Biopolish

Teak Oil untuk Kayu: Kegunaan, Kelebihan, dan Risikonya

Teak oil banyak dipakai sebagai bahan finishing yang sederhana dengan hasil natural. Tidak semua orang menyukai tampilan kayu yang berlapis film seperti pada penggunaan pernis atau plitur. Banyak yang menginginkan tampialn alami yang mana serat dan tekstur kayu masih berasa asli ketika disentuh. Apalagi jika kayunya sudah punya warna dan tampilan natural yang indah.

Inilah alasan penggunaan teak oil sebagai bahan finishing. Ia memberikan hasil natural tanpa membentuk lapisan film kaku. Selain estetika, teak oil juga punya fungsi lain, dan ada risiko atau kekurangan yang perlu Anda pertimbangkan sebelum memilih bahan ini.

Namun sebenarnya apa itu teak oil? apa saja fungsinya untuk kayu dan apakah ada risiko dibalik penggunaannya? simak jawaban lengkapnya di dalam artikel ini.

Apa Itu Teak Oil dan Untuk Apa Digunakan

Meskipun namanya “teak oil” namun bahan ini tidak berasal dari minyak kayu jati dan tidka pula dikhususkan untuk penggunaan pada kayu jati saja. Teak oil hanyalah istilah, pemberian nama tersebut bertujuan untuk meniru kualitas perlindungan dari minyak alami yang terdapat pada kayu jati.

Teak oil itu sendiri hampir mirip dengan natural oil lainnya, hanya saja komponennya sedikit berbeda. Natural oil terbuat dari bahan alami murni seperti linseed oil atau tung oil.

Sementara teak oil merupakan natural oil yang sudah dicampur dengan bahan kimia. Teak oil terdiri dari varnish, thinner, dan natural oil, netural oil yang digunakan bisa berupa tung oil atau linseed oil.

 Kegunaan dari teak oil adalah menciptakan tampilan alami karena bahan ini terserap ke dalam pori, bukan membentuk lapisan film seperti cat atau pernis.

Kelebihan Teak Oil Dibanding Finishing Lain

Ada beberapa kelebihan teak oil yang membuatnya dipilih dibanding finishing lain:

  1. Tampilan alami tanpa membentuk lapisa, serat dan tekstur masih berasa asli.
  2. Memberi perlindungan terhadap faktor kerusakan seperti kelembapan dan air.

Kekurangan dan Risiko Penggunaan Teak Oil

Dibalik keunggulan di atas, teak oil juga punya kekurangan dan risko yang perlu dipertimbangkan. Meski tampilannya terlihat alami namun bukan berarti bahan ini aman.

1. Bau tajam menyengat

Teak oil sudah dicampur dengan bahan kimia, itu sebabnya baunya dapat terasa tajam menyengat. Bisa membuat kepala terasa pening serta risiko kesehatan jangka panjang.

2. Tidak bisa digunakan untuk kayu yang bersentuhan langsung dengan makanan.

Contohnya pada penggunaan peralatan makan kayu atau alat masak. Sebaiknya bahkan jangan Anda menggunakan teak oil, ini karena kandungan kimia di dalamnya. Bahan kimia ini bisa bermigrasi atau berpindah ke makanan dan masuk ke tubuh.

Begitupun pada meja makan, jika makanan terkena meja dengan teak oil sebaiknya jangan digunakan kembali. Selain itu perhatikan juga keamanan anak-anak. Furniture atau mainan kayu anak-anak sebaiknya tidak difinishing atau dirawat dengan teak oil karena anak-anak sering menggigit kayu tersebut.

Finishing Kayu yang Aman untuk Kontak dengan Makanan

Hasil finishing natural yang terserap ke dalam serat tanpa membentuk lapisan fim juga bisa diperoleh dengan penggunaan Biopolish. Berbeda dengan teak oil, Biopolish terbuat dari bahan alami murni yang aman. Biopolish juga sudah tersertifikasi FDA (Food Drug And Administration).

Produk Biopolish terdiri dari dau jenis yaitu Biopolish Natural Oil dan Biopolish Beeswax. Biopolish Beeswax terbuat dari lilin lebah alami, sementara Biopolish Natural Oil terbuat dari minyak alami.

Biopolish Beeswax banyak dipakai untuk alat makan kayu dan alat masak kayu yang bersentuhan langsung dengan makanan. Sementara natural oil bisa digunakan pada bidang yang lebih luas seperti meja atau furniture lainnya.  Keduanya merupakan bahan finishing dan perawatan kayu yang aman bagi kesehatan maupun lingkungan.

Untuk memesan produk dari Biopolish, silakan klik banner di bawah ini.

Natural look finishing oil based
Kontak mudah pesan Biopolish Natural Oil

Exit mobile version