Meja kayu pinus punya nilai lebih dibanding jenis kayu lainnya. Dari sisi harga, meja ini jauh lebih terjangkau. Tampilannya pun menarik, dengan warna cerah serta alur serat menonjol berwarna putih kekuningan. Teksturnya yang halus saat disentuh juga membuat kayu pinus cocok digunakan sebagai bahan baku meja.
Bagi pengrajin, kayu pinus memiliki keuntungan tersendiri karena mudah dibentuk, mudah dirakit, dan mudah dipasarkan. Sementara bagi pembeli yang suka mendekor ulang ruangan, meja kayu pinus sangat membantu karena ringan dan mudah dipindahkan.
Baca Juga : 7 Penyebab Lemari Kayu Berjamur dan Cara Mengatasinya
Alasan meja kayu pinus lebih terjangkau dibanding jenis kayu keras seperti jati adalah karena pertumbuhannya yang cepat. Sayangnya, kayu yang tumbuh cepat biasanya tidak memiliki ketahanan yang cukup baik.
Selain rentan terserang rayap dan jamur, kayu pinus juga termasuk kayu lunak sehingga mudah tergores dan kusam. Apalagi warna kayu pinus cenderung cerah, sehingga bekas sentuhan dan tumpahan makanan lebih mudah mengganggu tampilannya.
Tidak heran jika banyak yang mengatakan umur furniture kayu pinus lebih pendek dibanding jenis kayu lain.
Padahal, meja kayu pinus tetap bisa tahan lama asalkan dirawat secara rutin.
Terapkan lima langkah perawatan meja kayu pinus berikut supaya lebih awet dan tampilannya tetap menarik.
1. Bersihkan Debu secara Rutin
Debu pada meja jangan dibiarkan menumpuk. Sebaiknya, lap meja atau bersihkan dengan kemoceng setiap hari.
Selain menghilangkan debu, Anda juga bisa sambil mencermati kondisi permukaan kayu. Perhatikan apakah meja masih terlihat bagus atau mulai kusam. Dengan begitu, penanganan dapat segera dilakukan sebelum tampilannya semakin menurun.
2. Hindari Meletakkan Meja Kayu Pinus di Area Outdoor
Kayu pinus bukan bahan yang cocok untuk meja taman. Untuk penggunaan outdoor, sebaiknya pilih jenis kayu keras seperti jati.
Meja kayu pinus umumnya lebih cocok digunakan di dalam ruangan. Kayu pinus mudah mengalami oksidasi yang ditandai dengan munculnya warna kecokelatan. Akibatnya, meja dapat terlihat lapuk dan usang.
Agar tampilannya tetap menarik seperti saat awal digunakan, letakkan meja di area indoor dan hindari paparan sinar matahari secara langsung.
3. Jangan Gunakan Pembersih Berbahan Kimia Keras
Membersihkan meja dengan bahan pembersih boleh saja, terutama saat ada noda membandel atau permukaan terasa lengket. Namun, hindari pembersih dengan bahan kimia yang bersifat abrasif.
Abrasif adalah bahan yang dapat mengikis permukaan kayu. Pada awalnya, kayu memang bisa terlihat bersih dan mengilap. Namun, kondisi tersebut terjadi karena lapisan permukaan kayu sudah terkikis.
Jika terus dilakukan, lama-kelamaan kayu bisa menipis dan rusak. Karena itu, pilih bahan pembersih yang memang aman untuk kayu.
4. Segera Bersihkan Noda dan Tumpahan Air
Tumpahan air atau makanan di atas meja adalah hal yang biasa terjadi, terutama pada meja makan. Namun, jangan membiarkannya terlalu lama. Segera bersihkan noda tersebut dan keringkan permukaannya.
Jika dibiarkan, noda dapat lebih mudah terserap ke dalam pori kayu sehingga semakin sulit dihilangkan. Sementara itu, air yang menggenang tanpa segera dilap dapat membuat kayu lembap.
Kayu lembap menjadi sasaran empuk bagi pertumbuhan jamur. Jangan sampai hal ini terjadi karena jamur yang sudah terlanjur tumbuh akan sulit dihilangkan. Jamur juga dapat tumbuh kembali meski permukaannya sudah dibersihkan.
5. Rawat dengan Poles Kayu Biopaint Natural Oil

Mengapa meja kayu harus dipoles? Bukankah membersihkannya saja sudah cukup?
Membersihkan meja memang penting, tetapi poles kayu tetap dibutuhkan untuk mempertahankan tampilannya agar tetap menarik. Memoles kayu juga membantu meningkatkan daya tahannya terhadap kelembapan, tumpahan air, hingga kusam akibat oksidasi.
Perawatan ini semakin penting untuk meja kayu pinus yang tingkat keawetannya tergolong rendah. Sebaiknya, lakukan pemolesan secara rutin agar meja tidak cepat terlihat kusam.
Pilih bahan poles alami yang memang dibuat khusus untuk kayu.
Biopaint Natural Oil adalah minyak alami untuk perawatan kayu. Bahan poles ini aman digunakan dan tidak merusak kayu, berbeda dengan pembersih yang mengandung bahan kimia tinggi serta bersifat abrasif.
Biopaint Natural Oil juga bersifat food grade sehingga aman digunakan untuk meja makan. Produk ini bahkan telah mengantongi sertifikat FDA (Food and Drug Administration).
Cara pakainya sangat praktis. Cukup poleskan tipis pada permukaan meja kayu, ratakan, lalu biarkan meresap sepenuhnya.
Dengan pemolesan rutin, meja kayu akan lebih terlindungi dari penyerapan air berlebih. Warna kayu tetap tajam, teksturnya semakin halus, dan muncul kilap natural yang membuat meja tetap menarik.
Penasaran ingin mencoba Biopaint Natural Oil untuk meja kayu pinus di rumah?
Silakan klik banner di bawah ini untuk pemesanan dan informasi lebih lanjut.








