Kayu memiliki daya tarik alami yang sulit disaingi bahan lain. Material ini memang kokoh, namun permukaannya terasa lembut dengan corak serta warna yang indah. Untuk menjaga keindahan ini, langkah terbaik adalah dengan memolesnya menggunakan bahan yang tepat dan cara yang benar.
1. Menentukan Waktu yang Tepat untuk Memoles
Pemolesan sebaiknya dilakukan ketika permukaan kayu mulai tampak kusam atau kering. Tanda lainnya adalah warna yang memudar dan serat yang terasa kasar. Tidak perlu menunggu rusak, pemolesan rutin secara berkala justru membuat kayu selalu sehat dan berumur panjang.
Baca Juga : Jenis Pengkilap Kayu Alami agar Furnitur Tampak Seperti Baru
2. Menyiapkan Permukaan Kayu
Kayu yang sudah dicat, dipernis, atau dibiarkan alami semuanya bisa dipoles. Tidak wajib diamplas, asalkan permukaannya bersih dari debu, minyak, dan noda. Permukaan yang bersih membantu bahan poles meresap ke dalam serat kayu, sehingga perlindungannya lebih optimal dan merata.
3. Pemilihan Bahan Poles yang Tepat
Kunci memperoleh hasil poles yang memuaskan terletak pada bahan yang digunakan. Biopolish Natural Oil adalah contoh bahan alami yang dapat digunakan pada semua jenis kayu. Kandungan minyak nabatinya bekerja secara alami, meresap ke dalam serat tanpa menutup pori-pori. Hasilnya, kayu terlihat mengilap alami, tetap lembap, dan terasa halus.
4. Teknik Aplikasi yang Efektif
Gunakan kain lembut, halus, dan bersih. Ambil sedikit minyak dan oleskan tipis-tipis mengikuti arah serat kayu atau gerakan memutar. Biarkan beberapa saat agar minyak meresap. Hindari penggunaan berlebihan, lapisan secukupnya namun merata justru lebih efektif dan mudah dirawat.
Memoles Kayu Lama atau Berlapis Finishing
Kayu yang sudah dicat atau dipernis tetap bisa dipoles. Bahan alami seperti Biopolish tidak merusak lapisan lama, justru memperbaruinya dengan mempertegas warna dan memperkuat kilau. Permukaan akan tampak baru, warnanya lebih tegas, dan serat kayu terlihat menonjol kembali.
Menjaga Kelembapan dan Kelenturan Serat
Kelebihan lain dari minyak alami adalah kemampuannya menjaga elastisitas serat kayu. Serat yang lentur membuat permukaan tidak mudah retak meski suhu dan kelembapan udara berubah. Dengan pemolesan rutin, kayu tetap kokoh tapi terasa lembut saat disentuh.
Frekuensi Pemolesan yang Disarankan
Untuk furnitur dalam ruangan, cukup lakukan pemolesan ulang setiap beberapa hari atau beberapa minggu sekali. Sementara kayu luar ruangan bisa lebih sering, terutama bila sering terkena sinar matahari. Tidak perlu terlalu banyak asalkan merata untuk menjaga kelembapan dan kilau alami.
Ciri Hasil Polesan yang Baik
Kayu yang dipoles dengan benar memiliki permukaan halus, warna lebih dalam, dan serat terlihat jelas dengan kilau lembut alami. Kilau yang muncul bukan pantulan palsu dari lapisan luar, melainkan pantulan alami dari serat yang sehat dan terjaga.
Menghindari Kesalahan Umum
Kesalahan yang sering terjadi adalah penggunaan bahan poles berbasis solvent keras. Lapisan ini memang memberi efek kilap cepat, tapi kandungan kimianya kurang aman dan tidak ramah lingkungan.
Manfaat Pemolesan Rutin
Semakin sering memoles kayu dengan Biopolish Natural Oil, warna kayu semakin indah, tekstur semakin lembut, dan berkilau alami. Pemolesan ini adalah proses perawatan jangka panjang.
Untuk pemesanan Biopolish Natural Oil silahkan klik banner di bawah ini.






