Apakah Anda berencana membeli peralatan makan kayu? Jika iya, penting untuk memahami kelebihan dan kekurangan peralatan makan kayu berikut ini. Perlatan makan kayu memang terlihat estetis, alami, dan aman. Namun, material ini juga memiliki kekurangan. Salah satunya adalah mudah menyerap bau makanan. Sehingga membutuhkan perawatan yang tepat.
Peralatan Makan Kayu dan Karakter Bahannya
Kayu sudah lama digunakan sebagai peralatan makan, jauh sebelum plastik dan logam mendominasi dapur. Bahannya ringan, cukup kuat, dan nyaman digunakan. Setiap alat makan kayu juga memiliki pola serat yang berbeda, memberi kesan unik yang tidak bisa disamakan satu dengan lainnya.
Baca Juga : Apakah Peralatan Makan Kayu Aman untuk Makanan Panas?
Umumnya, peralatan makan kayu dibuat dari bambu, jati, atau jenis kayu keras lainnya yang dikenal lebih awet. Selain faktor fungsional, penggunaan kayu juga mulai dilihat sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan karena dapat mengurangi ketergantungan pada plastik sekali pakai.
Di beberapa budaya, penggunaan alat makan kayu bukan sekadar pilihan, tetapi sudah menjadi bagian dari tradisi. Hingga kini pun, banyak restoran dan rumah makan menggunakannya untuk menghadirkan pengalaman makan yang lebih natural dan hangat.
Kelebihan Peralatan Makan Kayu
Memahami sisi positif dari alat makan kayu akan membantu Anda menilai apakah produk ini sesuai dengan kebutuhan.
1. Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan
Salah satu alasan utama orang beralih ke alat makan kayu adalah karena dampaknya yang rendah terhadap lingkungan. Kayu adalah bahan alami yang dapat terurai secara hayati. Jika diproduksi secara berkelanjutan, alat makan kayu dapat membantu mengurangi limbah plastik dan emisi karbon.
Selain itu, proses produksinya tidak melibatkan bahan kimia berbahaya seperti yang digunakan pada pembuatan plastik atau stainless steel. Hal ini menjadikannya pilihan yang lebih aman untuk lingkungan dan kesehatan.
2. Tampilan Estetik dan Alami
Kayu menghadirkan kehangatan visual yang tidak dapat diberikan oleh logam atau plastik. Peralatan makan kayu sering digunakan dalam penyajian makanan tradisional atau hidangan berkonsep rustic. Selain itu, tampilannya cocok dipadukan dengan gaya meja makan minimalis maupun klasik.
Banyak orang membeli alat makan kayu bukan hanya untuk digunakan, tetapi juga sebagai elemen dekoratif. Di Instagram dan Pinterest, alat makan kayu sering tampil dalam konten food styling karena tampilannya yang "earthy" dan fotogenik.
3. Tidak Menghantarkan Panas
Berbeda dengan sendok logam, alat makan kayu tidak menghantarkan panas. Ini membuatnya lebih nyaman digunakan untuk makanan panas seperti sup atau bubur, karena tangan tidak akan terasa panas saat memegangnya.
Tak hanya nyaman, fitur ini juga meningkatkan keamanan saat menyuapi anak-anak. Risiko terbakar akibat konduksi panas dari logam bisa diminimalkan dengan penggunaan alat makan kayu.
4. Tidak Menggores Permukaan Alat Masak
Keunggulan lainnya adalah kelembutan permukaan kayu yang tidak merusak lapisan anti lengket pada wajan atau panci. Oleh karena itu, alat makan kayu sangat cocok digunakan bersama peralatan dapur modern.
Ini membuatnya menjadi pilihan populer bagi para pemilik alat masak berbahan teflon atau keramik yang membutuhkan perlakuan lembut agar tidak cepat aus.
5. Nyaman dan Aman untuk Anak-anak
Peralatan makan kayu ringan dan memiliki ujung yang tumpul, sehingga lebih aman untuk digunakan anak-anak. Selain itu, tidak seperti plastik, kayu tidak mengandung bahan kimia berbahaya yang bisa larut ke dalam makanan.
Bahkan banyak brand peralatan makan anak yang secara khusus menawarkan sendok atau garpu dari kayu untuk bayi dan balita sebagai opsi alami dan tidak beracun.
Kekurangan Peralatan Makan Kayu
Di balik keunggulannya, Anda juga perlu mempertimbangkan beberapa kekurangan dari alat makan kayu. Dengan memahami sisi ini, Anda dapat merawat dan menggunakannya dengan lebih bijak.
1. Mudah Menyerap Bau dan Warna
Karakteristik alami kayu yang berpori menyebabkan alat makan jenis ini rentan menyerap bau atau warna dari makanan, terutama makanan berbumbu kuat. Jika tidak dibersihkan dengan benar, bau tersebut dapat menetap dan mengganggu penggunaan berikutnya.
Untuk itu, penting membatasi penggunaan alat makan kayu untuk makanan tertentu dan menghindari rendaman lama. Setelah dipakai, segera bilas dengan air hangat dan keringkan.
2. Tidak Cocok untuk Mesin Pencuci Piring
Alat makan kayu sebaiknya tidak dicuci menggunakan dishwasher. Suhu tinggi dan semprotan air bertekanan dapat merusak struktur kayu, menyebabkan retak atau melengkung. Pencucian manual yang lembut lebih direkomendasikan.
Ini memang sedikit merepotkan, tetapi upaya kecil ini akan memperpanjang umur alat makan kayu Anda secara signifikan.
3. Rentan Jamur dan Bakteri
Jika tidak dikeringkan dengan baik setelah dicuci, kayu dapat menyerap kelembapan. Ini membuka peluang bagi jamur dan bakteri untuk berkembang biak. Oleh sebab itu, penyimpanan yang tepat menjadi kunci agar alat makan tetap higienis.
Beberapa studi bahkan menunjukkan bahwa jamur dapat tumbuh hanya dalam waktu 24 jam jika alat makan kayu dibiarkan lembap tanpa sirkulasi udara.
4. Perlu Perawatan Rutin
Untuk menjaga kualitas dan daya tahan, alat makan kayu perlu dipoles secara berkala. Tanpa perawatan, permukaan kayu bisa menjadi kasar, kusam, bahkan retak. Di sinilah peran beeswax menjadi sangat penting.
Dengan jadwal pemolesan rutin, setidaknya satu bulan sekali, alat makan kayu akan tetap halus, tahan air, dan lebih awet digunakan.
5. Kurang Ideal untuk Makanan Berminyak atau Asam
Karena sifat kayu yang menyerap, makanan berminyak atau asam dapat dengan mudah masuk ke pori-pori kayu. Selain merusak cita rasa, hal ini juga mempercepat kerusakan pada permukaan alat makan.
Untuk jenis makanan seperti itu, sebaiknya gunakan bahan alternatif seperti stainless steel atau kaca.
Perawatan Peralatan Makan Kayu dengan Beeswax
Untuk mengatasi sebagian besar kekurangan di atas, banyak pengguna menyarankan penggunaan beeswax sebagai bahan pelindung alami. Beeswax membantu mencegah penyerapan cairan, serta menjaga kilau dan kelembutan permukaan. Untuk produk beeswax yang paling direkomendasikan yaitu Biopolish Beeswax.
Biopolish Beeswax sudah berserifikat FDA (Food and Drug Administration) yang membuktikan bahwa produk ini aman jika bersentuhan dengan makanan.
Cara Penggunaan Beeswax:
Bersihkan alat makan kayu dan pastikan kering sempurna.
Oleskan beeswax secukupnya secara merata ke seluruh permukaan.
Diamkan selama beberapa saat agar beeswax menyerap sepenuhnya.
Hasilnya terasa lembut dengan kilau alami, kemudian simpan alat makan kayu di tempat kering.
Beeswax tidak hanya memberikan perlindungan, tetapi juga mempercantik tampilan alat makan Anda. Kandungan alami dalam beeswax aman untuk bersentuhan dengan makanan, sehingga tidak menimbulkan risiko kesehatan.
Apakah Peralatan Makan Kayu Cocok untuk Anda?
Jawaban dari pertanyaan ini tergantung pada gaya hidup Anda. Jika Anda mencari alat makan yang alami, estetis, dan ingin berkontribusi pada pengurangan limbah plastik, maka alat makan kayu adalah pilihan yang tepat.
Mereka yang senang memasak dan menghias meja makan akan sangat menyukai keunikan alat makan kayu.
Jadi, apakah Anda siap beralih ke peralatan makan alami ini? Jangan lupa merawatnya secara rutin dengan Biopolish Beeswax supaya tampil indah, higienis, dan tahan lama.
Untuk pemesanan Biopolish Beeswax dan informasi lebih lanjut, silahkan klik banner di bawah ini.






