Lemari kayu berjamur memang membuat resah. Selain tidak nyaman dipandang, kondisi ini juga menimbulkan kekhawatiran, apakah aman bagi kesehatan? Bahaya jamur diantaranya dapat memicu iritasi hingga gangguan pernapasan. Jamur pada lemari kayu harus segera diatasi, apalagi jika digunakan di kamar anak atau anggota keluarga yang memiliki alergi maupun asma.
Namun, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mencari tahu penyebab lemari kayu berjamur. Apa pun metode yang digunakan, jamur bisa tumbuh kembali jika kondisi di sekitar lemari masih lembap dan mendukung pertumbuhannya.
Baca Juga : Daftar Jenis Jenis Jamur dalam Ruangan dan Tingkat Bahayanya
Mari simak apa saja penyebab lemari kayu berjamur agar dapat dihindari. Artikel ini juga membahas langkah mengatasi lemari yang sudah terlanjur berjamur dan mencegahnya tumbuh kembali.
Penyebab Lemari Kayu Berjamur
Berikut adalah tujuh penyebab lemari kayu berjamur yang wajib Anda hindari:
1. Kelembapan Ruangan Terlalu Tinggi
Udara lembap menjadi penyebab utama lemari kayu berjamur. Lemari yang berada di kamar minim sirkulasi, dekat kamar mandi, atau di ruangan yang jarang terkena udara segar akan lebih mudah lembap.
Idealnya, kelembapan ruang dijaga sekitar 30-50%. Gunakan AC, silica gel di dalam lemari, atau buka pintu dan jendela secara berkala agar udara tidak mengendap di dalam ruangan.

2. Lemari Jarang Dibuka dan Terlalu Penuh
Lemari pakaian lembap sering terjadi karena isi lemari terlalu padat. Pakaian, selimut, dan barang lain menutup ruang udara sehingga bagian dalam lemari sulit kering.
Kurangi tumpukan barang, buka pintu lemari secara berkala, dan beri sedikit ruang di antara pakaian agar udara dapat bergerak.
3. Lemari Menempel pada Dinding Lembap
Bagian belakang lemari sering luput diperiksa. Padahal, dinding yang lembap dapat menimbulkan kondensasi dan membuat kayu di belakang lemari menyerap kelembapan.
Jangan letakkan lemari terlalu rapat ke dinding. Sisakan jarak beberapa sentimeter agar udara tetap mengalir dan bagian belakang lemari lebih mudah diperiksa. EPA juga mencatat bahwa jamur dapat tersembunyi di dinding belakang furniture saat terjadi kondensasi.
4. Ada Kebocoran Atap, Pipa, atau AC
Kebocoran kecil dari atap, pipa, maupun AC dapat membuat area sekitar lemari terus lembap tanpa disadari. Air yang merembes ke dinding atau lantai akan meningkatkan risiko jamur pada furniture kayu.
Periksa bagian atas, bawah, dan belakang lemari. Bila menemukan dinding basah, bercak air, atau tetesan dari AC, perbaiki sumbernya terlebih dahulu. Kebocoran perlu ditangani karena jamur tumbuh pada area yang terus mendapat kelembapan.
5. Menyimpan Pakaian yang Belum Kering
Pakaian, handuk, atau kain yang masih lembap akan meningkatkan kadar air di dalam lemari. Kebiasaan ini juga dapat memicu bau apek di lemari, terutama saat pintu lemari jarang dibuka.
Pastikan seluruh pakaian benar-benar kering sebelum disimpan. Jangan langsung memasukkan pakaian yang terkena hujan atau keringat ke dalam lemari.
6. Lemari Berada Dekat Sumber Uap Air
Lemari yang ditempatkan dekat kamar mandi, area cuci, dapur, atau tempat menjemur pakaian lebih sering terkena uap air. Uap tersebut dapat masuk ke pori kayu dan membuat permukaan lebih lama lembap.
Tingkatkan ventilasi di area tersebut. Gunakan exhaust fan atau buka jendela saat memasak, mencuci, maupun mandi agar uap air tidak menumpuk di dalam rumah.
7. Kayu Sering Terkena Air tetapi Tidak Dirawat
Percikan air yang dibiarkan pada permukaan kayu dapat meresap ke dalam serat. Jika kondisi ini terus terjadi, kayu menjadi lebih mudah lembap dan risiko jamur pun meningkat.
Segera lap air yang mengenai lemari. Setelah itu, lakukan perawatan agar permukaan kayu memiliki perlindungan dari air.
Cara Menghilangkan Jamur di Lemari Kayu
Pertama, kosongkan seluruh isi lemari dan pindahkan pakaian atau barang yang berbau lembap. Setelah itu, cari penyebab kelembapannya. Perbaiki kebocoran, jauhkan lemari dari dinding basah, dan pastikan udara di ruangan tetap bergerak.
Selanjutnya, bersihkan jamur pada permukaan kayu menggunakan kain lembut serta pembersih yang sesuai untuk kayu. Jangan menggosok terlalu keras karena dapat merusak finishing. Setelah bercak jamur terangkat, lap kembali hingga bersih dan keringkan lemari secara menyeluruh.

Jamur yang terlihat tetap perlu dibersihkan, bukan hanya dibunuh dengan bahan kimia. Sumber air atau kelembapan juga harus diperbaiki sebelum proses pembersihan dianggap selesai.
Setelah kayu bersih dan benar-benar kering, aplikasikan anti jamur kayu sesuai kebutuhan dan petunjuk produk. Pastikan ruangan memiliki ventilasi yang cukup saat menggunakan bahan pembersih atau anti jamur. Gunakan sarung tangan saat aplikasi dan pembersihan jamur terutama jika jamur terlalu banyak.
Rawat Lemari dengan Biopaint Natural Oil

Biopaint Natural Oil dapat digunakan untuk merawat lemari kayu setelah permukaannya bersih dan kering.
Biopaint Natural Oil membantu menajamkan warna alami kayu dan memberi efek water repellent. Perlindungan ini membuat air tidak mudah langsung meresap ke dalam serat kayu saat lemari terkena percikan air.
Gunakan Biopaint Natural Oil sebagai perawatan rutin agar lemari tetap menarik dan lebih terlindungi dari air.
Cara Mencegah Lemari Berjamur
Cara mencegah lemari berjamur dimulai dari menjaga kondisi ruangan tetap kering. Periksa kebocoran secara rutin, jangan menyimpan pakaian lembap, beri jarak antara lemari dan dinding, serta buka lemari secara berkala agar udara di dalamnya tidak pengap.
Saat lemari sudah bersih, rawat permukaan kayu dengan Biopaint Natural Oil agar warna kayu tetap alami dan menarik, serta air tidak mudah masuk ke dalam serat. Dengan langkah ini, lemari lebih terawat dan risiko jamur dapat dihindari.
Untuk pemesanan Biopaint Natural Oil dan informasi lebih lanjut seputar produk, silakan klik banner di bawah ini. Kamu juga menyediakan anti jamur kayu yang efektif di sini.








