menggeluti bisnis lilin lebah kenapa tidak?peluang usaha masih luas

Jangan salah! Peluang bisnis bisa Anda maksimalkan dengan beragam cara. Salah satunya dengan memaksimalkan lilin lebah madu yang dapat memberikan untung besar.

Rupanya bukan hanya madu yang dapat dimanfaatkan dari serangga kecil bernama lebah. Bukan pula propolis penyembuh beragam penyakit. Adalah lilin lebah yang hingga kini potensinya belum banyak digali, terutama bila dibandingkan dengan perkembangan bisnis lilin lebah di berbagai negara lain. Padahal, Indonesia memiliki potensi besar meraup untung dengan pengembangan bisnis tersebut.

Sekilas Pengertian dan Manfaat Lilin Lebah

Lilin yang terbuat dari beeswax

Lilin yang terbuat dari beeswax

Lilin lebah atau beeswax adalah material yang dihasilkan lebah sebagaimana madu maupun propolis. Lilin lebah disekresikan langsung serangga tersebut dan pada perkembangannya tercampur beragam zat lain di dalam sarang. Bagi koloni lebah madu, lilin ini untuk memperkuat sarang. Ketika produksi madu sudah berlebihan sedangkan sarang terdeteksi kurang kuat, lebah secara otomatis akan memakan banyak madu untuk menghasilkan beeswax.

Bagi manusia, keberadaan material ini sudah banyak dimanfaatkan. Beeswax biasa untuk keperluan kosmetik hingga poles kayu, kulit, dan berbagai material lain. Produk poles serba guna Biopolish Linseed Oil dan Biopolish Beeswax pasta misalnya, adalah contoh produk pemoles berbagai material yang memanfaatkan lilin lebah. Karena kandungan yang alami dan mampu meningkatkan keindahan serta kelembaban permukaan berbagai material, lilin lebah terbukti sangat bagus dijadikan produk pemoles. Selain itu, lilin lebah banyak dimanfaatkan untuk keperluan di bidang farmasi, pembuatan lilin, hingga pembuatan batik.

Menilik Jual Beli Bisnis Lilin Lebah di Dunia

Berdasarkan data yang dihimpun FAO, nilai impor beeswax mencapai angka hingga 11.949 ton pada 2003. Namun nilai ekspornya hanya 10.336 ton. Selisih nilai ini merupakan peluang yang dapat dimanfaatkan.

Di seluruh dunia, negara-negara pengimpor beeswax biasanya didominasi negara maju. Jerman, Perancis, dan Inggris menjadi importir beeswax terbesar di dunia. Sedangkan negara-negara eksportir didominasi negara dengan tingkat ekonomi bervariasi. Misalnya China yang tampak sangat raksasa dengan ekspor beeswax mencapai 4.814 ton namun hanya mengimpor 127 ton beeswax.

Kesadaran yang Masih Rendah

Selain madu, bisnis lilin lebah pun menjanjikan untuk para peternak serangga tersebut.

Selain madu, bisnis lilin lebah pun menjanjikan untuk para peternak serangga tersebut.

Kesadaran yang masih rendah akan nilai ekonomis beeswax adalah salah satu penyebab yang diduga menyebabkan lambatnya bisnis lilin lebah madu di berbagai negara, termasuk Indonesia. Padahal, 1 kg beeswax yang kualitasnya bagus dihargai hingga 10 US Dollar di tahun 2003.

Ethiopia adalah contoh negara yang kesadaran akan manfaat beeswax masih rendah. Banyak peternak lebah malah membuang lilin lebah saat memanen madu. Di tahun 2014, jumlah lilin lebah yang dihasilkan salah satu negara termiskin di dunia tersebut mencapai 5.000 ton, namun kurang dari 10% yang diekspor. GL Yadeta dalam penelitiannya menyebutkan, sisa beeswax yang dihasilkan kebanyakan dibuang sia-sia atau tidak dimanfaatkan dengan baik.

Bagaimana di Indonesia? Berdasarkan data FAO, Indonesia tidak termasuk negara eksportir beeswax dengan jumlah signifikan. Ini patut diduga karena rendahnya kesadaran akan nilai ekonomis dan keuntungan bisnis lilin lebah madu. Padahal, bila bisa memanfaatkan, tentu keuntungan besar bukan tak mungkin kita raup. (*)

Leave a Comment

Your email address will not be published.