Memiliki kayu dengan pola serat dan warna yang sudah cantik sering membuat pemilik rumah enggan menutupinya dengan plitur atau cat solid. Wajar saja, karena tampilannya sudah indah dan sayang jika keasliannya berubah hanya karena lapisan cat.
Cat kayu umumnya meninggalkan lapisan film kaku di permukaan sehingga kesan natural dari kayu berkurang. Untuk mempertahankan warna asli tanpa membuatnya menjadi lebih gelap, bahan finishing alami seperti beeswax menjadi pilihan yang lebih tepat.
Bahan ini terbuat dari lilin lebah alami, bekerja melindungi kayu tanpa mengubah warnanya sedikit pun. Pemilik kayu yang ingin tampilan natural biasanya sangat menghindari perubahan warna, meskipun hanya tipis.
Baca Juga : anfaat Beeswax Untuk Alat Makan Yang Mungkin Belum Anda Tahu
Bahan Finishing Kayu tanpa Coating
Untuk mendapatkan hasil natural tanpa mengubah warna asli, pemilihan bahan yang tepat menjadi langkah pertama yang menentukan kualitas finishing.
1. Biovarnish Sanding Sealer
Biovarnish Sanding Sealer berfungsi menutup pori serta memperhalus media kayu. Meski permukaan kayu sudah terasa halus setelah diamplas, sebenarnya masih ada bulu-bulu kayu halus yang belum terpotong. Untuk itulah diperlukan sanding sealer. Sanding sealer membantu mengangkat bulu tersebut agar mudah diamplas dan hasilnya benar-benar mulus.
Selain memperhalus, sanding sealer juga menutup pori dengan lebih optimal. Ketika kayu ingin sepenuhnya tampil natural tanpa lapisan coating maka tidak bisa memakai plitur ataupun pernis. Sedangkan pernis penting sebagai pelindung kayu agar tidak menyerap air.
Oleh karena itu kita perlu menutup pori sampai benar-benar rapat menggunakan sanding sealer. Pori yang tertutup mencegah air meresap, sehingga kayu tidak mudah lapuk ataupun berjamur.
2. Biopolish Beeswax
Terbuat dari lilin lebah alami yang memberi perlindungan pada kayu. Salah satu keunggulannya adalah efek water repellent yang mirip dengan daun talas sehingga air tidak mudah meresap ke dalam pori.
Dari segi tampilan, beeswax juga memunculkan kilau alami yang indah. Tekstur permukaan menjadi lebih lembut, halus, dan nyaman ketika disentuh.
Biopolish Beeswax juga sudah bersertifikat FDA sehingga aman ketika bersentuhan dengan makanan. Itu mengapa bahan ini sering dipakai sebagai produk poles perawatan alat makan kayu seperti mangkuk, sendok, dan talenan kayu.
Cara Finishing Kayu tanpa Coating
Setelah bahan siap, proses aplikasinya perlu dilakukan dengan urutan yang benar agar perlindungan maksimal dan tampilan kayu tetap natural.
1. Amplas Kayu
Pengamplasan bisa dilakukan manual dengan balok amplas atau memakai mesin sander untuk bidang yang lebih luas. Hati-hati ketika mengamplas jangan sampai melukai siku atau tepi kayu. Setelah selesai, lap seluruh permukaannya agar bersih dari sisa debu amplas.
2. Gunakan Biovarnish Sanding Sealer
Campurkan sanding sealer dengan air bersih lalu aduk hingga tercampur rata. Aplikasikan menggunakan kuas atau spray gun. Untuk bidang luas, spray gun supaya lebih hemat tenaga dan mempercepat proses.
Tunggu sampai lapisan sanding sealer mengering sepenuhnya. Setelah kering, amplas dengan grit 400 agar bulu-bulu kayu terpotong. Ulangi proses aplikasi dan pengamplasan ini sebanyak dua kali untuk mendapatkan permukaan yang halus dan pori yang tertutup.
Jika ingin perlindungan ekstra berupa efek water repellent, Anda dapat menambah aplikasi sanding sealer hingga air tidak lagi menyerap dan membentuk bulir seperti pada daun talas.
3. Aplikasikan Biopolish Beeswax
Ambil Biopolish Beeswax dengan kain lembut, kemudian poles pada seluruh media kayu secara merata. Biarkan beberapa saat sampai bahan terserap. Biopolish Beeswax perlu diaplikasikan secara rutin agar kayu selalu terlindungi dan berkilau lembut.
Untuk pemesanan Biopolish Beeswax maupun sanding sealer, silahkan klik banner di bawah ini.









