Banyak orang ingin melakukan finishing kayu namun bingung harus mulai darimana. Apakah perlu menggunakan pernis, plitur atau bahan lainnya. Apakah dapat langsung dioles atau harus dicampur pelarut terlebih dahulu? Cara finishing kayu sebenarnya sederhana.
Pertama tentukan terlebih dahulu hasil yang ingin diperoleh. Biasanya terdapat 4 jenis finishing kayu yaitu warna natural, warna solid, transparan, dan alami tanpa lapisan.
Setelah menentukan hasil, Anda bisa menerapkan metode sesuai jenis finishing. Di sini Anda akan mendapatkan cara lengkap finishing kayu berdasarkan hasil yang diingin. Mari simak panduannya berikut.
Baca Juga : 7 Cara Membersihkan Jamur dan Lumut pada Furniture Kayu
Peralatan Dasar yang Wajib Dimiliki Pemula
Finishing kayu tidak memerlukan peralatan mahal. Justru hanya dengan alat sederhana yang mudah ditemukan.
Amplas berbagai grit untuk meratakan dan menghaluskan permukaan. Minimal sediakan nomor 180, 240, dan 400.
Kuas spons dipakai untuk wood stain, pernis, atau cat. Kuas spons mengurangi risiko garis sapuan.
Lap kain halus ideal untuk mengoles natural oil atau membersihkan debu amplas.
Wadah kecil atau kaleng bekas untuk menuang cat atau minyak agar lebih mudah diambil.
Baca Juga : 7 Bahan Finishing Kayu untuk Mainan Anak yang Aman
Sarung tangan lateks menjaga tangan tetap bersih dan aman dari bahan kimia.
Masker dan kacamata kerja melindungi pernapasan serta mata dari debu saat mengamplas.
Dengan peralatan dasar ini, pemula sudah bisa melakukan semua teknik finishing: dari wood stain, pernis, cat solid, hingga natural oil.
Cara Finishing Kayu untuk Pemula
Langkah-langkah finishing kayu tergantung pada tampilan yang diinginkan. Apakah ingin hasil warna natural, solid, warna asli kayu, atau bahkan natural tanpa lapisan. Berikut tahapan lengkap berdasarkan jenis hasil finishing.
1. Finishing Kayu Warna Alami dengan Wood Stain
Wood stain adalah pilihan populer jika Anda ingin menonjolkan serat alami kayu. Cat ini memberikan warna baru namun tidak menutup pola serat dan tekstur. Warna yang dihasilkan pun natural mendekati warna asli kayu.
Langkah-langkah:
Haluskan permukaan kayu dengan amplas.
Bersihkan debu sisa amplas dengan kain kering.
Aplikasikan wood stain menggunakan kuas spons, spray gun atau kain. Aplikasi searah serat kayu.
Biarkan sampai mengering. Ulangi pengaplikasian hingga memperoleh warna sesuai keinginan. Biasanya, 2-3 lapis saja sudah cukup. Setiap lapisan yang sudah kering harus diamplas ambang terlebih dahulu.
Tutup dengan clear coat (water based lebih ramah lingkungan) agar tahan lama.
Gunakan warna walnut atau mahogany untuk nuansa elegan, atau oak untuk tampilan lebih terang.
2. Finishing Kayu dengan Pernis Tanpa Merubah Warna Asli
Jika Anda ingin mempertahankan warna asli alami, maka cukup melapisinya dengan pernis. Lapisan ini berfungsi melindungi dan menambah kilap. Namun, jika ingin tampilan halus bebas kilap, bisa memilih tipe "matte".
Langkah-langkah:
Amplas halus permukaan kayu hingga rata.
Oleskan pernis dengan kuas spons atau semprot.
Biarkan kering sesuai petunjuk produk.
Ulangi 2 lapis agar kilap merata.
Pilih pernis water based agar tidak menimbulkan bau menyengat dan cepat kering.
3. Finishing Kayu Warna Solid
Bagi pemula yang ingin hasil rapi dan menutupi serat kayu, finishing warna solid dengan cat duco sangat direkomendasikan. Cocok untuk furniture modern minimalis.
Langkah-langkah:
Tutup pori dengan wood putty.
Lapisi primer (dasar cat) agar warna lebih menempel.
Aplikasikan cat duco warna solid (misalnya putih, hitam, atau biru).
Ratakan dengan kuas atau spray gun.
Tambahkan top coat agar lebih tahan gores.
Cat duco warna solid untuk kayu membuat furniture tampil modern, bisa dipadukan dengan ruangan minimalis.
Cat warna solid bisa menjadi solusi saat kayu memiliki cacat serat atau warna dasar yang kurang menarik. Bagi pemula, pilih cat duco water-based agar lebih mudah diaplikasikan, cepat kering, dan tidak berbau menyengat. Saat mengecat, gerakan kuas atau spray harus konsisten searah agar hasil rata.
Untuk furniture dengan gaya modern, warna solid putih atau hitam sering dipakai karena mudah dipadukan dengan interior. Jika ingin lebih berani, gunakan warna biru tua atau hijau tua untuk memberikan aksen berbeda.
4. Finishing Kayu Natural Tanpa Lapisan Film
Ingin kayu tampil paling natural, seolah tanpa lapisan cat? Gunakan kombinasi sanding sealer dan natural oil. Hasilnya: serat semakin tajam, permukaan halus, tapi tetap terlindungi.
Langkah-langkah:
Amplas permukaan kayu hingga halus.
Aplikasikan sanding sealer. Biarkan kering lalu amplas ambang.
Poles dengan natural oil (misalnya Biopolish Natural Oil).
Ulangi pemolesan secara berkala untuk menjaga kelembapan kayu.
Keunggulan Finishing dengan Natural Oil
Natural oil lebih sederhana dibanding teknik lain. Tidak perlu peralatan khusus, cukup kain lembut untuk mengoles. Minyak langsung meresap ke dalam serat kayu sehingga tidak menutupi keindahan alami. Hasilnya permukaan terasa halus, serat lebih tajam, dan warna lebih hangat.
Selain itu, natural oil juga ramah lingkungan. Produk water based tidak berbau tajam dan bebas bahan kimia berbahaya, sehingga aman untuk furniture rumah tangga, mainan anak, atau peralatan dapur kayu.
Kemudahan Aplikasi untuk Pemula
Bagi pemula, finishing dengan natural oil sangat mudah. Prosesnya tidak memerlukan keterampilan tinggi. Jika terjadi kesalahan, cukup tambahkan sedikit minyak lalu poles ulang. Tidak ada risiko belang parah seperti cat film. Bahkan Anda bisa melakukan perawatan ulang kapan saja tanpa harus mengelupas lapisan lama.
Perlindungan Jangka Panjang
Natural oil berfungsi sebagai “pelembap” kayu. Kayu tetap elastis, tidak mudah retak karena kering, dan terlindungi dari kelembapan berlebih yang bisa memicu jamur. Pemolesan ulang secara berkala akan memperpanjang umur kayu tanpa perlu perawatan rumit.
Aplikasi Natural Oil pada Furniture
Teknik ini cocok untuk:
Meja makan dan rak dapur : tampil natural, aman kontak dengan makanan.
Mainan anak : aman dari bahan berbahaya, serat kayu tetap indah.
Perbandingan Teknik Finishing untuk Pemula
Agar pemula lebih mudah memilih, berikut ringkasan perbandingan empat teknik finishing:
| Teknik | Tampilan | Tingkat Kesulitan | Perawatan | Cocok Untuk |
|---|---|---|---|---|
| Wood Stain | Alami, serat terlihat | Mudah sedang | Sedang | Furniture bergaya klasik |
| Pernis | Transparan, mengkilap | Mudah | Rendah | Kayu asli dengan serat indah |
| Cat Solid | Warna rata, modern | Sedang tinggi | Rendah | Furniture minimalis |
| Natural Oil | Natural, hangat, serat tajam | Sangat mudah | Perlu dipoles ulang | Furniture rumah, mainan, dapur |
Dari tabel di atas terlihat jelas bahwa natural oil paling mudah diaplikasikan untuk pemula, aman, dan hasilnya tetap elegan.
Cara Finishing Kayu Paling Aman untuk Pemula
Bagi Anda yang baru belajar, tentu ingin cara yang simpel tanpa risiko gagal. Dari semua teknik, finishing dengan natural oil adalah yang paling ramah pemula.
Alasannya:
Mudah digunakan. Cukup dengan kain, tanpa alat semprot atau teknik rumit.
Hasil natural. Serat kayu tampak tajam dan terasa halus.
Aman. Bahan alami tidak berbau tajam, aman untuk mainan anak dan peralatan dapur.
Bisa diperbaiki dengan cepat, dipoles ulang tanpa mengupas lapisan lama.
Karena itu, jika Anda baru pertama kali mencoba finishing kayu, mulai dengan natural oil. Hasilnya tidak hanya indah, tetapi juga aman, praktis, dan ramah lingkungan.
Mulailah dengan Biopolish Natural Oil sebagai langkah awal finishing Anda. Silahkan klik banner di bawah ini untuk pemesanan.









