merawat talenan kayu biopolish beeswax

Perbedaan Shellac dan Beeswax untuk Poles Kayu

Kayu bisa dirawat dengan berbagai bahan finishing alami. Dua bahan yang sering dibandingkan adalah shellac dan beeswax. Keduanya sama-sama berasal dari hewan, tetapi memiliki karakter, cara pakai, dan hasil yang berbeda.

Shellac lebih dikenal sebagai pelapis berbahan resin. Sementara itu, beeswax dapat digunakan untuk finishing sekaligus perawatan kayu, terutama ketika pemilik furniture ingin mempertahankan keaslian tampilan kayu. Oleh sebab itu, pemilihan bahan sebaiknya disesuaikan dengan fungsi yang dibutuhkan.

Apa Itu Shellac?

shellac

Shellac adalah pelapis kayu berbentuk resin. Fungsinya untuk finishing agar permukaan kayu terlihat lebih indah.

Baca Juga : Poles Kayu Bersertifikat FDA, Aman untuk Alat Makan Kayu

Bahan ini tidak langsung digunakan seperti poles kayu biasa. Umumnya, shellac perlu diproses terlebih dahulu sebelum diaplikasikan ke permukaan kayu.

Asal Bahan Shellac

shellac
foto: halalmui.org

Bahan baku shellac berasal dari lac, yaitu hasil sekresi serangga Laccifer lacca Kerr atau serangga Lac. Serangga ini hidup pada tanaman inangnya.

Sekresi yang menempel pada ranting kemudian dipisahkan dan diolah menjadi resin. Setelah dicuci bersih, lac dapat diproses melalui pemanasan atau pelarutan dengan etanol.

Bentuk dan Cara Pakai Shellac

Shellac pelapis kayu

Shellac biasanya dijual dalam bentuk kepingan atau serpihan. Bentuk kering ini membuat shellac lebih awet disimpan dibandingkan bentuk cair.

Untuk menggunakannya, serpihan shellac perlu dihaluskan menjadi bubuk. Setelah itu, bubuk tersebut dicampur dengan etil alkohol hingga menjadi shellac cair sebagai pewarna oles dan pelapis kayu.

Masa Simpan Shellac Cair

Shellac cair memiliki masa simpan terbatas, biasanya sekitar satu tahun. Karena itu, shellac lebih banyak dijual dalam bentuk kering.

Kualitas shellac cair yang sudah lama disimpan dapat diuji dengan cara meneteskannya pada kaca. Jika tetap lengket dalam waktu lama, shellac tersebut biasanya sudah tidak layak digunakan kembali.

Apa Itu Beeswax?

Beeswax dari sarang lebah madu Apis

Beeswax adalah lilin lebah yang diproduksi dari sarang lebah. Lilin ini dihasilkan oleh kelenjar lilin lebah pekerja dari jenis lebah madu Apis.

Pada kayu, beeswax dapat digunakan sebagai bahan poles dan finishing alami. Bahan ini cocok untuk perawatan yang tidak menutup karakter asli kayu.

Warna Alami Beeswax

Beeswax

Beeswax awalnya berwarna putih. Namun, warnanya dapat berubah menjadi kuning atau kecoklatan karena tercampur polen dan propolis lebah.

Warna tersebut merupakan ciri alami beeswax. Karena karakternya lembut, bahan ini tidak memberi perubahan warna yang mencolok pada kayu.

Fungsi Beeswax untuk Kayu

Beeswax berfungsi untuk merawat dan melindungi kayu dengan cara yang lebih natural. Bahan ini dapat digunakan ketika Anda ingin finishing kayu tetap terlihat asli, tidak terlalu tebal, dan tidak tampak seperti lapisan plastik.

Selain itu, beeswax juga berguna untuk mengurangi risiko kayu tampak kusam akibat panas serta membantu melindunginya dari paparan air.

Persamaan Shellac dan Beeswax

Shellac dan beeswax sama-sama dihasilkan oleh hewan. Keduanya juga digunakan pada kayu untuk memperindah tampilan dan meningkatkan keawetan.

Namun, fungsi keduanya tidak sama. Shellac lebih berperan sebagai pelapis resin, sedangkan beeswax lebih fleksibel untuk poles, finishing natural, dan perawatan kayu.

Perbedaan Shellac dan Beeswax

Perbedaan Shellac dan Beeswax untuk Poles Kayu dapat dilihat dari bahan asal, bentuk produk, cara penggunaan, masa simpan, dan hasil akhirnya.

Bahan Asal

Shellac berasal dari sekresi serangga Lac yang diolah menjadi resin. Sementara itu, beeswax berasal dari lilin yang diproduksi lebah madu di dalam sarangnya.

Perbedaan sumber ini membuat karakter keduanya berbeda. Shellac memiliki karakter resin, sedangkan beeswax memiliki karakter lilin alami.

Bentuk Produk

Shellac umumnya tersedia dalam bentuk kepingan atau serpihan kering. Sebelum digunakan, bahan ini perlu dibuat menjadi cair.

Beeswax digunakan sebagai bahan poles dan finishing alami. Penggunaannya lebih praktis karena tidak memerlukan proses pelarutan dengan alkohol.

Cara Penggunaan

Shellac perlu dilarutkan dengan etil alkohol sebelum diaplikasikan. Proses ini membutuhkan persiapan, takaran, dan perhatian terhadap kondisi bahan.

Beeswax dapat langsung digunakan untuk merawat kayu sesuai kebutuhan. Karena itu, bahan ini lebih mudah dipakai untuk perawatan furniture rumah.

Masa Simpan

Shellac cair memiliki masa simpan terbatas. Jika kualitasnya menurun, hasil aplikasinya bisa kurang maksimal.

Beeswax tidak perlu dibuat menjadi cairan campuran sebelum digunakan. Dengan begitu, pengguna tidak perlu menghadapi risiko bahan cair yang sudah tidak layak pakai.

Hasil pada Kayu

Shellac memberi hasil berupa lapisan finishing pada permukaan kayu. Shellac juga tersedia dalam beberapa warna, mulai dari kuning cerah, cokelat, hingga agak gelap.

Namun, banyak orang kini mulai meninggalkan shellac karena sudah ada cat warna natural atau wood stain yang lebih praktis dan harganya lebih terjangkau. Sementara itu, beeswax lebih dipilih untuk hasil akhir yang sederhana, alami, dan tetap mempertahankan karakter kayu.

Beeswax Lebih Praktis untuk Perawatan Kayu

Beeswax lebih praktis untuk perawatan furniture karena tidak membutuhkan proses pencampuran dengan alkohol. Pengguna dapat mengaplikasikannya saat kayu mulai terlihat kering, kusam, atau kurang segar.

Bahan ini cocok untuk meja, kursi, lemari, buffet, dekorasi kayu, hingga produk kayu interior lain. Perawatannya juga lebih sederhana karena tidak memerlukan teknik finishing yang rumit.

Gunakan Biopaint Beeswax untuk Merawat Kayu

biopolish beeswax

Biopaint Beeswax dapat digunakan untuk finishing natural dan perawatan furniture kayu. Produk ini cocok bagi Anda yang ingin merawat kayu dengan bahan yang lebih aman, ramah lingkungan, dan tetap menjaga tampilan alami kayu.

Selain untuk furniture, Biopaint Beeswax juga dapat digunakan untuk merawat alat makan kayu dan alat masak kayu. Produk ini bersifat food safe dan food grade, sehingga aman jika bersentuhan dengan makanan.

sampel penggunaan beeswax

Biopaint Beeswax juga telah bersertifikat FDA (Food and Drugs Administration). Produk ini tidak meninggalkan residu berbahaya.

Keunggulan lainnya, Biopaint Beeswax tidak berbau dan tidak berasa. Saat digunakan pada alat makan atau alat masak kayu, produk ini tidak mengubah rasa, tekstur, maupun warna.

Dengan value tersebut, Biopaint Beeswax dapat diaplikasikan pada furniture, peralatan makan kayu, maupun alat masak kayu yang membutuhkan perlindungan alami dan aman.

Shellac atau Beeswax, Mana yang Lebih Bagus untuk Kayu?

Baik shellac maupun beeswax sama-sama dapat digunakan pada kayu, tetapi fungsi dan cara pakainya berbeda. Shellac merupakan resin pelapis yang perlu dilarutkan sebelum digunakan. Beeswax lebih praktis karena dapat dipakai untuk finishing natural sekaligus perawatan kayu.

Jika Anda membutuhkan bahan yang mudah digunakan, aman untuk kebutuhan rumah tangga, dan tetap menjaga karakter kayu, beeswax lebih disarankan. Biopaint Beeswax dapat digunakan agar kayu tetap indah, terawat, dan aman saat bersentuhan dengan makanan.

Ingin menggunakan Biopaint Beeswax untuk kebutuhan perawatan kayu Anda? Dapatkan produk asli Biopolish melalui layanan pemesanan resmi kami. Untuk konsultasi produk, cara penggunaan, dan informasi pembelian lebih lanjut, silakan klik banner di bawah ini.

Kitchenware

Tanya Poli!tanya cs biopolish