Merawat Talenan Kayu agar Tidak Kusam dan Pudar

Talenan telah hadir sejak berabad-abad yang lalu di berbagai peradaban di berbagai belahan dunia. Talenan yang diketahui orang umum lebih pada difungsikan untuk keperluan mengiris, memotong, dan mencincang bahan makanan. Ada fungsi lain yang belum banyak dieksplorasi, yaitu talenan sebagai produk seni dan estetika. Khususnya digunakan untuk dekorasi, souvernir, dan karya seni.

Talenan memiliki kegunaan utama untuk mengiris bahan makanan memang, nyaris digunakan setiap hari oleh para ibu-ibu sehingga ketika hendak membelinya, pastikan talenan terebut kuat, awet, dan kokoh. Penting pula untuk memilih jenis talenan yang tak gampang ngetulke (menumpulkan) pisau.

Hal yang harus disadari oleh para pengguna talenan kayu adalah ketika talenan usai digunakan untuk memotong, mengiris, dan mencincang daging, sebaiknya tidak digunakan pula untuk mengiris bahan makanan lain seperti buah atau bumbu agar bakteri tidak menempel. Sebab ada kemungkinan bakteri yang berasal dari daging dan menempel pada talenan bisa mencemari bahan makanan lain.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh ahli mikrobiologi dari Food Research Institute, Universitas Wisconsin membuktikan, kayu mempunyai kemampuan untuk membunuh bakteri. Dalam waktu tiga menit, bakteri bisa mengering, meskipun karena permukaannya yang berpori bakteri juga bisa menyerap ke dalamnya. Pori-pori ini bisa mengundang serangan binatang mikro yang tak baik untuk kesehatan. Mengenal talenan dari kayu jati juga mengenal sifat porinya juga.

Jenis-Jenis Talenan

talenan plastik
talenan plastik. sumber: https://www.suara.com/health/2019/06/27/144500/lebih-sehat-pakai-talenan-kayu-atau-plastik-ternyata-ini-yang-terbaik

Selain talenan kayu, tersedia juga talenan dari berbagai jenis bahan. Adapun jenis talenan lain seperti:

  1. Talenan Bambu: Talenan jenis ini memiliki kelebihan terasa lebih ringan karena sifat bambu yang juga ringan. Selain itu talenan bambu teruji tidak gampang menyerap air sehingga untuk mengeringkannya lebih mudah. Meski begitu, talenan bambu yang juga memiliki permukaan yang secara mikro keras (tajam), membuat pisau jadi lebih cepat tumpul.
  2. Talenan Kaca: Ketika bahan makanan yang hendak kamu potong memiliki kadar lemak atau minyak yang tinggi, talenan kaca bisa menjadi pilihan yang cocok karena sanngat mudah untuk dibersihkan. Talenan kaca juga tidak mudah keropos, tak berbau, tak gampang kena noda, dan lain-lainnya. Sayangnya talenan kaca sangat tidak direkomendasikan karena sifatnya yang licin jika tidak berhati-hati akan bisa membuat cedera penggunanya.
  3. Talenan Plastik: Berbagai produk yang terbuat dari plastik memiliki keunggulannya tersendiri. Yakni lebih ringan dan memiliki banyak pilihan warna serta bentuk yang menarik mata. Sifat plastik yang tak berpori pada permukaannya membuat talenan satu ini sangat mudah untuk dibersihkan, cukup hanya dengan mengelapnya. Sebab sifatnya yang ringan, talenan plastik ketika digunakan sangat mudah bergeser, terlebih ketika yang kamu potong daging. Kelemahan lainnya, memiliki risiko serpihan plastik jadi tercampur dengan makanan.
  4. Talenan Kayu: Jenis tatakan satu ini paling sering ditemui di dapur. Sifatnya pun keras dan terbuat dari berbagai jenis kayu, macam-macam talenan dari bahan kayu pinus, kayu jati, kayu mahoni cenderung memiliki sifat kokoh. Selain jenis kayu tersebut, ada pula kayu jenis trembesi, asam, sonokeling, angsana, dan jati belanda yang juga mudah dibentuk untuk dijadikan bahan talenan. Kelemahan dari jenis talenan kayu adalah memiliki pori yang ketika digunakan harus segera dibersihkan dan dikeringkan. Jika tidak akan terserap ke substrat dalam kayu dan berpotensi menimbulkan jamur.
Baca Juga:  Inilah Cara Efektif Melakukan Finishing Food Grade Piring Kayu

Penyebab Talenan Kayu Kusam dan Pudar

Bahan kayu memiliki sifat hygroscopic yang tinggi, yaitu kecenderungan menyerap lembab yang sangat tinggi. Efek dari sifat ini adalah alat makan dengan bahan kayu gampang berjamur, lama-lama kayu menjadi keropos dan akhirnya rusak.

Selain karena sifat hygroscopic, jamur yang sering tumbuh pada kayu karena kayu memiliki lignoselulosa yang kaya akan nutrisi untuk jamur. Sebagaimana kita ketahui, jamur tidak bisa menghasilkan makanan sendiri sehingga harus menumpang pada bahan organik lain yang memiliki nutrisi untuk menopang kehidupannya.

Jamur yang tumbuh pada talenan kayu menimbulkan bau yang tidak sedap. Spora jamur juga menimbulkan permukaan telanan kayu menjadi kusam. Jika dibersihkan dengan cara yang tidak tepat, warna talenan lama-lama akan memudar. Hal ini dikarenakan bagian permukaan talenan kayu lama-lama tergerus sehingga warnanya pudar.

Biopolish Beeswax agar Talenan Tidak Kusam dan Pudar

Biopolish Beeswax food grade aesthetic and protective merupakan pemoles kayu alami berbahan dasar beeswax yang diformulasikan khusus sesuai dengan standard sertifikasi U.S Food and Drug Administration (U.S FDA). Aman digunakan untuk kebutuhan finishing atau perawatan barang yang memiliki tingkat keamanan bahan yang tinggi seperti meja makan, perabotan dapur, peralatan makan, mainan anak, baby furniture, dll.

Beberapa sifat yang dimiliki oleh Biopolish Beeswax menjadikan produk ini memiliki banyak kelebihan dibandingkan produk lain. Biopolish Beeswax terbuat dari 100% bahan alami, yaitu lilin lebah yang ramah lingkungan. Biopolish Beeswax bersifat anti air, tidak berbau, dan akan membuat alat makan berbahan kayu jadi tambah eksotis. Biopolish Beeswax juga memberi perawatan dan perlindungan maksimal yang bisa digunakan untuk merawat furniture food grade yang berhubungan langsung dengan makanan.

Baca Juga:  Biopolish Natural Oil untuk Finishing Ulang Meja dan Kursi Belajar

Bahan Biopolish Beeswax akan meresap jauh ke dalam serat kayu. Produk ini akan menghambat proses oksidasi dan pelapukan, mempertahankan kelenturan serat kayu sehingga mengurangi resiko kayu pecah. Pada permukaan kayu akan menampilkan efek air di daun talas (water repellent). Produk yang diaplikasikan Biopolish Beeswax dapat dicuci dan mudah dibersihkan. Fungsi lainnya, produk ini akan membantu menjaga kekeringan kayu serta menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur.

Berikut cara perawatan talenan kayu jati menggunakan Biopolish Beeswax:

  1. Siapkan talenan dari kayu jati yang hendak dipoles menggunakan Biopolish Beeswax. Pastikan talenan tersebut kering dan dalam keadaan bersih.
  2. Siapkan kain bersih untuk mengoleskan Biopolish Beeswax secara merata ke permukaan talenan.
  3. Tunggu hingga beberapa menit agar Biopolish Beeswax menyerap dengan maksimal ke substrat dalam kayu talenan.
  4. Gosok kembali menggunakan kain sampai warnanya terlihat bersih, tidak lengket, dan warnanya lebih tajam. Ulangi cara ini jika dirasa masih kusam.

Untuk mendapatkan produk Biopolish Beeswax kamu bisa menghubungi reseller yang tersebar dikota-kota besar di seluruh Indonesia. Selain itu, tersedia juga di beberapa marketplace seperti bukalapak, shopee, tokopedia, lazada dan lain-lain. Informasi lebih lanjut dan pemesanan silahkan hubungi reseller terdekat di kota anda atau hubungi nomor whatsapp di 081225784920.