hubungi biopolish
Home Blog

Semua Tentang Kulit Pull Up Yang Perlu Anda Ketahui

Pernah mendengar istilah kulit pull up? Mungkin nama jenis kulit ini tidak familiar di indonesia. Padahal jenis kulit pull up leather ini banyak di gunakan dalam berbagai kerajinan kulit hingga fashion kulit. Karakteristik yang paling mencolok dari jenis kulit ini adalah tekturnya yang seperti jenis kulit distracted atau ketika di tarik akan mengalami perubahan warna. Mirip sekali dengan jenis kulit anilin.

Jika anda berencana membeli kerajinan kulit asli atau sedang mencari informasi mengenai jenis jenis kulit, mari berkenalan dengan jenis kulit yang satu ini. Apa itu kulit pull leather, bagaimana proses pembuatanya hingga perawatan yang dilakukan.

Apa Itu Kulit Pull Up?

Kulit pull up atau pull up leather adalah jenis kulit yang diwarnani dengan zat anilin dan mengalami pigmentasi. Jenis kulit pull up ini sangat mirip dengan kulit anilis. Terbuat dari kulit berkualitas dan alami. Lapisan yang diberikan berupa warna dan minyak membuat warnanya terlihat lebih gelap dibandingkan dengan jenis kulit aniline.

Nama pull up sendiri karena efek khas dari jenis kulit ini ketika di tarik dari dua arah yang berlawanan. Minyak dan lilin yang melapisi jenis kulit ini memberikan corak dan warna yang indah dan unik. Serta memiliki variasi tekstur yang lebih halus. Karena merupakan jenis kulit anilin yang di finishing lama kelamaan jenis kulit ini akan menua seiring berjalan waktu atau menimbulkan efek patina serta tanda tanda goresan akan nampak.

Jika anda menemukan ciri ciri dibawah ini, dapat dikatakan bahwa jenis kuli tersebut merupakan pull up leather. Berikut ini karakteristik yang menonjol dari jenis kulit pull up leather :

  • Jenis kulit ini seiring bertambah waktu akan nampak layaknya jenis kulit distracted leather
  • Ketika di tarik warna bahan kulitnya akan lebih terang
  • Memudar jika terkena sinar matahari secara langsung
  • Mudah tergores namun juga mudah di hilangkan
  • Mengalami efek patina yang berasal dari lapisan minyak
  • Warnanya cukup bervariasi tergantung dari proses pewarnaan yang dilakukan

Bagaimana Proses Pembuatan Kulit Pull Up Leather ?

Kulit pull up berasal dari kulit binatang bagian luar. Bagian bawah kulit ini di amplas namun beberapa bagian tetap di pertahankan kondisi alaminya. Setelah itu bahan kulit di finishing dengan pewarna dan minyak. Sehingga akan mengembangkan efek patina dengan cepat.

Jenis kulit ini di pasaran banyak yang menyebutnya sebagai kulit PU namun sebaiknya anda tidka usah bingung. Kulit Pull up berbeda dengan jenis kulit PU. Jenis kulit PU merupakan polyurethane leather atau jenis kulit sintetis. Bukan merupakan jenis kulit asli.

Apa Kekurangan Dan Kelebihan Kulit Pull Up ?

kulit pull up mudah tergores

Jenis kulit pull up memiliki kelebihan warnanya yang indah, lembut, halus serta menghasilkan efek patina yang cepat. Namun sayangnya jenis kulit ini sangat mudah sekali tergores dan tidak tahan terhadap paparan sinar matahari. Jadi anda membutuhkan perawtaan ekstra untuk menjaganya agar tidak mudah rusak ketika dipakai keluar ruangan.

Perbedaan Kulit Pull Up Dengan Distressed Leather

Jenis kulit pull up lama kelamaan memang mirip dengan kulit distressed leather. Pasalnya ketika ditarik atau semakin tua usia kulit pull up akan semakin mirip dengan jenis kulit ini. Padahal kedua jenis kulit ini berbeda.

Kulit pull up merupakan jenis kulit yang dicampur dengan lilin pada permukaan kulit. Selanjutnya dikeringkan sehingga hasilnya membuat terlihat berkilau. Jika di tarik akan mengalami perubahan warna yang lebih terang. Kulit pull up sangat mudah tergores dan minyak alami dari kulit berpindah ke tangan atau bagian yang meggosok kulit tersebut. Alhasil kerutan dan goresan menjadi tanda dari jenis kulit ini.

distressed leather

Distressed leather ataupun kulit pull up keduanya merupakan jenis kulit anilin yang di celup atau di finishing dengan warna tertentu. Kulit distressed merupakan kulit anilin yang di celup warna namun dengan hasil finishing yang matte atau tidak berkilay. Kulit distressed leather jika di tarik tidak akan berubah warnanya. Jenis kulit ini sejak awal warnaya memang sudah seperti kulit pull up tua atau ketika kulit pull up ditarik.

Tips Perawatan Kulit Pull Up

Umunya jenis kulit pull up merupakan kulit berpori. Sehingga erberapa jenis carian akan mudah masuk kedalam pori kulit. Tak hanya itu jenis kulit ini juga meninggalkan noda dengan mudah. Selain itu kuli pull up memang terkenal mudah tergores dan rentan terhadap paparan sinar matahari.

Merawat kulit pull yang paling penitng adalah dengan menjaga kebersihan dan melakukan proses  conditioning atau proses pelembapan. Proses ini dapat dilakukan secara teratur misal seminggu sekali atau hanya ketika di perlukan.

Warna dari kulit pull up akan semakin menarik ketika kulit ini berumur tua. Namun penuaan ini tidak bisa diperoleh dengan instan. Efek penuaan atau patina dari kulit pull up dapat diperoleh dengan melakukan perawatan yang tepat. Warna patina yang indah iini dapat anda peroleh dengan melakukan beberapa tips berikut ini:

  • Hindari kulit pull up dari terkena paaran matahari langsung
  • Jauhkan cairan, air atau bahkan udara lembab. Hal ini perlu diperhatikan agar kulit pull up yang anda miliki tetap tahan lama dan tidak mudah rusak
  • Jika terkena noda atau kotoran segera keringkan dengan lap kain bersih dan kering. Lap noda hingga benar benar kering dan bersih
  • Bersihkan secara rutin dengan menggunakan kemoceng atau kain lap yang bersih dan lembut
  • Lakukan proses pemolesan atau pengolesan dengan lotion dan kondisioner kulit berbahan alami dengan teratur
  • Hindari penggunaan detergen dan bahan bahan kimia lainya untuk membersihkan atau mencuci kulit pull up leather

Kami menyarankan untuk menggunakan lotion atau pelembab kulit pull up berbahan alami. Produk yang kami rekomendasikan adalah Biopolish Leather Care. Produk yang satu ini merupakan lotion atau polish untuk berbagai kerajinan bahan kulit baik asli ataupun imitasi yang terbuat dari bahan alami.

Biopolish leather care terbuat dari bahan alami yaitu beeswax atau lilin lebah beserta beragam natural oil lainya. biopolish leather care merupakan pelopor perawatan untuk kerajinan bahan kulit berbahan alami pertama di indonesia.

Kini tidak perlu khawatir merawat kulit pull up leather yang anda miliki, karena takut produk yang digunakan berbahan kimia dan berbahaya untuk bahan kulit tersebut. Biopolish leather care berbahan alami sehingga sangat tepat di aplikasikan pada kulit pull up kesayaangan anda.

Biopolish leather care terbuat dari natural oil, yang mampu memberikan efek patina menawan pada kerajinan kulit. Minyak alami bahan kulit yang lama kelamaan habis karena aktifitas manusia ataupun faktor lainya, dapat diganti dengan menggunakan biopolish leather care.

Produk yang satu ini mampu memberikan proteksi kelembapan, kelenturan dan mempertajam warna alami dari berbagai jenis bahan kulit, termasuk jenis bahan kulit pull up leather ini. Jangan biarkan kulit pull up leather yang anda miliki kusam dna tak terawat. Gunakan biopolish leather care sekarang juga.

 

Merawat Furniture Finishing Wash Dengan Poles Kayu

Finishing wash pada kayu memberikan kesan klasik pada furnture. Untuk menjaga furniture tersebut tetap menawan, harus merawat furniture finishing wash menggunakan poles kayu.

Furniture merupakan perabotan dalam rumah atau suatu bangunan yang bertujuan tidak hanya menjadi tempat untuk menaruh barang, tempat istirahat atau fungsi lainnya melainkan juga untuk memperindah ruangan. Maka dari itu, kita sering menjumpai desain furniture yang berbeda sesuai dengan selera dan kebutuhan konsumen. Bahkan untuk desain tertentu harus menggunakan teknik tertentu untuk menghasilkan tampilan yang sesuai dengan desain furniture tersebut.

Salah satu teknik finishing yang diterapkan pada furniture adalah finishing wash yang mana bertujuan untuk menonjolkan kesan klasik. Merawat furniture finishing wash juga sangat penting karena pada dasarnya furniture tersebut menggunakan bahan baku dari kayu. Nah, untuk menjaga tampilan tetap indah maka dibutuhkan perawatan dengan poles kayu.

Pengertian Finishing Wash Pada Furniture

Mungkin sebagian masyarakat awam tidak mengetahui bahwa furniture memiliki beragam tipe yang cocok untuk hunian rumahnya. Untuk mensinkronkan antara suasana ruangan dengan furniture maka Anda membutuhkan waktu untuk belajar, jika Anda adalah orang yang sama sekali tidak mengetahui mengenai dekor interior. Sebab, furniture yang banyak tersedia di mebel sangat beragam sehingga Anda harus menyesuaikan dengan keadaan dan situasi ruangan. Hal ini penting mengingat tidak semua ruangan pada suatu bangunan sama. Pada umumnya, untuk ruangan yang sempit atau hunian minimalis, furniture yang cocok digunakan adalah furniture minimalis yang memiliki bentuk kecil dan bisa digeser. Bahkan furniture knockdown seperti produk dari IKEA menjadi salah satu pilihan yang cocok untuk ruangan Anda.

Namun, apabila ruangan Anda cukup luas maka Anda bisa mengkombinasikan antara furniture dengan ukuran yang lebih besar dengan paduan furniture seperti stool atau meja sudut minimalis. Ternyata furniture juga memiliki beragam teknik untuk setiap desain yang belum kita ketahui. Bagi orang awam, teknik finishing yang sering digunakan untuk furniture adalah finishing natural atau solid. Padahal teknik finishing tersebut sangat mempengaruhi hasil akhir dari furniture itu sendiri diantara adalah finishing wash yang memberikan kesan lawas atau rustic.

Biasanya kesan lawas atau rustic hanya bisa didapatkan pada furniture yang sudah dimakan usia. Namun, untuk mendapatkan kesan ini maka membutuhkan waktu yang sangat lama. Padahal, kebutuhan furniture dengan gaya rustic cukup banyak yang meminati. Furniture gaya rustic tidak hanya banyak digunakan untuk bagian interior saja melainkan juga eksterior. Bagaimana cara mendapatkan teknik finishing wash pada furniture tanpa proses alami?

Untuk mendapatkan kesan rustic pada furniture maka Anda membutuhkan sikat kawat dari kuningan atau besi. Hal ini bertujuan untuk mengeluarkan serat kayu lebih menonjol namun tetap terkesan natural. Sedangkan untuk finishing sebenarnya hampir sama dengan teknik finishing natural kayu. Namun yang membedakan adalah pada teknik ini membutuhkan lapisan cat agar bagian serat kayu memiliki warna yang lebih menonjol. Diantara tahap yang perlu dilakukan adalah dengan mengaplikasikan terlebih dahulu wood stain. Kemudian dilanjutkan dengan dilanjutkan dengan topcoat lalu diaplikasikanlah cat yang khusus digunakan untuk memberikan kesan finishing rustic. Dan tahap terahir adalah dengan mengaplikasikan kembali topcoat untuk memberikan kesan yang diinginkan, namun saran kami gunakan topcoat dengan tampilan doff.

Kesan furniture apa saja sih yang cocok digunakan untuk finishing wash? Jika melihat tekstur yang dihasilkan maka Anda bisa menerapkan furniture dengan finishing wash pada ruangan yang menginginkan gaya klasik. Furniture ini sangat cocok untuk ruangan Anda karena adanya kesan serat yang menonjol. Gaya interior selanjutnya yang bisa Anda terapkan adalah klasik-modern, biasanya gaya ruangan ini lebih mengunggulkan kesan putih. Sehingga finishing yang harus diterapkan pada furniture untuk ruangan tersebut adalah finishing white wash. Setelah gaya rustic dan klasik-modern, desain interior yang pas dengan furniture finishing wash adalah gaya shabby chic dan vintage. Kedua gaya ini masih melekat dengan gaya klasik namun yang membedakan antara nuansa yang dihadirkan. Biasanya shabby chic lebih kental dengan nuansa victorian sedangkan vintage lebih menyeluruh namun memberikan kesan ruangan seperti keadaan di tahun 70-an atau 80-an.

Nah, karena furniture dengan teknik finishing wash ini merupakan furniture dengan material kayu maka tetap membutuhkan perawatan. Untuk merawat furniture finishing wash maka yang Anda butuhkan adalah poles kayu. Karena jika hanya membersihkan debu menggunakan kemoceng tidak lah cukup. Sedangkan jika menggunakan poles kayu membuat kayu yang digunakan lebih terkesan lebih bersih dan bahkan terlihat seperti baru.

Merawat Furniture Finishing Wash Dengan Poles Kayu

Untuk merawat furniture finishing wash memang tidak sekedar membersihkan permukaan dari debu saja melainkan juga bagian—bagian yang kemungkinan terkena noda membandel yang cukup sulit dihilangkan.Namun yang terpenting untuk furniture bermaterial kayu adalah tidak disarankan membersihkan permukaan kayu menggunakan air. Kenapa demikian? Sebab, kayu merupakan material yang sangat mudah lembab. Apabila tersentuh air maka membuat permukaan kayu menjadi lembab dan memudahkan berbagai faktor perusak menyerang seperti jamur, serangga maupun mikroorganisme.

Dampak buruk yang memungkinkan adalah kayu yang digunakan akan mudah keropos karena ganggunan-gangguan tersebut. Jika Anda sering melakukannya di rumah, sejak sekarang juga berhenti untuk mengelap kain basah atau menggunakan air untuk membersihkan debu atau noda membandel pada permukaan kayu. Untuk membersihkan permukaan furniture memang cara yang rutin adalah dengan membersihkan debu setiap hari dengan kemoceng. Namun, jika untuk perawatan rutin agar furniture tersebut tetap awet adalah dengan mengaplikasikan poles kayu.

Poles kayu tidak hanya membersihkan permukaan furniture dari debu atau noda lain saja melainkan juga membantu furniture kayu tetap awet. Jika Anda sering mengaplikasikan poles kayu maka akan mengurangi proses refinishing pada furniture Anda. Namun, pastikan Anda menggunakan poles kayu yang aman dan ramah lingkungan. Karena banyak dipasaran poles kayu yang menggunakan zat kimia berbahaya bagi kesehatan. Maka dari itu, Anda perlu lebih teliti ketika memilih produk poles kayu pada furniture Anda.

rekomendasi merk poles kayu untuk furniture dengan finishing wash

Poles kayu yang aman digunakan adalah Biopolish Linseed Oil karena terbuat dari bahan-bahan alami. Selain itu, kandungan bahan tersebut mampu meremajakan kayu sehingga tampil seperti baru digunakan. Sebab, poles kayu tersebut memperkuat warna asli kayu keluar ke permukaan maka dari itu poles kayu ini juga sangat cocok digunakan untuk perawatan furniture finishing natural kayu. Disisi lain, poles kayu tersebut bekerja hingga bagian dalam sehingga mampu menjaga bagian dalam kayu dari gangguan-gangguan seperti serangga, jamur maupun mikroorganisme perusak yang sering muncul menyerang furniture kayu. Pastikan untuk rutin mengaplikasikan poles kayu pada permukaan furniture kayu Anda agar tampilan tetap terjaga dengan baik dan tampil menawan.

Pengganti Finishing Cat Kayu Yang Lebih Ramah Lingkungan

pengganti cat kayu

Finishing furniture kadangkala menggunakan cat kayu yang membahayakan kesehatan, maka dari itu kini hadir pengganti finishing cat kayu yang lebih ramah lingkungan yakni Biopolish Linseed Oil.

Apa yang terfikirkan oleh Anda ketika memiliki rumah baru? Pasti perabotan dan furniture untuk memenuhi kebutuhan rumah serta menghias ruangan agar tampak lebih hidup dan menarik untuk dilihat. Furniture sendiri memiliki beragam desain dan material yang digunakan, salah satunya adalah kayu. Bahkan furniture dengan material kayu sudah sering digunakan sejak dahulu bahkan hingga sekarang. Kenapa material kayu lebih sering digunakan daripada material lainnya?

Kayu merupakan material serat alam yang memiliki beberapa keunggulan dari material lainnya yakni memiliki tampilan serat yang indah serta tahan lama. Bahkan sebagian kayu memiliki ketahanan cuaca yang baik seperti kayu jati sehingga wajar saja jika kayu ini juga sering digunakan untuk furniture taman atau teras. Nah, untuk memberikan kesan menarik dan mempertajam warna kayu yang digunakan, biasanya kayu akan diproses melalui tahap finishing yakni mengaplikasikan cat diantaranya warna kayu. Namun, karena kandungannya yang cukup berbahaya sekarang banyak cat yang tidak disarankan untuk finishing furniture yakni cat solvent based. Biopolish Linseed Oil menjadi pengganti finishing cat kayu solvent based alternatif pewarna furniture selanjutnya.

Finishing Kayu Yang Berbahaya

Seperti yang sudah diulas diatas bahwa kayu merupakan material yang paling sering digunakan untuk furniture. Bahkan dari material kayu bisa dibentuk berbagai desain furniture maupun hiasan rumah lainnya sehingga memberikan kesan yang indah pada suatu ruangan. Dan Indonesia merupakan negara yang memiliki aneka ragam jenis kayu yang berbeda-beda bahkan diantaranya memiliki peran yang berbeda. Peran kayu tersebut menyesuaikan dari kekuatan, ketahanan dan tampilan furniture tersebut. Pada umumnya, kayu yang digunakan untuk furniture tidak terlalu keras namun bisa digunakan dalam waktu yang lama seperti kayu jati, sengon, akasia, mahoni, pinus dll.

Kayu tersebut memiliki warna yang cukup berbeda-beda sehingga warna yang digunakan selama finishing juga menyesuaikan warna permukaan kayu tersebut. Kayu yang terlihat lebih mudah seperti kayu jati bisa dilapisi dengan jenis cat apapun sedangkan kayu mahoni memiliki warna yang sedikit khas yakni kemerah-merahan. Warna permukaan kayu semacam ini biasanya lebih menggunakan finishing dengan warna yang lebih gelap seperti warna walnut brown, brown dan lain sebagainya. Sebab, warna gelap tersebut bisa menutupi warna kemerah-merahan pada kayu. Namun, cara lain untuk bisa menyamarkan warna merah pada kayu atau faktor lainnya biasanya akan dilapisi dengan filler. Aplikasi filler ini biasanya dilakukan sebagai langkah pertama pada finishing yang bertujuan untuk menutup pori-pori kayu atau menyamarkan cacat pada kayu.

Nah, pada tahap finishing biasanya kita melihat kembali jenis warna yang akan digunakan serta hasil akhir yang diinginkan. Sebab, furniture dengan hasil warna tertentu biasanya memiliki tahapan yang berbeda. Untuk kali ini, kami akan membahas sedikit mengenai finishing dengan tampilan natural kayu. Tampilan ini banyak digunakan oleh berbagai jenis furniture dan bahkan masih memiliki peminat yang cukup tinggi baik di Indonesia maupun di luar negeri. Warna natural kayu lebih banyak diminati karena memberikan kesan klasik dan menghangatkan sehingga wajar saja jika furniture dengan tampilan natural kayu banyak diletakkan pada hunian rumah pada ruang keluarga, tamu atau bahkan juga diletakkan pada resto.

Untuk finishing dengan tampilan natural kayu maka yang dibutuhkan adalah basecoat yakni filler atau dempul, kemudian cat dilanjutkan dengan topcoat. Tahap finishing ini merupakan standar finishing yang sering diaplikasikan ke berbagai furniture untuk mendapatkan tampilan warna natural kayu. Namun, cat kayu yang banyak tersebar di pasar pada umumnya adalah cat dengan bahan dasar solvent. Ya, cat tersebut biasanya dicairkan dengan thinner atau pelarut lainnya yang memiliki bau yang sangat menyengat. Masyarakat pada umumnya sudah sangat familiar dengan cat jenis ini sehingga banyak produsen mebel menggunakan cat ini karena mudah didapat dan selain itu lebih murah.

Namun, tahu kah Anda bahwa jenis cat ini termasuk cat yang membahayakan kesehatan dan lingkungan sekitar? Jadi, cat solvent based merupakan cat kayu yang mengandung VOC (Vehicle Organic Compounds). VOC ini merupakan senyawa organik yang sangat membahayakan jika intensitasnya tinggi karena mengandung racun. Bahkan tidak tanggung-tanggung, kandungan senyawa organik ini bisa menyebabkan kanker. Mungkin kita sering mendengar bahwa orang yang berkecimpung dalam bahan kimia cat sangat riskan terserang kanker. Nah, yang menyebabkan orang tersebut terkontaminasi dalam tubuhnya zat beracun adalah VOC tersebut.

Untuk menciptakan tampilan yang menarik, memang membutuhkan polesan cat sehingga memberikan kesan yang lebih hidup. Nyatanya, banyak cat yang memiliki hasil yang baik namun membahayakan kesehatan dan lingkungan. Lalu apakah ada pengganti finishing cat kayu solvent based? Tentu ada, seiring perkembangan teknologi yang semakin canggih maka ditemukannya cat yang lebih ramah lingkungan.

Pengganti Finishing Cat Kayu Yang Bebas VOC

Finishing merupakan tahapan yang harus dilalaui oleh furniture untuk mendapatkan hasil warna yang menarik dan memiliki harga jual yang tinggi. Namun, seperti yang telah kita singgung diatas bahwa tidak semua jenis cat kayu aman digunakan bahkan terdapat beberapa merk cat kayu yang berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Zat tersebut biasanya mengandung racun sehingga memberikan dampak buruk bagi aplikator, bahkan untuk lingkungan tidak hanya memberikan dampak polusi melainkan hingga memberikan dampak melebarnya lapisan ozon.

Maka dari itu, Green Project dari seluruh dunia sudah tidak menyarankan untuk menggunakan cat kayu dari bahan solvent based karena kandungan bahannya yang berbahaya. Jadi wajar saja, furniture yang menggunakan finishing dengan cat berbahan dasar solvent cukup sulit masuk ke berbagai negara karena terdapat negara yang  menerapkan standar keamanan tersendiri. Seperti wilayah Amerika dan Eropa yang memilikia US Enviromental Protection Agency dan European Chemical Agency (ECHA). Yang mana kedua regulasi tersebut memiliki standar keamanan bahan finishing yang digunakan pada suatu furniture atau perabotan.

Pengganti finishing cat kayu yang tidak kalah memiliki hasil yang cemerlang namun aman digunakan adalah Biopolish Linseed Oil. Biopolish ini bukanlah cat melainkan poles kayu yang mana tidak hanya berfungsi sebagai perawatan kayu melainkan juga sebagai finishing kayu. Sebab, Biopolish Linseed Oil ini mengandung liseed oil serta berbagai bahan lainnya yang memberikan dampak mempertajam warna kayu meskipun hanya sekali oles. Sebelum mengaplikasikannya, sebaiknya amplas permukaan kayu hingga hilang kotoran atau minyak yang masih melekat, kemudian oleskan Biopolish Linseed Oil menggunakan kain bersih ke seluruh permukaan furniture. Tenang saja, Biopolish Linseed Oil ini tidak akan luntur jika terkena air, warna permukaan kayu tetap tajam meskipun tersentuh air.

 

Berkenalan Dengan Jenis Kulit “Kuda Gila” Alias Crazy Horse Leather

Pernah dengar istilah crazy horse leather alias kulit kuda gila ? jangan-jangan anda berpikir bahwa jenis kulit ini berasal dari kuda. Jangan salah kulit kuda gila ini hanya istilah sebutan saja. Di luar negeri crazy horse sangat terkenal akhir akhir ini.

Jenis kulit crazy horse leather juga di produksi pengrajin lokal di indonesia. Kulit crazy horse banyak di gunakan pada produk fashion kulit terutama tas, dompet, sepatu kulit dan tak jarang juga digunakan untuk sofa kulit. Berbagai jenis kerajinan kulit ini menggunakan kulit crazy horse.

Jenis kulit crazy horse merupakan varian kulit high end. Harganya lumayan dibandrol mahal. Dengan harga yang mahal kulit crazy horse memiliki daya tahan yang baik dari segi goresan ataupun ketahanan terhadap paparan sinar matahari.

Mengapa Jenis Kulit Ini Disebut Crazy Horse Leather?

Mungkin anda bertanya-tanya, mengapa disebut kulit kuda gila? Disebut crazy horse karena memiliki tekstur dan warna layaknya pelana kuda. Terutama pelana kuda berwarna coklat yang banyak ditemukan di luar negeri.

Kulit crazy horse merupakan jenis kulit yang memiliki motif yang terkesan tua atau vintag, dengan tekstur bahan layaknya kulit pull-up. Ketika ditarik, jenis kulit crazy horse akan lebih terang setingkat dibandingkan warna sebelumnya. Teksturnya lembut dan terkesan lebih alami.

Bagaimana Proses Pembuatan Kulit Crazy Horse Leather?

Jenis kulit crazy horse di peroleh dari hasil finishing bahan kulit. Finishing yang dilakukan pada kulit full grain yang diamplas kemudian beri lapisan wax atau lilin menghasilkan jenis kulit crazy horse. Untuk mendapatkan efek seperti itu digunakan jenis lilin khusus. Lilin inilah yang mampu menguatkans erat serat kulit binatang menjadi lebih kuat. Apalagi ketika di gosok. Tak hanya itu finishing yang dilakukan untuk membuat kulit crazy horse juga membuat hasilnya terlihat lebih klasik, vintage dan elegan.

Proses pembuatan kulit crazy horse dimulai dari mengaplikasikan lilin khusus pada lapisan terahir kulit binatang. Kemudian di gosok sedikit demi seidkit. Efeknyanya sungguh menakjubkan. Crazy horse menjadi kulit binatang yang bergaya rustik dan vintage.

Lama kelamaan kulit crazy horse akan semakin menua,emua dan aus. Hal ini biasanya ditandai dengan goresan goresan yang khas. Namun jangan khawatir jenis kulit ini kdapat kembali di gosok jika terekena goresan ringan. Perubahan warnanya ketika semakin menua akan semakin terlihat klasik dan vintage.

Berikut ini ciri-ciri yang mencolok dari jenis kulit crazy horse leather yang dapat anda perhatikan dengan baik:

  • Sangat mirip dengan jenis kulit pull up leather
  • Gampang tergores namun mudah hilang ketika di gosokkan dengan tangan
  • Kulit jenis ini di finishing dengan lilin khusus yang di proses dengan tekanan dan suhu yang tinggi
  • Teksturnya halus dan lembut
  • Warnanya tampak tidak merata
  • Pori pori kulit tidak merata namun jelas terlihat
  • Ketia di sentuh dengan tangan terasa elastis
  • Ketika di tekuk atau di lipat sampai 90 derajat akan muncul lipatan yang alami
  • Baunya cukup kuat dan khas
  • Terasa berbulu di bagian belakang
  • Jika di bakar, bau dan aromanya akan khas seperti kulit biantang yang terbakar atau seperti rambut yang terbakar. Abunya akan pecah menjadi bubuk

Kelebihan Jenis Kulit Crazy Horse 

Mendengar istilahnya yang masih asing di tanah air, mungkin anda juga sempat terpikir, apa kelebihan dari jenis kulit crazy horse ini? Tentu jika tidak memiliki kelebihan yang signifikan jenis kulit crazy horse tidak menjadi primadona di luar negeri.

Kelebihan utama dari jenis kulit crazy horse adalah daya tahan jenis kulit ini. Istilah kuda gila ini menunjukan daya tahan dari kulit ini yang gila-gilaan. Jenis kulit crazy horse merupakan jensi kulit yang memiliki daya tahan terbaik, serta dengan sentuhan ahir yang begitu elegan dan mewah. Kesan klasik yang kuat membuat kulit crazy horse ini semakin memukau.

Saat ini, seiring perkembangan teknologi. Berbagai bahan kulit di buat dan di rancang dengan teknik teknik khusus untuk menghasilkan hasil akhir yang unik dan berkualitas. Hal ini dapat anda temukan dalam berbagai jenis kulit yang saat ini beredar di pasaran di indonesia. Berbagai jenis kulit yang memiliki keunikan masing masing ini juga biasanya khusus di gunakan untuk produk produk tertentu, misal hanya di buat untuk jaket atau tas saja.

Jenis kulit crazy horse merupakan jenis kulit dengan daya tahan tertinggi. Lapisan film lilin yang ada pada permukaan kulit ini memberikan daya tahan terhadap goresan dan juga serat bahan kulit itu sendiri. Tidak hanya itu, kulit crazy horse juga akan terhindar dari percikan ari.

Seperti kita ketahui, bahwa lilin merupakan zat yang tahan terhadap cahaya matahari dan juga cairan. Oleh karena itu, lapisan lilin yang digunakan memang bertujuan untuk memerkuat serat kulit binatang sehingga menghasilkan daya tahan yang kuat bagi kulit crazy horse.

Tidak hanya itu, lapisan lilin ini juga yang mampu melindungi kulit crazy horse dari paparan matahari, serangga, berbagai jenis cairan, noda bahkan menghalangi tumbuhnya jamur pada pemrukaan kulit ini. Wajar saja jika kemudian jenis kulit ini menjadi sangat tahan lama dan kuat.

Walaupun Jenis Kulit Crazy Horse Terkenal Kuat, Namun Tetap Perlu Di Rawat

sepatu boot crazy horse dirawat dengan lotion beeswax

Jenis bahan kulit crazy horse ini terkenal dengan daya tahan yang bagus, tetap saja jika kulit crazy horse kesayangan anda tidak ingin mudah rusak sebaiknya lakukan perawatan secara teratur. Jenis bahan kulit ini memang tidak membutuhkan perawatan yang sulit. Namun tetap saja membutuhkan penanganan seperti saat basah ataupun terkena kotoran dan noda.

Berikut ini tips merawat kulit crazy horse agar awet tahan lama dan semakin menawan :

  1. Gunakan kain katun yang lembut untuk membersihkan agar tidak merusak tekstur bahan kulit
  2. Jangan langsung mengenakan air pada kulit crazy horse saat membersihkan, cukup menggunakan lap lembab
  3. Hindari kontak langsung dengan zat yang bersifat asam seperti alkalin, minyak, mineral serta zat korosif lainya
  4. Hindari terkena benda benda keras dan tajam secara langsung ataupun bergesekan dengan benda benda tersebut
  5. Jangan mengisi tas crazy horse dengan beban atau muatan yang berlebihan, walaupun kuat tentu bahan kulit ini akan mudah retak karena muatan yang berlebih
  6. Ketika terasa lembab atau agak basah, segera keringkan dengan hair dryer agar terkena aliran udara yang agak hangat
  7. Simpan dengan menggunakan penyerap kelembapan seperti silica gel di dalam tempat penyimpanan kulit crazy horse
  8. Simpan di tempat sejuk dan kering serta memiliki sirkulasi udara yang bagus. Jangan menyimpan kulit crazy horse di tempat lembab dan pengap

Kulit crazy horse ini dapat digunakan untuk berbagai kerajinan kulit seperti tas dan sepatu kulit. Kadang-kadang kita tidak sengaja memakai barang barang tersebut dan basah. Baik karena kehujanan ataupun karena terkena tumpahan cairan. Tak hanya itu bisa saja kulit crazy horse tergores atau bahkan berjamur ? bagaimana menangani masalah-masalah pada kulit crazy horse tersebut? Berikut ini kami jelaskan satu persatu.

  • Jika basah atau terendam air

Jika kulit crazy horse basah, keringkan dengan lap kain kering yang bersih. Misalnya jika hal ini terjadi pada sepatu atau tas, anda bisa menggunakan surat kabar untuk menjaga bentuk asli tas atau sepatu. Jangan di keringkan dengan menggunakan sumber panas atau suhu tinggi secara langsung. Cukup di angin anginkan saja hingga kering dengan sendirinya

  • Terkena goresan atau noda
sepatu crazy horse yang emudar di poles kembali

Jika terkena goresan anda dapat mengoleskan lotion berbahan beeswax alami pada bekas goresan tersebut. Tutup engan menggunakan lap kering kemudian gunakan pengering rambut untuk memanaskan selama kurang lebih 30 hingga 50 detik. Setelah itu bekas gesekan di lap dengan kain lap yang digunakan untuk menutupinya.

  • Mengatasi kulit crazy horse yang berjamur

Jika kulit crazy horse yang anda miliki sudah terlanjur berjamur, anda dapat membersihkanya dengan enggunakna kain lap kering dan bersih pada bagian yang terkena jamur. Selanjutnya anda juga bisa menggunakan lotion beeswax untuk membersihkan sisa bagian yang telah di lap. Jangan menggunakan air secara langsung karena air akan membuat kulit crazy horse jadi keras.

Anda dapat menyaksikan contoh perawatan sepatu boots dengan menggunakan lotion beeswax berbahan alami ada video di bawah ini.

 

 

Bahan Kulit Terbaik Apa Yang Harus Anda Miliki?

Sofa dengan bahan kulit asli terlihat lebih elegan dibandingkan dengan sofa berbahan kulit sintetis. Tidak hanya itu, mobil dengan interior kulit juga akan cenderung lebih mahal harganya dan terlihat mewah. Jaket, tas dan sepatu kulit asli memberikan kesan yang elegan dan mewah bagi para pemakainya. Kulit merupakan salah satu item yang menjadi favorit sepanjang masa. Bahan kulit menjadi pilihan ideal untuk menginvestasikan uang lebih banyak untuk membeli produk produk berbahan kulit asli.

Sayang sekali jika kita menghabiskan banyak uang untuk memiliki koleksi kerajinan kulit dengan harga mahal namun tidak menggunakan bahan kulit yang terbaik. Jenis bahan kulit asli ada banyak sekali macamnya. Hal ini dapat dibedakan bagaimana dari kulit binatang di potong hingga bagaimana kulit di finishing. Nah berdasarkan jenis potongan kulit binatang, jenis kulit full grain adalah pilihan bahan kulit terbaik.

Jenis Kulit Full Grain Adalah Pilihan Yang Utama

Full grain merupakan jenis bahan kulit yang paling alami. Kulit jenis ini merupakan bagian terluar dari kulit binatang. Kulit full grain memiliki karakteristik yang sangat mirip dengan kulit binatang asli. Sehingga jenis kulit ini memang terlihat tidak bersih. Memiliki bekas bekas noda. Namun kondisi ini justru membuat jenis kulit full grain ini banyak diminati. Karena menampilkan kontur kulit binatang asli.

 

Bahan kulit binatang yang di olah menjadi kulit full grain adalah bagian kulit binatang terluar dibawah rambut, belum diamplas sehingga mampu menampilkan karakteristik kulit binatang alami. Jenis kulit ini memiliki ketahanan yang paling bagus. Wajar saja jika kemudian jenis kulit full grain adalah jenis kulit yang paling mahal.

Jangan Tergiur Dengan Jenis Bahan Kulit Top Grain

Jenis kulit yang hampir mirip dengan full grain adalah top grain. Namun pada dasarnya kedua jenis kulit ini sangat berbeda. Jangan sampai anda salah pilih untuk membeli kulit binatang dengan kualitas terbaik.

Top grain merupakan jenis kulit asli yang diambil dari potongan terluar kulit binatang dan diamplas. Permukaanya tampak sempurna tanpa bekas bekas cacat. Karena cacat dihilangkan membuat seolah olah jenis kulit top grain merupakan jenis yang banyak diminati dipasaran. Padahal jenis kulit ini merupakan kualitas kedua dari jenis kulit full grain.

Kulit jenis top grain lebih tipis dibandingkan dengan kulit full grain. Jenis kulit ini juga tidak akan mengembangkan warna patina alami. Pasalnya pada tahap finishing jenis kulit top grain, diberi lapisan film berupa wax atau lilin. Sehingga menutup warna patina alami pada kulit top grain.

Apa Perbedaan Kulit Full Grain Dan Top Grain?

Kulit top grain dan full grain memiliki perbedaan yang signifikan. Nah berikut ini ada tiga jenis perbedaan yang mencolok dari perbedaan kulit full grain dan top grain :

  1. Kualitas Dan Harga

Full grain merupakan jenis bahan kulit dengan kualitas terbaik. Bahan ini merupakan bahan kulit lapisan yang paling atas dan mengandung berbagai pewarna alami. Jenis kulit ini lebih mahal dibandingkan dengan jenis yang lain karena bahanya juga sulit untuk di dapatkan.

Top grain sendiri merupakan lapisan kedua dari full grain leather. Bagian ini merupakan lapisan kulit yang terluar dan dibuang. Hal ini membuat jenis bahan kulit ini lebih tipis dan lebih mudah dibuat menjadi kerajinan kulit lainya. harganya juga lebih murah dibandigkan dengan kulit full grain.

  1. Daya Tahan Dan Penampilan

Penampilan dari kulit full grain sangat unik dan alami. Hal ini memang menunjukkan ketidak sempurnaan, bekas kottoran bahkan noad noda pada permukaan kulit. Namun jenis kulit full grain ini sangat kuat dan awet. Jenis kulit full grain ini juga mampu bernapas, teksturnya juga terasa lebih lentur.

Kulit top grain merupakan permukaan bagian atas kulit binatang yang di amplas, yang mana hal ini justru menghilangkan ketidaksempurnaan dan berminyak. Setelah di amplas kondisi alaminya justru akan nampak sempurna dan halus layaknya kulit sintetis atau kulit tiruan. Hasilnya terlihat seragam tanpa ada noda dan kotoran.

  1. Proses Penuaan Dan Karakter

Proses penuaan pada kulit full grain akan tampak semakin elegan dan cantik. Pada kulit full grain akan menumbuhkan warna patina coklta klasik yang unik dan menarik. Karakter ini tidak akan bisa di tirukan oleh jenis kulit lainya.

Sayangnya hal ini tidak akan terjadi pada kulit top grain. Lapisan teratas yang telah di amplas pada jenis kulit ini di berikan lapisan kembali. Sehingga menutup pori dan menutup proses patina atau penuaan yang indah dari jenis kulit top grain.

Sudah Punya Bahan Koleksi Kulit Full Grain ? Ketahui Cara Merawat Kulit Full Grain Dengan Benar

Jenis kulit full grain memiliki karakteristik yang unik. Pada dasarnya kulit full grain sangat mudah sekali untuk merawat jenis kulit ini. Perawatan yang benar pada kulit full grain akan menghasilkan warna patina yang indah. Merawat jenis kulit full grain tidak perlu sering dibersihkan apalagi banyak menggunakan produk berbahan kimia. Goresan kecil  dapat di gosok dan disamarkan dengan mudah pada jenis kulit ini.

Agar tidak merusak investasi jenis kulit mahal yang satu ini, berikut ini panduan untuk membersihkan, merawat dan melembabkan kulit full grain dengan benar :

  • Membersihkan kulit full grain

Untuk menjaga agar kulit full grain senatiasa bersih, pada dasarnya and tidak membutuhkan banyak produk untuk mengatasinya. Cara membersihkan kulit full grain sangatlah mudah. Anda cukup menggunakan kain bersih dan mengelapnya. Caranya gunakan kain lap yang di celupkan kedalam larutan air bersih kemudian di peras sehingga lembab. Nah bersihkan permukaan kulit full grain yang anda miliki dengan lembut dan perlahan lahan. Tidak perlu menggunakan detergen atau produk yang lainya.

  • Mengatasi noda yang menempel

Jenis kulit full grain paling gampang dibersihkan. Ketika terkena noda, anda cukup bisa mengelap dan menggosoknya. Noda kecil seperti tanah dan kotoran akan hilang hanya dnegan cara seperti ini.

  • Jauhi produk berbahan kimia

Hindari menggunakan bahan kimia untuk membersihkan, mengatasi noda, dan melembabkan  kulit full grain. Baik pembersih ataupun kondisoner yang berbahan kimia justru meruskan tekstur alami dari kulit full grain. Sebaiknya jaga kulit full grain dengan bahan bahan alami.

  • Menggunakan kondisioner atau pelembab

Pilih kondisooner atau lotion alami khusus bahan kulit. Kami merekomendasikan menggunakan lotion alami dari beeswax yang khusus digunakan untuk merawat kerajinan kulit. Jangan menggunakan yang mengandung bahan kimia ataupun minyak hewani. Sejauh ini terbaik yang digunakan untuk melembabkan kerajinan kulit adalah biopolish leather care.

  • Menjaga dari percikan air

Jauhi cairan dan air dari kulit full grain. Namun jika sudah terlanjur basah, anda tidak perlu panik. Keringkan dengan lap kain yang bersih dan kering dan usap secara lembut perlahan laham. Lap dengan kain hingga cairna yang menempel benar benar hilang. Kemudian cukup di angin-anginkan saja, tidak perlu di jemur di sumber panas langsung seperti matahari, atau di dekatkan dengan radiator atau di keringkan dengan hair dryer. Biarkan mengering dengan sendirinya.

Jenis kulit full grain yang unik memang mahal, wajar bukan jika menjadi benda koleksi yang anda pertahankan dan di jaga dengan baik. Jenis kulit full grain banyak sekali digunakan dalam kerajinan fashion mulai dari jaket, tas, sepatu, hingga dompet kulit. Umumnya jenis kulit full grain ini di buat dari kulit sapi. Nah jika anda hendak memiliki koleksi fashion kulit yang awet dan tahan lama, saran kami belilah yang menggunakan jenis kulit full grain.

Rekomendasi Lotion Untuk Kondisioner Kulit Full Grain Terbaik Di Indonesia

Keuntungan terpenting dalam menjaga dan merawat kulit full grain adalah menampilkan hasil warna kulit patina yang indah. Layaknya istilah tua tua keladi, semakin tua semakin menjadi. Jadi kulit full grain yang dihasilkan semakin lama akan semakin indah.

biopolish leather care

Hal ini tidak terlepas dari proses pengkondisian atau penggunaan kondisioner atau lotion untuk kulit full grain. Saran terbaik untuk kulit full grain adalah menggunakan produk berbahan alami. Kami memiliki rekomendasi lotion berbahan alami terbaik dari indonesia untuk mengkondisikan kulit full grain.

Biopolish leather care merupakan lotion berbahan utama beeswax atau lilin lebah dan berbagai natural oil. Kandungan ini sangat tepat jika digunakan untuk merawat dan menjaga kondisi kulit full grain. Biopolish leather care tidak mengandung bahan kimia sehingga aman di gunakan untuk kulit full grain.

Biopolish leather care merupakan pelopor lotion yang aman untuk jneis kulit asli ataupun sintetis. Kandungan bahan alaminya mampu menutrisi dan menjaga kondisi kulit sehingga mampu menghasilkan warna patina yang unik.

Jika anda masih bertanya tanya, mengapa harus menggunakan lotion untuk kulit asli ? silahkan cek tautan di bawah ini.

Baca Juga : Alasan Menggunakan Lotion Kondisioner Untuk Kulit Asli

 

 

 

 

Agar Tidak Mudah Rusak, Begini Cara Merawat Kulit Suede Dan Nubuck

Sudah tahu perbedaan antara kulit suede dan nubuck ? punya salah satu jenis kulit itu dirumah, tapi belum tahu bagaiamana merawatnya dengan benar? Jangan sampai salah membedakan kedua jenis bahan kulit tersebut. Apalagi sembarangan merawatnya. Efeknya bisa merusak kedua jenis bahan kulit tersebut.

Bahan kulit suede dan nubuck, secara sekilas tidak tampak perbedaanya. Kedua jenis bahan kulit ini sangat mirip. Memiliki tektur yang lembut layaknya beludru, namun kulit suede dan nubuck pada dasarnya berbeda.

Teknik penyamakan yang dilakukan untuk kedua jenis bahan kulit ini juga berbeda. Sehingga menghasilkan tekstur yang berbeda. Kulit nubuck sangat mirip dengan beludru sedangkan kulit suede lebih lembut seratnya dibandingkan kulit beludru.

Kedua jenis bahan kulit ini juga tidak bisa dirawat sembarangan. Jenis kulit ini memiliki tekstur yang khas dan relatif rentan terhadap kotoran baik noda ataupun cairan. Merawat kedua jenis bahan kulit ini harus idlakukan secara telaten dan cermat. Merawat kulit suede dan nubuck tidak bisa disamakan dengan jenis bahan kulit lainya.

Agar tidak salah merawat kulit suede atau nubuck, anda harus tahu terlebih dahulu mengenal kedua karakteristik kedua bahan kulit tersebut. Nah berikut ini identifikasi kedua jenis bahan tersebut.

Ciri Khas Perbedaan Kulit Suede Dan Nubuck

Untuk mengetahui perbedaan kedua jenis kulit ini, kita perlu melakukan identifikasi masing masing jenis bahan kulit. Berikut hasil identifikasi kami mengenai jenis kulit nubuck dan suede ini.

  1. Jenis Kulit Nubuck

Kulit nubuck merupakan kategori jenis kulit mewah dan mahal. Proses pembuatanya terbilang rumit dan membutuhkan tenaga ahli. Untuk tahu seperti apa detail Jenis kulit nubuck, berikut ini kami berikan penjelasan mengenai ciri khasnya sebagai berikut :

  • Kulit nubuck asli berasal dari kulit binatang
  • Berasal dari kulit binatang bagian luar
  • Proses pembuatanya dengan cara diamplas sehingga menghasilkan tekstur tertentu
  • Karena terbuat dari kulit binatang bagian luar biasanya terlihat beberapa cacat bawaan. Namun cacat ini justru yang menjadi pesona kulit nubuck
  • namun untuk beberapa kasus, bahan nubuck diberi warna sehingga tertentu untuk menutupi kekurangan atau cacat ini
  • biasanya dibuat menjadi sepatu boot karena karakternya lebih kuat dibandingkan dengan bahan suede
  1. Jenis Kulit Suede

Nama suede berasal dari bahasa prancis, gants de suede yang aritnya sarung tangan swedia. Mengapa dinamai demikian ? pasalnya jenis kulit ini awalnya populer dari swedia lalu sampai ke perancis hingga akhirnya terkenal di seluruh dunia.

Kulit suede terkenal mirip dengan kulit nubuck, namun pada dasarnya kedua berbeda. Apa saja perbedaanya ? berikut ini kami jabarkan kategorinya:

  • Kulit suede terbuat dari kulit bagian dalam luar biasanya terbuat dari kulit sapi
  • Proses pembuatanya mirip dengan kulit nubuck, bahan kulit bagian dalam di amplas hingga halus
  • Serat bekas amplasanya lebih halus dibandingkan dengan nubuck
  • Kulit suede cenderung lebih bersih warnanya dan tidak ada cacat
  • Daya tahanya tidak begitu baik dibandingkan kulit nubuck
  • Tidak tahan air dan gesekan karena akan membuat tekstur ramut halusnya terangkat

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa kedua jenis bahan kulit ini meang memiliki tingkat kemiripan yang tinggi. Perbedaan mendasar dari kedua jens kulit tersebut ada pada tektur dan kondisi permukaanya. Persamaan yang paling menonjol dari kedua jenis bahan kulit ini sama sama rentan terkena noda. Nah dibawah ini kami memberikan catatan khusus tentang perawatan jenis kulit nubuck dan suede agar tidak mudah rusak.

Tips Merawat Kulit Suede Dan Nubuck Yang Benar

Bahan kulit suede dan nubuck membutuhkan perawatan khusus agar tidak mudah rusak. Pasalnya salah melakukan cara merawat justru akan merusak tekstur kulit yang satu ini. Berikut ini catatan penting untuk merawat bahan suede dan nubuck :

  • Jangan menggunakan air untuk membersihkan noda dan bercak kotoran. Hal ini akan membuat sepatu berubah warnanya
  • Gunakan sikat khusus untuk membersihkan kedua jenis bahan kulit ini
  • Jika kehujanan atau basah jangan di jemur dibawah terik matahari, cukup di angin-anginkan saja sampai kering
  • Gunakan bahan kulit suede diwaktu cuaca terang tidak hujan
  • Hindari pewangi pakaian tau parfum dan bahan kimia lain menempel arena dapat merusak tekstur
  • Hindari kulit suede dan nubuck dari minyak dan keringat. Jika memiliki sepatu suede atau nubuck selalu memakai kaos kaki agar tidak mudah terkena keringat dari kaki.
  • Simpan di tempat sejuk dan kering. Jangan menyimpan di bawah sinar matahari langsung atau dimasukkan kedalam plastik. Cukup simpan dengan membungkus kain atau kertas putih dan dimasukkan kedalam kotak sepatu. Lebih baik berikan silica gel pada kotak sepatu agar tetap kering dan bersih.

Nah bagaimana jika kulit suede atau nubuck terlanjur kotor terkena noda ? dari wikihow kami merangkum tips membersihkan noda pada kulit suede atau nubuck sesuai dengan jenis nodanya masing masing

  1. Membersihkan noda akibat kotoran

  • Untuk membersihkan dari kotoran semacam debu dan tanah pastikan noda yang menempel kering. Kemudian sikat dengan sikat khusus untuk kulit nubuck atau suede
  • Sikat sesuai dengan arah serat dari bahan kulit tersebut untuk menjaga agar tidak mudah rusak
  • Jangan terlalu keras saat menyikat hal ini akan merusak tekstur dari bahan kulit tersebut
  • Sikat gigi bekas dapat menjadi alternatif untuk membersihkan, namun pilihlah yang bulu bulu sikatnya lembut
  1. Membersihkan noda cairan

Jika sepatu atau apapun yang terbuat dari kulit suede atau nubuck terkena kotran berupa cairan anda dapat membersihkanya dengan cara sebagai berikut ini:

  • Apapun noda cairan yang menempel, segera keringkan dan bersihkan dengan lap kain bersih. Langkah ini merupakan langkah persiapan sebelum proses pembersihan ke tahap lanjut
  • Alternatif pertama menghilangkan noda bekas cairan atau basah adalah dengan menggunakan karet penghapus. Pastikan menggunakan karet penghapus yang tidak berwarna. Namun jika karet penghapus tidak berhasil membersihkan, anda dapat menggunakan kikir untuk kuku
  • Hapus noda basah bekas cairan dengan menyerapkan kain pada noda tersebut. Jangan menekan terlalu keras. Jika noda tersebut berbeda warnanya dengan warna kulit tersebut gunakan air untuk membasahi noda baru diserap dengan kain. Namun jika noda tersebut sudah terlanjur menyerap gunakan kertas untuk menghalangi noda menyerap
  • Untuk noda kopi, jus dan the anda dapat mneyerapnya dengan tisu. Tekan tisu pada area yang bernoda. Namun sebelumnya gunakan cuka pada kertas tisu tersebut baru ditempelkan pada bagian yang bernoda
  1. Membersihkan noda minyak

Hati hati untuk membersihkan noda minyak atau lemak. Jika tips menggunakan cara yang kami berikan tidak bisa menghapus noda yang menempel pada kulit suede atau nubuck sebaiknya anda menggunakan produk khusus untuk pembersih kulit suede atau nubuck.

  • Bersihkan noda minyak atau lemak dengan baking soda
  • Caranya dengan melarutkan baking soda dengan air biarkan beberapa jam. Kemudian gunakan baking soda tersebut pada kulit suede atau nubuck tersebut
  • Bersihkan dengan sikat gigi atau sikat khusus kulit suede

 

Fakta Menarik Sejarah Industri Kulit Dan Perkembanganya Kini

Fakta industri kulit saat ini cukup mencengangkan. Setiap tahun hampir 23 miliar meter persegi bahan kulit terjual disleuruh dunia. Bagaimana ini semua terjadi ? dari manakah asal mula dan kapan bahan kulit dibuat untuk industri kerajinan ? semua kami jawab di artikel ini.

Mungkin anda bertanya tanya, bagaimana awalnya kerajinan dari bahan kulit tersebut bermula? Apakah sudah sejak zaman dahulu kala? hingga bagaimana perkembangan kerajinan kulit binatang berlangsung hingga kini.

Sejarah mengenai kerajinan kulit ini menarik untuk di ulik. Baca artikel ini hingga selesai untuk menapatkan kisah lengkap mengenai bagaimana asal mula kerajinan kulit dri zaman pra sejarah hingga perkembangan sampai saat ini.

Sejarah Bahan Kulit Binatang Dibuat Kerajinan Oleh Manusia

Zaman dahulu, manusia purba berburu binatang untuk dikonsumsi. Mereka mengelupas kulit binatang kemudian kulit tersebut digunakan sebagai tenda, pakaian dan alas kaki. Sejarah penggunaan kulit binatang paling awal ditemukan sejak zaman paleolithic. Hal ini dibuktikan dengan banyak lukisan di gua yang menjelaskan tentang penggunaan kulit binatang. Tak hanya itu situs situs paleolitic juga menunjukkan adanya bekas alat yang digunakan untuk menghilangkan rambut binatang dan memotong kulit.

Kulit binatang akan membusuk jika biarkan begitu saja. Oleh karena itu metode pengawetan mutlak dilakukan.metode pengawetan kulit binatang ini paling awal dilakukan dengan menggunakan tanah kemudian ditarik dan di jemur. Metode lain yang juga ditemukan adalah dengan membiarkan berubah warnanya di dlaam hutan akibat vegetasi dari tanaman yang ada di hutan.

Proses penyamakan kulit binatang secara primitif di lakukan dengan cara hanya di hilangkan lemak dan dijemur. Proses ini tentu memakan waktu yang lama. Setelah ditemukanya berbagai jenis garam dan sulfur, proses penyamakan kulit binatang dilakukan secara kimiawi dengan bantuan garam garaman dan bahan kimia lain. Lama kelamaan hingga waktu ditemukanya garam, dilakukanlah proses pengeringan dan penyamakan yang pertama kali. Kulit yang disamak pertamakali menggunakan tawas dan di warnani menggunakan zat warna dari tanaman. Berabad abad lamanya proses pembuatan kulit ini semakin berkembang. Bahan kulit mengalami proses produksi yang lebih efektif dan efisien.

Selain menggunakan garam garaman, sebelumnya kulit binatang di awetkan dengan benda seperti asap, minyak bahkan ekstrak kayu. Kegiatan untuk mewarnai bahan kulit menjadi kecoklatan atau leather tanning pertama kali menggunakan ekstrak kayu, kegiatan ini kemudian berkembang menjadi sebuah seni leather tanning. Seni ini awalnya dirahasikan dan diturunkan khusus pda komunitas pembuat kulit yang dikenal dengan nama leather trade guild.

Abad ke 18, perkembangan dunia telah sampai pada masa industri modern pertama. Dimana ditemukan mesin dan listrik. Perubahan ini juga berubah terhadap pola pengerjaan kulit binatang. Permintaan pasar akan bahan bahan kulit semakin meningkat. Proses penyamakan kulit mulai tampak modern dan bervariasi. Finishing tahap ahir dari bahan kulit dilakukan dengan berbagai pewarna bahkan mulai abad ke 19 awal sudah dilakukan penyamakan krom dan tanning khusus untuk kulit binatang.

Bagaimana Proses Pengolahan Kulit Binatang Saat Ini Berlangsung?

Kini perkembangan industri kerajinan kulit sudah sangat maju. Perkembangan , penemuan serta inovasi di dalam menciptakan proses menghasilkan bahan kulit terbaik banyak menemukan kemajuan. Industri komersial bahan bahan kulit senantiasa tumbuh dan berkembang.

Saat ini umumnya ada 3 tahapan yang dilakukan dalam mengolah bahan kulit binatang mentah menjadi bahan kulit untuk kerajinan. Berikut ini tahap-tahap yang dilakukan:

  1. Pre tanning atau beamhouse

Kegiatan ini sering disebut juga pengolahan tahapan pengerjaan basah. Tujuanya proses ini adalah mengawetkan kulit binatang yang masih mentah sehingga bisa bertahan hingga proses penyamakan. Proses yang dilakukan pada tahapan ini meliputi proses perenadaman atau soaking, kemudian proses pengapuran atau liming, kemudian pembuanga kapur/ deliming, kemudian bating, dan terahir adalah proses pengasaman atau pickling.

Masing masing tahapan ini memiliki tujuan untuk menghilangkan lemak, bulu, epidermis dan kelenjar hewani yang masih menempel, kemudian menghilangkan zat kapur yang ada di dalam kulit binatang dan terahir mengasamkan kulit binatang sehingga tidak akan rusak saat dilakukan proses penyamakan atau tanning.

  1. Tanning atau penyamakan

Proses penyamakan biasanya tergantung jenis bahan penyamaknya. Hal ini yang mempenagruhi nama nama penyamakannya seperti penyamakan nabati/ vegetable tanning, penyamakan dengan krom atau cromium tanning , penyamakan kombinasi kedua bahan nabati dan krom dan penyamakan sintetis.

Proses ini meiliputi bahan kulit dibagi menjadi dua bagian. Pertama, golongan hide untuk binayang besar seperti kerbau, kuda, sapi dan lainya. yang kedua, golongan skin untuk jenis hewan domba, kambing dan jenis reptil.

Jenis jenis bahan penyamak akan mempengaruhi hasil akhirnya. Penyamakan nabati / vegetable tanning akan menghasilkan warna coklat muda hingga merah, hasilknya empuk namun agak kaku dan tidak tahan panas. Hal ini berbeda dengan penyamakan menggunakan krom, hasilnnya biasanya akan menghasilkan kulit yang lentur, lemas , lembut serta lebih tahan terhadap panas. Untuk penyamakan kombinasi menggunakan kombinasi bahan penyamak untuk mendapatkan kelebihan masing masing bahan penyamak. Sedangkan penyamakan sintetis pada dasrnya mirip dengan proses penyamakan nabati, bedanya hanya behan yang digunakan. Penyamakan sintetis menggunakan bahan organic polyacid.

  1. Penyelesaian akhir atau finishing

Tahap finishing ini terdiri dari beberapa yaitu pengetaman / shaviing, pemucatan atau bleaching,  penetralan / neutralizing, pengecatan dasar, perminyakan atau fat liquoring, penggemukan atau oiling, pengeringan, kemudian pelembaban dan perenggangan.

Proses proses dalam tahapan finishing tersebut memiliki tujuan yang berbeda, berikut ini penjelasanya :

  • Pengetaman dilakukan untuk membuat kulit memiliki ketebalan yangsama
  • Bleaching bertujuan menghilangkan flek besi dan merendahkan kadar ph
  • Untuk penyamakan krom dibutuhkan penyralam karena sifat dari penyamakan krom adalah asam yang tinggi sehingga dilakukan penetralan agar tidak merusak bahan kulit
  • Pengecatan dilakukan untuk mendapatkan warna pada kulit
  • Peminyakan bertujuan untuk melumaskan serat kulit agar tahan ketika ditarik dan fleksibel selain itu juga menjga serat agar tidak lengket
  • Penggemukan atau oiling bertujuan untuk mengeluarkan zat penyamak keluar dari permukaan bahan kulit
  • Proses pengeringan dilakukan guna menghentikan proses kimia yang terjadi di dalam kulit. Proses ini bahan kulit diperah dan dihilngkan air yang terkandung didalamnya
  • Pelembaban bertujuan untuk menyesuaikan bahan kulit dengan udara yang ada disekitarnya
  • Kegiatan akhir berupa peregangan memiliki tujuan untuk menjga fleksibilitas kulit sehingga ketika sudah jadi tidak akan mudah melar

Fakta-Fakta Industri Kerajinan Kulit Saat Ini

Fakta perdagangan bahan kulit saat ini memang mencengangkan. Binatang yang disamak kulitnya juga semakin beragam. Hal ini memang menjadi isu lingkungan yang cukup kontroversial. Pasalnya permintaan akan kulit binatang cukup mengusik kondisi para aktivis perlindungan binatang.

 

Di luar kontroversi tersebut, produksi kerajinan kulit dan bahan kulit di dunia semakin meningkat. Bahkan mungkin fakta fakta ini tidak pernah anda bayangkan sebelumnya. Cek fakta perkembangan industri kerajinan kulit berkembang hingga kini. Anda bisa melihat infografis dari gambar disamping. klik gambar untuk info lebih jelas.

FAO badan PBB yang menangani permasalahan pangan dan sektor hasil pertanian menyebutkan bahwa perdagangan sektor bahan kulit binatang mentah, baik kulit basah dan bahan kulit jadi untuk produksi kerajinan kulit menjcapai 53.824 dollar amerika.

Studi pasar global tahun 2009 yang dilakukan untuk industri bahan kulit menemukan fakta fakta menarik berikut ini:

  • Kulit binatang merupakan produksi sampingan dari peternakan hewan seperti sapi, domba namun nilainya mencapai 10 % dari psar hewan itu sendirii
  • Bahan kulit merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui. Pasalnya jika tidak dapat diproduksi, kulit binatang dapat di produksi dengan kulit sintetis
  • Produksi kulit disleuruh dunia tahu 2008 saja sudah mencapai 24 miliar meter persegi di seluruh dunia
  • Rata rata orang di sleuruh dunia memiliki 4 item bahan kulit yaitu sepatu, ikat pinggang, bagian tali jam dan sepatu.
  • Industri kulit menghasilkan limbah yang cukup memprohatinkan masalah pembuanganya. Pasalnya residunya mampu membahayakan bagi kesehatan

 

Identifikasi Jenis Bahan Kulit Berdasarkan Tipe Finishing Yang Di Lakukan

Bahan kulit yang masih mentah biasanya diselesaikan dengan cara dilapisi pewarna ataupun di biarkan begitu saja. Penyelesaian bahan kulit ini sering disebut juga dengan finishing bahan kulit. Hasil finishing dari bahan kulit ada yang di cat berwarna warni, berwarna layaknya bahan kulit yang alami atau dibiarkan begitu saja. Hal ini akan menghasilkan estetika dan keindahan yang berbeda.

Mengetahui finishing bahan bahan kulit penting dilakukan. Hal ini guna menetahui hasil akhir dari jenis bahan kulit tersebut. Biasanya tipe finishing pada bahan kulit ini juga akan menentukan jenis bahan kulit yang sering kita temui di pasaran.

Umumnya proses pembuatan bahan kulit selalu dimulai dari proses penyamakan. Pada proses awal ini lemak dari kulit binatang tersebut di hilangkan. Proses elanjutnya bahan kulit tersebut di rendam dan di awetkan agar keras dan tidak udah busuk. Pada fase ini ph kulit hewan di kontrol, di samak kembali dan di cuci kemudian di celupkan ke pewarna jika di butuhkan. Nah bagaimana detail proses finishing atau pewarnaan pada bahn kulit bekerja? Berikut ini kami jelaskan satu persatu.

Bagaimana Proses Finishing Bahan Kulit Terjadi?

Proses finishing bahan kulit terjadi setelah proses  pencucian terahir. Nah untuk melakukan finishing ini biasanya menggunakan pigmen pewarna. Pigmen ini umumnya terbuat dari campuran akrilik dan urethanes yang dibuat menjadi resin.

Proses ini pada tingkal molekuler membuat molekul molekul warna tersebut mengikat kondisi permukaan bahan kulit tersebut membuat lapisan yang solid dan menutupi pemrukaan bahan kulit yang buram. Pigmen warna pada permukaan bahan kulit ini bersifat semi permeabel atau permeabel serta membuat lapisan film yang membuat pori pori bahan kulit jadi terttutup dan sulit untuk ditembus cairan bahkan kotoran.

Nah ketika bahan kulit tersebut tidak di finishing dengan pigmen biasanya disebut dengan bahan kulit non finishing. Nah bahan kulit seperti ini kualitas alaminya tidak disembunyikan termasuk dengan pori-porinya yang membuat lebih rentan dengan tumpahan cairan dan noda.

Pewarna bahan kulit yang biasa digunakan untuk finishing disebut dengan anniline. Pewarna ini mampu menyetap melalui kulit yang telah disamak. Pewarna untuk finishing bahan kulit jika telah di serap, pewarna tersebut tidak terikat dengan serat yang mampu membentuk lapisan pada bahan kulit. Analogi terbaik untuk menjelaskan kulit yang belum jadi atau kulit yang sudah jadi atau kulit yang di finishing, seperti roti cupcake yang yang diberi dengan pewarna  kemudian di beri hiasan frosting. Nah kulit yang belum di fisnihing atau belum jadi gamabranya adalah cupcake yang hanya diberi pewarna sedangkan kulit yang sudah jadi atau di finishing ibaratnya adalah cupcake yang di beri pewarna dan di frosting.

Macam Macam Jenis Finishing Bahan Kulit

Proses pembuatan bahan kulit, memiliki tiga pendekatan utama dalam melakukan finishing atau tahap penyelesainya. Berikut ini penjelasanya mengenai macam macam dan jenis finishing bahan kulit:

  1. Anniline Leather

Sangat tepat jika anda menjadikan kulit aniline sebagai sebuah investasi. Jenis kulit yang satu ini merupakan jenis bahan kulit yang paling terlihat alami. Bahan kulit yang satu ini memang dibiarkan natural sehingga kulit alami masih terlihat. Bahan kulit aniline sayangnya sangat rentan terhadap goresan, air bahkan goresan. Tak hanya itu jenis kulit aniline ini mudah terpapar sinar matahari.

Bahan kulit anilin memiliki karakteristik yang menonjol sebagai berikut ini:

  • Tekstur natural, hal ini bisa diraba dengan jari. Bahan kulit agak kasar pada bagian bawah dan warnanya akan sedikit berubah jika di tekan dengan keras namun dapat kembali lagi
  • Aroma dan warnanya sangat khas bau kulit asli. Bahan aniline sangat mirip dengan bahan kulit binatang asli
  • Bahan anilin menyerap cairan dan noda. Goresanya bisa di gosok dan pori besar sehingga kulit dapat bernapas
  • Fleksibel dan lentur dibandingkan dengan jenis bahan kulit lainya. bahanya terasa ringan dan ramping, berkerut saat di gulung
  • Warnanya napak kusam namun lebih terlihat artistik
  • Efek patina lebih mudah timbul
  • Jika di warnani jenis kulit aniline warnnaya akan lebih memudar ketika sering berada pada paparan sinar matahari
  • Bahan kulit tampak mengkilap jika berada di bawah sinar atau cahaya
  1. Semi Aniline Leather

Bahan kulit semi aniline merupakan jenis bahan kulit anilin murni yang bagian atasnya telah diberikan lapisan finishing atau pewarna. Bagian atas kadang juga diberikan pelindung kulit. Tujuanya untuk meningkatkan dan melindungi bahan kulit dari noda dan kotoran. Namun walaupaun diberikan lapisan paling atas dari bahan tersebut masih mempertahankan warna alami dari penampilan bahan kulit.

Untuk mengetahui karakteristik bahan kulit semi anilin anda dapat memperhatikan beberapa detail berikut ini:

  • Teksturnya halus
  • Warna tidak berubah ketika di tekan
  • Aroma dan teksturnya layaknya kulit binatang alami. Layaknya kulit binatang yang masih hidup
  • Cairan agak susah menyerap kedalam bahan kulit
  • Pori pori kecil namun terlihat dan kulit masih bisa bernapas
  • Lebih fleksibel dari kulit yang di finishing namun juga lebih keras dari kulit anilis
  • Ketika di gulunng tidak akan terlihat adanya kerutan
  • Warna kulit tidak mudah berubah
  • Bahan kulit akan mengkilap dibawah sinaran cahaya
  • Warna bahan kulit ada yang transparan ada yang terlihat kusam namun telrihat lebih seragam secara sekilas
  1. Pigmented Leather

kulit berpigmen atau pigmented leather merupakan bahan kulit yang telah di lapisi dengan lapisan pewarna ataupun bening tanpa warna. Bahan kulit berpigmen menampilkan warna kulit yang berwarna sehinga membuat bahan kulit nampak tidak natural. Lapisan pigmen pada bahan kulit ini memiliki manfaat untuk menyamarkan cacat dan noda, pemudaran warna serta menjaga daya tahan bahan kulit. Jenis bahan kulit ni sangat mudah di rawat serta memiliki ketahanan yang baik terhadap noda dan cairan. Biasanya jenis bahan ini digunakan sebagai jok mobil ataupun untuk furniture bahan kulit.

Karakteristik utama dari jenis bahan kulit berpigmen sebagai berikut:

  • Tekstur bahan kulit yang satu ini halus dan layaknya seperti plastik
  • Warnanya tidak akan berubah ketika ditekan
  • Tidak terlihat seperti bahan kulit asli tetapi seperti bahan kulit imitasi
  • Pola dan permukaan bahan kulit ini terlihat seragam dan konsisten.
  • Pori pori tertutup rapat
  • Cairan tidka mdah terserap
  • Jika tergores tidak mudah di gosok
  • Tidak fleksibel dibandingkan jenis bahan kulit lainya
  • Kaku dan tidak terlihat berkeerut ketika di gulung
  • Tidak akan menimbulkan efek patina
  • Warna sangat mudah pudar dibawah paparan sianr matahari
  • Sangat mengkilap dibawah sorotan cahaya
perbedaan jenis jenis bahan kulit berdasarkan tipe finishing

Jenis jenis bahan kulit ini di kelompokkan berdasarkan tipe finishing atau proses yang dilakukan pada bahan kulit tersebut. Jika anda mengetahui beberapa nama bahan kulit lainya seperti full grain, pull up, suede atau nubuck, dan berbagai jenis lainya, biasanya kategori ini di dasarkan oleh bagaimana kulit binatang tersebut serat bahan kulitnya di potong. Berkat pemotongan serat serat pada bahan kulit tersebut menyebabkan jenis jenis bahan kulit tersebut berbeda.

 

Cerdas Memilih Sofa Kulit Untuk Rumah Minimalis

Bingung memilih sofa kulit buat mengisi furniture di rumah minimalis yang sempit? Tenang saja tentu ada cara menyiasatinya. Simak artikel dibawah ini untuk mendapatkan alternatif memilih sofa kulit untuk furnitur rumah minimalis.

Sofa kulit dapat menjadi furniture interior yang memberikan kesan hangat dan elegan pada sebuah ruangan. Bahkan untuk ruangan sempit layaknya kita temui pada rumah minimalis. Sofa kulit memberikan kesan mewah dan klasik sekaligus pada sebuah ruangan. Jadi mengapa tidak mencoba mengisi ruangan dengan menggunakan sofa kulit.

Namun anda masih bingung karena ruangan anda terlihat sempit. Takutnya jika menggunakan sofa kulit akan mmebuat ryangan jadi terlihat semakinsempit dan tidak nyaman. Tenang saja, beberapa hal ini dapat anda lakukan utnuk menyiasati agar sofa kulit tetap tampil pas dan membuat ruangan di rumah minmalis yang sepit jadi nyaman dan tidak membuat sumpek.

Perhatikan Hal Ini Saat Membeli Sofa Kulit Untuk Rumah Minimalis

Memilih sofa kulit untuk ruangan yang sempit bikin bingung ? coba perhatikan beberapa hal yang kami berikan dibawah ini agar tidak salah beli sofa kulit untuk rumah mungil anda.

  • Pilih ukuran yang sesuai dengan ruangan

Tips paling penting untuk membeli sofa kulit pada rumah minimalis adalah menyesuaikan luasan ruangan dengan model dan ukuran sofa yang akan di beli. Anda dapat membeli sofa yang berukuran midle atau menengah untuk ruangan minimalis. Selain itu yang harus diperhatikan adalah model sofa/ sebaiknya anda menggunakan model yang sderhana atu minimalis serta mengunakan motif yang tidak mencolok. Motif yang besar besar dan mencolok justru akan membuat ruangan terkesan penuh.

Tips penting lainya yang tidak bisa dilewatkan, ukurlah ruangan rumah anda terlebih dahulu sebelum membeli sofa. Sehingga ketika anda memutuskan untuk membeli sofa sudah mengetahui ukuran sofa berapa yang paling pas dan cocok untuk ruangan anda. Untuk memberikan kesan luas, anda dapat menggunakan warna sofa kulit yang kontras dengan cat ruangan.

  • Pilih dudukan sofa yang nyaman

Memeriksa dudukan sofa sangat penting dilakukan sebelum membeli sofa kulit. Memilih sofa kulit sebaiknya dengan memperhatikan dudukan sofa. Jika anda mendatangi showroom sofa kulit, jangan lupa di duduki dan rasakan. Kenyaman dudukan sofa sangat penting diperhatikan. Mengingat fungsi sofa sendiri untuk duduk dan beristirahat. Jika pegasnya terasa tidak nyaman atau bahkan berbunyi ketika di duduki sebaiknya jangan dipilih. Dudukilah sofa yang anda pilih untuk beberapa saat kemudian rasakan, dan simpulkan. Nyaman atau tidak sofa tersebut.

pilih sofa yang nyaman untuk di duduki
  • Pilih sofa yang memiliki rangka kuat

Sofa kulit yangbagus memiliki rangka yang kokoh dan kuat. Sehingga mampu menopang berat dan beban yang ada pada atas sofa.  Pilihlah soa dengan rangka yang menyatu serta di [aplikasikan dengan cara di bor atau di paku. Jangan memilih sofa yang hanya di lem saja ketika merangkainya. Lem dan staples hanya untuk bagian dekorasi bukan untuk menguatkan rangka sofa. Memilih rangka sofa dengan benar akan memperpanjang usia pakai sofa adna di rumah.

  • Cek dulu kedalaman dan ketinggian sofa

Kedalam sofa dan ketinggian sofa akan berpengaruh pada kenyamaan selama duduk. Oleh karena itu pastikan bahwa ketika anda mencoba menduduki sofa, kaki anda tidak menggantung di sofa tersebut. Kaki tetap menapak kelantai. Selain itu pastikan bahwa sofa tidak ambles atau tidak masuk kedalam ketika anda duduk. Pastikan bahwa sofa mampu menahan dan menampung badan anda dan membuat nyaman saat di duduki.

  • Pilih isian sofa dan kulit upholstery yang terbaik

Bagian ini juga sangat penting untuk di simak. Memilih isi bagian dalam sofa dan jenis kulit yang digunakan akan menentukan kualitas sofa. Pilihlah jenis sofa yang menggunakan busa yang tidak mudah kempes. Lebih baik membeli sofa agak lebih mahal dengan kualitas busa yang bagus dibandingkan menggunakan busa yang tidak begitu bagus kualitasnya.

Selain itu periksa pula jenis bahan kulit yang digunakan. Apakah menggunakan bahan kulit binatang asli atau menggunakan bahan kulit sintetis. Mengetahui detail jenis bahan kulit pelapis sofa akan bermanfaat dalam merawat dan menjaga kondisi sofa. Sofa kulit asli harus diperlakukan berbeda dengan sofa kulit imitasi atau sintetis. Bahan kulit sintetis juga banyak sekali jenisnya. Biasanya yang terkenal awet dan tahan lama adalah jenis bahan kulit sintetis polyuretane atau PU leather. Di pasaran sofa kulit imitasi yang paling terkenal adalah sofa kulit oscar.

Sudah Beli Sofa Kulit? Jangan Lupa Merawatnya

Setelah beli sofa jangan sampai membiarkan sofa begitu saja. Sofa kulit juga harus dirawat. Tujuanya tidak lain untuk agar sofa kulit tetap awet bahkan dalam jangka waktu yang lama. Merawat sofa kulit juga bukan hal yang sulit. Berikut ini kami berikan tips mudah merawat sofa kulit.

Sudah tahu jenis sofa kulit yang anda beli ? sofa kulit asli atau sofa kulit sintetis? Kedua jenis bahan ini memiliki karakteristik yang berbeda jadi cara merawatnya juga harus berbeda.

  1. Cara Merawat Sofa Kulit Asli

Agar sofa kulit asli tetap awet lakukan perawatan dan cara membersihkan sofa kulit asli dengan baik. Berikut ini hal yang harus anda lakukan untuk merawat dan membersihkan sofa kulit asli:

  • Jauhkan sofa dari paparan sinar matahari secara langsung. Matahari membuat bahan kulit asli jadi lebih mudah kaku dan keras
  • Bersihkan sofa kulit dari debu secara teratur. Gunakan kemoceng atau penyedot debu yang berbelalai lembut guna menyerap debu dan kotoran.
  • Jika sofa terkena noda sebaiknya dibersihkan dengan menggunakan bahan alami
  • Jangan menggunakan bahan kimia berbahaya atau detergen yang keras. Jika tidak memiliki detergen khusus pembersih sofa gunakan sabun bayi cair untuk membersihkan noda
  • Lakukan perawatan dengan kondisioner khusus untuk sofa kulit secara teratur minimal seminggu sekali atau setiap setelah kering sehabis membersihkan sofa kulit dengan sabun atau sampo bayi
  1. Cara Merawat Sofa Kulit Sintetis / Imitasi

pada dasarnya merawat sofa kulit sintetis atau imitasi hampir sama dengan sofa kulit asli. Seperti menghindari paparan sinar matahari serta rutin membersihkan sofa dari debu. Agar sofa tidak mudah retak anda perlu merawat sofa kulit dengan menggunakan lotion pelembab secara rutin. Pilihlah lotion pelembba berbahan cream agar lebih mudah meresap kedalam substrat sofa kulit. Selain itu aplikasinya juga lebih mudah cukup dengan dilap dan digosok menggunakan kain bersih.

Jika sofa kulit sintetis terkena noda, cara membersihkanya hampir sama dengan sofa kulit asli. Sebaiknya anda memang menghindari mencuci sofa dengan deterjen keras atau bahan kimia lainya. kecuali untuk beberapa kasus seperti sofa berjamur atau terkena noda membandel wajib dibersihkan dengan cara yang berbeda. Jika sofa terkena jamur sebaiknya segera bersihkan dengan menggunakan larutan cuka dapur hingga bersih. Jangan lupa setelah itu baru menggunakan pelembab atau lotion. Tujuanya agar sofa tidak mudah kaku dan kering.

 

Praktis! Begini Merawat Furniture Finishing Patina

merawat furniture finishing patina

Finishing furniture banyak jenisnya diantaranya adalah warna patina. Dan untuk merawat furniture finishing patina juga perlu hati-hati agar tidak menghilangkan kesan kayu teroksidasi tersebut.

Furniture lebih dikenal dengan material kayu karena teksturnya yang kuat dan tahan lama. Bahkan dari kayu, furniture bisa dibentuk menjadi berbagai gaya mulai dari gaya klasik, modern, kontemporer dan masih banyak lagi. Untuk memunculkan gaya-gaya furniture tersebut, finishing juga sangat mempengaruhi. Karena finishing sendiri juga tidak melulu warna natural kayu saja melainkan juga warna solid bahkan warna perpaduan antara keduanya. Bahkan untuk menampilkan kesan recycle, klasik maupun tampilan lainnya membutuhkan teknik tertentu. Hal ini bertujuan untuk memberikan kesan furniture tersebut terkesan natural meskipun bisa dilakukan dengan beberapa tahap.

Finishing yang cukup familiar di dunia mebeling adalah warna patina. Warna ini memperlihatkan kayu yang digunakan pada furniture terkesan teroksidasi sehigga cenderung pucat atau warna sedikit terangkat. Untuk mendapatkan warna patina secara alami tentu membutuhkan waktu yang lama, maka dari itu dalam dunia finishing terdapat finishing patina. Sehingga furniture yang sangat cocok dengan warna patina adalah furniture yang mengusung gaya-gaya klasik.

Nah, jika Anda adalah salah satu orang yang sangat menyukai tampilan klasik yang kebarat-baratan seperti American Classic, Eropa, Victorian dan yang lainnya maka furniture dengan finishing patina adalah salah satu furniture yang harus Anda usung. Agar furniture dengan finishing semacam ini tetap awet, maka perlu merawat furniture finishing patina dengan lebih hati-hati agar tidak menghilangkan kesan kayu yang teroksidasi tersebut.

Furniture Yang Sering Menggunakan Finishing Patina

Furniture merupakan sebuah pelengkap dalam suatu hunian baik dari hunian bergaya tradisional hingga modern maupun berukuran minimalis maupun luas. Furniture sudah menjadi bagian dari gaya hidup bagi masyarakat modern saat ini. Karena furniture tidak hanya dibutuhkan untuk menata maupun menaruh barang yang sekiranya akan memenuhi ruang melainkan furniture juga berfungsi sebagai pelengkap nuansa dalam rumah tersebut. Sehingga tidak salah jika furniture memiliki peran yang cukup penting untuk menciptakan nuansa tertentu sesuai dengan keinginan dari penghuni tersebut.

 

Furniture sendiri terbuat dari berbagai material diantaranya adalah besi, kaca, plastik dan kayu. Dan furniture yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah material kayu. Hal ini dikarenakan, material kayu menjadi material yang ideal untuk hunian rumah. Selain tampilannya yang indah, furniture kayu juga menyesuaikan pola yang diinginkan oleh masyarakat. Bagi produsen, kayu sendiri lebih bagus digunakan sebagai furniture karena teksturnya yang kuat, tahan lama dan bisa dilakukan dengan berbagai macam jenis finishing.

Finishing pada furniture tersebut juga mempengaruhi dari tema yang dihasilkan. Salah satu tema furniture yang sering digunakan oleh masyarakat modern saat ini justru bergaya klasik dan minimalis. Gaya minimalis pada umumnya diterapkan oleh masyarakat untuk huniannya yang cenderung minimalis atau berada di lahan yang sempit. Sedangkan gaya klasik ini pada umumnya bisa diterapkan di berbagai gaya hunian mulai dari minimalis hingga modern. Furniture klasik mungkin yang sering kita lihat adalah natural kayu namun juga tidak menutup kemungkinan menggunakan teknik washing finish atau warna patina.

Furniture dengan finishing warna patina bisa diterapkan di berbagai furniture yang sering terdapat dalam hunian. Diantara furniture yang bisa diaplikasikan dengan teknik patina adalah meja rias berkonsep kolonial, meja bergaya provencal, tempat tidur, cabinet maupun meja kerja. Furniture-furniture tersebut sangat berpengaruh dalam menentukan kenyamanan dan ketenangan bagi penghuni. Maka dari itu, tidak ada salahnya jika Anda ingin mendapatkan kesan antik dan klasik pada hunian rumah Anda dengan furniture-furniture finishing patina tersebut.

Untuk menjaga furniture agar bisa bertahan lama maka diperlukan perawatan seperti halnya dengan furniture-furniture pada umumnya. Sebab, furniture dengan material kayu sangat rentan dan rawan terhadap berbagai serangan jamur, bakteri, serangga maupun organisme perusak kayu lainnya. Hal ini dikarenakan kayu merupakan material yang mudah lembab selain itu terdapat berbagai kandungan dalam kayu diantaranya adalah selulosa yang sangat disukai oleh rayap. Perawatan pada furniture juga bertujuan untuk menghindari pengendapan debu yang menyebabkan tampilannya semakin kusam.

Merawat furniture finishing patina hampir sama dengan furniture pada umumnya yakni menggunakan poles kayu. Namun, perlu hati-hati agar tampilan patina tetap terjaga dengan baik. Perawatan menggunakan poles kayu bertujuan agar tampilan tetap mengkilap dan menarik seperti furniture yang baru saja diproduksi.

Merawat Furniture Finishing Patina Dengan Biopolish Linseed Oil

Perawatan terhadap furniture sangat penting, tidak hanya menjaga tampilan furniture tersebut tampak mengkilap melainkan juga bertujuan agar furniture tetap terjaga dengan baik sehingga tidak mudah kusam maupun terserang organisme perusak kayu seperti jamur. Sebagian masyarakat kadangkala tidak terlalu memperdulikan cara perawatan furniture yang tepat, alhasil hanya dibersihkan dari debu saja. Padahal untuk menjaga furniture tersebut terjaga dengan baik adalah dengan mengoleskan poles kayu. Hal ini bertujuan untuk menjaga furniture dari berbagai gangguan yang seringkali muncul pada furniture kayu.

Perawatan furniture kayu sangat perlu diperhatikan pasalnya kayu merupakan material yang sangat mudah diserang jamur dan serangga. Hal ini disebabkan oleh kandungan dalam kayu selain itu kayu juga sangat mudah menyerap kelembaban udara. Sehingga perawatan furniture menggunakan poles kayu tidak boleh terlewatkan. Sangat disarankan untuk tidak mengaplikasikan air sebagai perawatan karena memicu permukaan kayu menjadi semakin lembab.

Begitu pula dengan merawat furniture finishing patina, pengaplikasian poles kayu juga sangat diperlukan. Tidak semua jenis poles kayu berkualitas baik dan aman digunakan sebab masih banyak yang menggunakan bahan baku dari kimia berbahaya. Untuk menghindari penggunaan bahan-bahan kimia yang membahayakan kesehatan, Anda bisa mengaplikasikan poles kayu yang jauh lebih ramah lingkungan yakni Biopolish Linseed Oil.

Biopolish Linseed Oil merupakan poles kayu yang terbuat dari bahan alami yakni beeswax dengan campuran linseed oil dan bahan-bahan yang aman lainnya. Poles kayu ini sangat efektif untuk mempertajam tampilan furniture sekaligus menjaga furniture agar terhindar dari serangan jamur maupun serangga. Sebab, Biopolish Linseed Oil mampu menyerap ke dalam serat kayu sehingga tidak hanya melindungi bagian permukaan furniture saja melainkan hingga ke dalam serat kayu tersebut.

Agar tampilan furniture semakin cemerlang, sebaiknya untuk selalu mengoleskan Biopolish Linseed Oil setiap dua minggu sekali. Semakin sering pengaplikasian poles kayu tersebut maka perlindungan terhadap kayu tersebut juga semakin optimal. Tidak hanya untuk perawatan furniture saja, poles kayu ini juga bisa digunakan sebagai finishing. Poles kayu tersebut mampu mempertajam kayu karena mampu mengeluarkan warna asli dari kayu tersebut sehingga sangat cocok jika diaplikasikan pada permukaan kayu meskipun tanpa finishing. Jika awalnya kayu terlihat pucat setelah dioleskan Biopolish Linseed Oil akan terlihat semakin tajam.

Temukan Kami Di Instagram

Populer