Kenali Wax Kayu Sebelum Memakainya, Pilih yang Bersertifikat Food Safe

Punya talenan, mangkuk, sendok, atau spatula kayu yang mulai terlihat kering dan kusam? Jangan langsung menggantinya! Anda bisa mengembalikan tampilan kayu tersebut dengan melakukan perawatan menggunakan wax kayu.

Wax tidak hanya membuat permukaan kayu terlihat lebih menarik. Bahan ini juga menjaga kelembapan alami kayu, memperhalus tekstur kayu, dan memberikan efek menolak air. Kayu pun tidak cepat kering, kasar, atau retak.

Namun, hati-hati saat memilih wax kayu! Tidak semua jenis lilin aman digunakan pada alat makan dan alat masak kayu. Produk tersebut akan bersentuhan langsung dengan makanan, sehingga Anda perlu memakai wax kayu food safe dengan standar keamanan yang jelas.

Lantas, apa sebenarnya wax untuk kayu? Apa saja jenisnya dan mana yang aman untuk peralatan makan? Mari simak pembahasannya!

Apa yang Dimaksud dengan Wax Kayu?

Wax artinya lilin. Jadi, wax kayu adalah bahan berbentuk padatan menyerupai lilin yang digunakan untuk memoles dan merawat permukaan kayu.

Bahan ini biasanya dioleskan secara tipis menggunakan kain. Setelah itu, permukaan kayu digosok hingga wax merata dan tidak terasa lengket. Proses tersebut akan membuat kayu terasa lebih halus sekaligus menampilkan warna seratnya.

Wax tidak bekerja seperti cat yang menutup kayu dengan warna solid. Lapisan yang dihasilkan juga tidak tebal seperti pernis atau clear coat. Sehingga, pola dan tekstur asli kayu masih dapat terlihat dan terasa jelas saat disentuh.

Wax kayu cocok digunakan untuk merawat keindahan alami produk berbasis kayu. Misalnya furniture interior, patung, ukiran, mainan kayu, mangkuk, talenan, sendok, spatula, dan berbagai kerajinan lainnya.

Aplikasinya juga mudah. Anda tidak membutuhkan spray gun, kuas, maupun alat finishing yang rumit. Cukup bersihkan kayu, oleskan wax menggunakan kain, lalu biarkan meresap.

Meskipun mudah digunakan, Anda tetap perlu memilih produk yang sesuai. Tidak semua jenis wax kayu aman digunakan.

Fungsi Wax untuk Kayu

Mengapa kayu perlu dipoles menggunakan wax kayu? Seiring waktu, kayu dapat semakin kering dan kusam, terasa kasar, bahkan mulai retak. Aplikasi bahan poles ini akan menjaga kondisinya agar tetap menarik dan nyaman digunakan.

Berikut beberapa fungsi wax untuk kayu:

  • Menampilkan keindahan serat kayuKayu yang terlalu kering biasanya terlihat kusam dan warnanya asli memudar. Wax kayu membuat warna alami kayu tampak lebih tajam sehingga bentuk serta pola seratnya kembali terlihat jelas.Hasilnya tetap natural karena wax tidak memberikan warna baru dan tidak pula menghasilkan lapisan film. Bahan ini hanya mempertegas karakter kayu yang sudah ada.
  • Mempertahankan kelembapan alamiKayu dapat kehilangan kelembapan saat berada di tempat yang kering atau sering dicuci. Jika terus dibiarkan, serat kayu akan terasa kasar dan lebih mudah retak.
  • Memberikan efek water repellentWax kayu memiliki sifat water repellent atau menolak air. Tetesan air yang jatuh ke permukaan tidak langsung masuk ke dalam pori kayu. Anda masih memiliki waktu untuk mengelap air sebelum terserap ke dalam pori.
  • Memperhalus kayuSerat yang mulai kering dapat terasa kasar ketika disentuh. Setelah dipoles, permukaan kayu terasa lebih lembut dan nyaman dipegang.

Meskipun dapat menolak air, wax tidak membuat kayu sepenuhnya tahan air. Jangan merendam alat makan kayu terlalu lama. Setelah dicuci, segera keringkan agar kayu tidak lembap dan berjamur.

Jenis Wax Kayu

Ada beberapa bahan lilin yang digunakan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga. Dua jenis yang cukup dikenal adalah paraffin wax dan beeswax.

Keduanya memiliki bahan baku, aroma, karakter, serta tingkat keamanan yang berbeda. Perbedaan ini perlu diperhatikan, terutama jika wax akan digunakan untuk perawatan alat makan kayu.

Paraffin Wax

Paraffin wax merupakan lilin yang dibuat dari bahan berbasis minyak bumi. Beberapa jenis parafin juga berasal dari hasil pengolahan batu bara dan bahan hidrokarbon lainnya.

Sifat paraffin wax dapat berbeda tergantung komposisi serta titik lelehnya. Secara umum, titik leleh lilin ini berada pada kisaran 47 hingga 64°C.

Sebenarnya, paraffin wax tidak lazim digunakan untuk merawat kayu. Namun, sebagian orang memakainya untuk berbagai kebutuhan rumah tangga karena mudah ditemukan.

Apakah parafin aman untuk alat makan kayu? Penggunaannya perlu dipertimbangkan dengan hati-hati. Parafin wax dikenal dapat mengandung hingga 11 senyawa karsinogenik.

Tingkat pemurnian setiap produk parafin juga belum tentu sama. Jika produsennya tidak memberikan informasi yang lengkap, konsumen akan sulit mengetahui bahan tambahan dan standar keamanan di dalamnya.

Paraffin wax juga dapat memiliki bau tajam dan menyengat. Aroma tersebut tentu kurang nyaman jika menempel pada talenan, sendok, mangkuk, atau spatula yang digunakan untuk mengolah makanan.

Dari segi tampilan, parafin tidak membuat warna kayu terlihat setajam wax alami dari lilin lebah. Itu sebabnya, sebaiknya jangan memakai paraffin wax untuk memoles alat makan dan alat masak kayu.

Beeswax

Beeswax adalah lilin alami yang diproduksi oleh lebah madu dari genus Apis. Lebah menggunakan lilin tersebut sebagai bahan untuk membangun sarang.

Lilin dihasilkan melalui kelenjar pada tubuh lebah pekerja. Kelenjar tersebut berkembang sempurna ketika lebah berusia sekitar 12 hingga 18 hari.

Lebah menggunakan karbohidrat dari madu sebagai bahan baku pembentukan wax. Karbohidrat tersebut terdiri dari gula alami seperti fruktosa, glukosa, dan sukrosa.

Secara kimiawi, beeswax tersusun dari ester asam lemak dan berbagai alkohol rantai panjang. Susunan tersebut membuat lilin memiliki tekstur padat, tetapi mudah melembut ketika disentuh dengan tangan.

Beeswax yang baru dihasilkan sebenarnya berwarna putih. Warnanya kemudian berubah menjadi kuning karena bercampur dengan komponen alami dari propolis dan polen.

Sebagai poles kayu alami, beeswax memiliki beberapa keunggulan. Bahan ini ramah lingkungan, tidak beracun, mudah tersedia, hemat biaya, dan tidak mudah terbakar.

Beeswax untuk kayu juga tidak meninggalkan bau menyengat. Setelah diaplikasikan, warna kayu terlihat lebih tajam dan pola seratnya tampak semakin jelas.

Biopaint Beeswax, Wax Kayu Aman Bersertifikat FDA

Ingin memoles alat makan kayu dengan lebih aman? Gunakan produk yang komposisi dan standar keamanannya sudah jelas.

Biopaint Beeswax merupakan wax kayu berbahan lilin lebah yang sudah bersertifikat FDA (Food And Drugs Administration). Produk ini juga memenuhi standar food safe dan food grade sehingga aman digunakan pada permukaan kayu yang bersentuhan dengan makanan.

Biopaint Beeswax dapat digunakan untuk merawat talenan, mangkuk, sendok, spatula, nampan, serta berbagai alat dapur kayu.

Apa saja keunggulannya?

  • Aman kontak dengan makananBiopaint Beeswax dapat digunakan sebagai pelindung kayu food safe. Produk ini aman diaplikasikan pada peralatan makan dan memasak berbahan kayu.
  • Tidak mengubah makananWax ini tidak mengubah aroma, rasa, maupun warna makanan yang menyentuh permukaan kayu.
  • Tidak berbau menyengatBiopaint Beeswax tidak meninggalkan aroma tajam sehingga lebih nyaman digunakan pada perlengkapan dapur.
  • Membuat warna lebih tajamAplikasinya memperjelas pola serat sekaligus membuat warna kayu terlihat lebih hidup.
  • Mudah diaplikasikanAnda cukup memakai kain bersih untuk mengoleskan wax. Tidak perlu kuas atau alat finishing khusus.

Lakukan perawatan alat makan kayu secara rutin. Terutama ketika warna kayu mulai kusam dan tampak kering.

Paraffin wax dengan bau menyengat dan standar keamanan yang tidak jelas sebaiknya tidak digunakan pada alat makan atau alat masak kayu. Pilih Biopaint Beeswax yang sudah food grade dan bersertifikat FDA agar kayu tetap indah, halus, serta aman digunakan.

Untuk pemesanan Biopaint Beeswax dan informasi lebih lanjut seputar produk, silakan klik banner di bawah ini.

Kitchenware

Tanya Poli!tanya cs biopolish