Mengenal Peralatan Dapur dari Kayu dan Cara Merawatnya

alat masak dari kayu

Memasak menjadi salah satu kegiatan rutin yang dilakukan oleh manusia, terutama kalangan ibu-ibu rumah tangga. Selian untuk menghidangkan makanan bagi keluarga tercinta, bagi beberapa ibu rumah tangga, memasak menjadi kegiatan me time. Karena saat memasak mereka bisa memilih dan mencampur berbagai bahan masakan, memilih dan menggunakan berbagai alat masak. Semua itu dilakukan oleh para ibu dengan perhatian penuh.

alat makan dari kayu

alat makan dari kayu. sumber: https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3644996/benarkah-penggunaan-alat-masak-kayu-lebih-sehat-dari-bahan-lain

Selain di kalangan ibu rumah tangga, kegiatan memasak juga semakin populer di kalangan masyarakat umum berkat adanya reality show tentang chef.  Dikutip dari orami.co.id, istilah chef merujuk pada seseorang yang memiliki keterampilan memasak di suatu tempat dan dipercaya untuk memimpin dapur dan membuat racikan menu. Ia juga seseorang yang suka memberikan pelatihan dan teknik memasak kepada koki atau orang biasa.

Acara reality show yang mempopulerkan kegiatan memasak tersebut sering memperlihatkan berbagai macam peralatan dapur yang biasa kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Ternyata banyak sekali peralatan dapur yang kita kenal sehari-hari tanpa kita benar-benar memperhatikannya. Macam-macam peralatan dapur ini terbuat dari berbagai macam bahan seperti stainless steel, plastik, maupun kayu.

Beberapa Peralatan Dapur dari Kayu

Sebagian besar peralatan dapur yang kita temukan saat ini terbuat dari bahan stainless steel dan plastik. Hal ini tidak terlepas dari perkembangan teknologi yang menghasilkan banyak produk berbahan logam dan plastik. Bahan logam dan plastik dianggap lebih awet dibandingkan bahan kayu. Sehingga beberapa alat dapur yang terbuat dari kayu mulai tersisih dari pasaran.

Berikut ini adalah beberapa alat dapur berbahan kayu yang masih dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari sebagaimana dikutip dari mrkitchen.co.id:

  1. Kukusan Bambu. Alat dapur yang satu ini sering kita lihat dalam drama-drama korea dengan setting cerita di pedesaan. Kukusan bambu digunakan untuk mengukus nasi sehingga nasi yang dihasilkan lebih kenyal dan tidak terlalu lunak. Kukusan bambu juga dapat digunakan untuk mengukus ubi, sayur, dan bahan makanan lainya dengan cara manual.
  2. Di wilayah pedesaan, seringkali kita temukan para ibu menyaring beras sebelum disimpan ke tempat penyimpanan. Saat menyaring beras ini para ibu menggunakan tampah, yaitu sebuah nampan berbentuk bundar dan terbuat dari anyaman bambu. Biasanya para ibu di pedesaan memisahkan kerikil kecil yang masih tersembunyi di tumpukan beras menggunakan tampah.
  3. Hampir semua keluarga di jaman sekarang, termasuk di pedesaan, sudah lumrah menyimpan nasi di magic jar sehingga nasi tetap hangat. Namun di beberapa tempat masih terdapat keluarga yang menyimpan nasi di tumbu, yaitu tempat menyimpan nasi dari anyaman bambu yang berbentuk seperti keranjang bulat.
  4. Biasanya centong menjadi satu paket dengan magic jar. Setiap membeli magic jar pasti tersedia centong. Centong kayu lebih sering dimiliki oleh keluarga yang masih menggunakan tumbu.
  5. Alat makan yang terkenal dari wilayah Asia Timur ini sering kita lihat di tempat bakso atau mie ayam. Sumpit terbuat dari kayu, kadang-kadang disertai dengan ukiran huruf mandarin di salah satu sisinya.
  6. Alat dapur yang satu ini sering digunakan oleh para ibu untuk memasak. Meskipun sudah banyak spatula berbahan stainless steel, beberapa ibu memilih untuk tetap menggunakan spatula kayu dengan alasan sifat kayu yang bukan penghantar panas.
  7. Cobek adalah alat untuk menghaluskan makanan secara manual dan membuat sambal. Cobek kayu masih banyak tersedia di pasaran dan digunakan oleh banyak kalangan, baik ibu rumah tangga maupun pengelola kuliner. Cobek kayu memiliki keuntungan dibandingkan cobe dari batu, yaitu lebih tahan banting.
  8. Untuk memotong atau mengiris bahan masakan, kita memerlukan talenan. Yaitu alas untuk memotong maupun mengiris bahan makanan.
  9. Sendok merupakan peralatan dapur yang digunakan khusus untuk mengambil makanan atau bumbu atau lainya. Sendok berukuran kecil sehingga dapat memudahkan anda untuk mengambil sesuatu khususnya yang berbentuk cairan. Sendok dari bahan kayu masih sering kita temukan di tempat-tempat wisata kuliner tertentu yang menyajikan suasana tradisional.
  10. Piring dan mangkuk. Alat dapur ini juga digunakan untuk wadah makanan atau bahan yang akan diolah atau dimasak. Piring berbentuk bulat dengan sedikit cekungan sedangkan mangkuk mempunyai cekungan yang lebih dalam. Seperti halnya sendok, piring dan mangkuk juga sering kita temukan di tempat-tempat wisata kuliner tertentu yang menyajikan suasana tradisional.

Merawat Peralatan Dapur dengan Biopolish Beeswax

Anggapan yang kita ketahu selama ini bahwa alat dapur berbahan kayu tidak awet tidak sepenuhnya benar. Peralatan dapur berbahan kayu bisa lebih awet jika kita bisa merawatnya dengan baik. Perawatan alat dapur salah satunya bisa dilakukan dengan Biopolish Beeswax.

Biopolish Beeswax food grade aesthetic and protective merupakan pemoles kayu alami berbahan dasar beeswax yang diformulasikan khusus sesuai dengan standard sertifikasi U.S Food and Drug Administration (U.S FDA). Aman digunakan untuk kebutuhan finishing atau perawatan barang yang memiliki tingkat keamanan bahan yang tinggi seperti meja makan, perabotan dapur, peralatan makan, mainan anak, baby furniture, dll.

Beberapa sifat yang dimiliki oleh Biopolish Beeswax menjadikan produk ini memiliki banyak kelebihan dibandingkan produk lain. Biopolish Beeswax terbuat dari 100% bahan alami, yaitu lilin lebah yang ramah lingkungan. Biopolish Beeswax bersifat anti air, tidak berbau, dan akan membuat alat makan berbahan kayu jadi tambah eksotis. Biopolish Beeswax juga memberi perawatan dan perlindungan maksimal yang bisa digunakan untuk merawat furniture food grade yang berhubungan langsung dengan makanan.

Bahan Biopolish Beeswax akan meresap jauh ke dalam serat kayu. Produk ini akan menghambat proses oksidasi dan pelapukan, mempertahankan kelenturan serat kayu sehingga mengurangi resiko kayu pecah. Pada permukaan kayu akan menampilkan efek air di daun talas (water repellent). Produk yang diaplikasikan Biopolish Beeswax dapat dicuci dan mudah dibersihkan. Fungsi lainnya, produk ini akan membantu menjaga kekeringan kayu serta menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur.

Cara Aplikasi Biopolish Beeswax Food Grade Wood Aesthetic and protective untuk merawat peralatan dapur.

  1. Pastikan permukaan media yang digunakan benar-benar bersih, halus dan kering
  2. Aplikasikan tipis-tipis langsung ke permukaan media dengan menggunakan kuas atau kain kering. Biarkan Biopolish Beeswax menyerap ke dalam substrate media dalam beberapa saat (kurang lebih 10 menit)
  3. Gunakan kain bersih, kering dan lembut untuk memoles sampai benar-benar bersih, halus dan warna natural mengkilap.
  4. Lakukan secara rutin (lebih sering lebih baik) untuk menghasilkan tampilan lebih indah dan meningkatkan perlindungan pada media.