furniture kayu mengkilap

3 Jenis Pengkilap Kayu Jati dan Cara Memilih yang Tepat

Kayu jati yang mengkilap membuat furnitur terlihat selalu baru dan terkesan mahal. Tampilan seperti ini dapat diperoleh dengan penggunaan pengkilap kayu jati. Fungsinya untuk mengkilapkan furnitur lama yang sudah kusam, atau digunakan sebagai finishing pada furnitur baru.

Pengkilap kayu tidak harus berupa pernis yang berbau tajam dan menyengat. Saat ini tersedia berbagai pilihan, mulai dari bahan alami yang aman dan terjangkau, hingga pernis berbahan kimia.

Setiap bahan memiliki keunggulan dan keterbatasan masing-masing. Melalui artikel ini, Anda akan mengetahui jenis pengkilap kayu jati yang umum digunakan, sekaligus cara memilihnya sesuai kebutuhan.

Baca Juga : 5 Cara Memilih Poles Kayu yang Aman Tanpa Bahan Berbahaya

Jenis Pengkilap Kayu Jati yang Bagus

Untuk menghasilkan efek mengkilap pada kayu jati, beberapa jenis bahan berikut dapat dijadikan pertimbangan.

1. Minyak Alami (Natural Oil)

Bahan alami ini akan meresap ke dalam serat kayu jati tanpa membentuk lapisan di atas permukaannya. Natural oil cocok digunakan jika Anda ingin tampilan kayu tetap alami, dengan tekstur serat yang masih terasa. Kayu jati terlihat mengkilap secara alami tanpa kesan palsu.

Jenis minyak alami yang digunakan bisa berupa tung oil maupun linseed oil. Namun tung oil butuh pencampuran dengan thinner.

Meski berasal dari bahan alami, penggunaan thinner membuat baunya menjadi menyengat dan kurang aman digunakan. Selain itu, tung oil dan linseed oil murni juga membutuhkan waktu pengeringan yang lama, bahkan bisa mencapai 24 jam.

Oleh karena itu, disarankan menggunakan produk siap pakai yang telah diformulasikan khusus untuk mengkilapkan sekaligus melindungi kayu, seperti Biopaint Biopolish Natural Oil.

Produk ini lebih cepat meresap dan tidak meninggalkan rasa lengket. Tanpa perlu bahan campuran lain, pengaplikasiannya dapat langsung dilakukan pada permukaan kayu dengan kain.

2. Pengkilap Kayu Jati dari Beeswax

penggunaan-biopolish-beeswax

Beeswax merupakan lilin alami yang dihasilkan oleh lebah madu Apis mellifera. Sama halnya dengan natural oil, beeswax tidak membentuk lapisan film keras di permukaan kayu. Bahan ini meresap, membentuk perlindungan dari dalam, dan memberikan kilap alami,

Tekstur beeswax yang cenderung padat membuatnya mudah diaplikasikan menggunakan kain, kemudian dipoles secara merata ke seluruh permukaan kayu jati.

Hasilnya, kayu tampak mengkilap secara alami dan tetap terlihat asli. Beeswax juga dapat memberikan efek water repellent, di mana tetesan air tidak langsung terserap ke dalam kayu, melainkan membentuk buliran seperti pada daun talas.

3. Pernis Solvent untuk Kayu Jati

finishing kayu solvent based

Pengkilap kayu dengan pernis akan membentuk lapisan film keras di atas permukaan kayu. Lapisan ini menciptakan permukaan yang halus dan tertutup, sehingga cahaya dapat dipantulkan. Kayu jati yang dilapisi pernis akan terlihat glossy atau mengkilap.

Di sisi lain, lapisan ini menutup seluruh permukaan kayu dan mengurangi tampilan alami serat kayu jati. Selain itu, beberapa bahan pernis menghasilkan bau tajam saat aplikasi karena kandungan pelarutnya, sehingga penggunaannya perlu mempertimbangkan kenyamanan dan keamanan bagi kesehatan.

Cara Memilih Pengkilap Kayu Jati Sesuai Kebutuhan

Memilih pengkilap kayu jati perlu disesuaikan dengan tujuan penggunaannya.

Sesuaikan dengan Lokasi Furnitur Kayu Jati

Bahan alami seperti natural oil dan beeswax umumnya digunakan untuk furnitur indoor. Namun, bahan ini juga dapat diaplikasikan pada furnitur outdoor, dengan catatan pemolesan dilakukan secara rutin dan berkala. Hal ini penting karena furnitur luar ruangan terus terpapar panas dan hujan setiap hari.

Untuk area indoor, terutama kamar anak atau area dapur, sebaiknya memilih bahan alami yang aman. Anak-anak sering kali menyentuh, bahkan menggigit permukaan furnitur kayu.

Penggunaan pelapis sintetis dengan kandungan bahan kimia tinggi berisiko mengganggu kesehatan, belum lagi bau menyengat yang dapat mengurangi kenyamanan ruangan.

Tentukan Tampilan Kilap yang Diinginkan

Apabila Anda menginginkan tampilan mengkilap dengan tingkat glossy tinggi dan membentuk lapisan, pernis dapat menjadi pilihan. Namun, jika Anda lebih menyukai kilap yang terlihat alami tanpa lapisan film, bahan seperti natural oil dan beeswax lebih sesuai.

Perhatikan Keamanan dan Kenyamanan Penggunaan

Pengkilap yang digunakan pada furnitur dalam ruangan sebaiknya tidak menghasilkan bau menyengat dan tidak meninggalkan residu berbahaya. Permukaan kayu yang sering disentuh perlu aman bagi kulit dan tidak terasa lengket setelah diaplikasikan.

Pertimbangkan Kemudahan Aplikasi dan Perawatan

Pengkilap pernis memberikan efek mengkilap yang baik, tetapi prosesnya sering kali terasa rumit.

Tahapannya bisa meliputi pengamplasan, pendempulan, pewarnaan, penggunaan sanding sealer, hingga lapisan akhir pengkilap. Proses ini juga membutuhkan keterampilan khusus serta alat seperti kuas atau spray gun.

Sebaliknya, bahan alami lebih praktis karena dapat langsung diaplikasikan ke permukaan kayu menggunakan kain. Keterbatasannya, perawatan perlu dilakukan secara berkala.

Dengan memahami fungsi dan cara kerja pengkilap, proses finishing dan perawatan kayu jati dapat dilakukan secara lebih tepat. Hasilnya bukan hanya kayu yang terlihat mengkilap, tetapi juga furnitur yang tetap terlindungi dan tahan lama.

Untuk pemesanan Biopaint Biopolish Natural Oil dan Biopaint Biopolish Beeswax, silakan klik banner di bawah ini.

Natural look finishing oil based
Kontak mudah pesan Biopolish Natural Oil

tanya cs bio
Tanya Poli!
?>