

Kitchenware

 

Exit mobile version