Sangat Mudah, Begini Cara Mengatasi Mangkok Kayu yang Mudah Kusam

mangkok kayu

Mengapa Menggunakan Mangkok Kayu

Penggunaan alat makan dari kayu sebenarnya sudah berlangsung sejak lama. Dahulu sebelum mengenal berbagai macam teknologi, manusia memanfaatkan segala sesuatu yang disediakan alam. Termasuk untuk alat makan. manusia banyak memanfaatkan bahan kasu yang sudah disediakan oleh alam.

Seiring berkembangnya jaman, dengan berbagai macam temuan teknologi yang banyak membantu mempermudah manusia. Banyak bahan yang dibuat oleh manusia untuk menggantikan apa-apa yang sudah disediakan alam. Misalnya, penemuan bahan logam, porselen, plastik, melamin, dan lain-lain, membuat bahan kayu mulai ditinggalkan.

Beberapa alasan yang menyebabkan bahan kayu mulai ditinggalkan dan manusia beralih ke bahan logam dan lain-lain. Karena proses proses pengolahan bahan kayu lebih lama. Ketersediaan bahan kayu lebih sedikit dibanding bahan logam dan lain-lain. Yang berdampak pada jumlah produksi bahan kayu lebih sedikit dibanding bahan logam dan lain-lain.

Oleh karena itu, di jaman sekarang di mana bahan logam, porselen, plastik, maupun melamin semakin merajalela, memiliki mangkok yang terbuat dari bahan kayu menjadi kebanggaan tersendiri. Selain karena piring dan mangkok dengan bahan kayu terbilang estetik, juga karena mangkok dengan bahan kayu tergolong masih langka. Memiliki sesuatu yang langka tentu menjadi kebanggan tersendiri.

alat masak dari kayu

alat masak dari kayu. sumber: https://www.mrkitchen.co.id/alat-masak-tradisional-dari-kayu-tradisional-beserta-fungsinya/

Selain menambah unsur estetik di dapur dan di meja makan, ada beberapa manfaat yang bisa kamu peroleh dari mangkok kayu. Kamu harus tahu kalau mangkok kayu memiliki beberapa manfaat dari sudut sudut pandang kesehatan. Beberapa keunggulannya antara lain sifatnya yang non reaktif terhadap zat asam makanan, tidak korosif, memiliki kemampuan membunuh bakteri, dan tidak mengalirkan panas.

Dengan menggunakan piring dan mangkok dari bahan kayu, zat asam pada makanan yang kamu konsumsi tidak akan bereaksi dengan piring dan mangkok kamu. Zat asam pada makanan yang bereaksi dengan logam atau plastik tentu bisa membahayakan kesehatan tubuh.

Zat asam dari makannan jika terus menerus berinteraksi dengan mangkok logam bisa menghasilkan karat karena sifat korosif logam. Tentu saja ini berbahaya bagi kesehatan. Terlebih lagi, mangkok logam kamu jika sudah berkarat sudah tidak bisa digunakan dan harus diganti. Sehingga secara kesehatan dan ekonomi tidak menguntungkan.

Selain itu, keuntungan menggunakan mangkok kayu adalah tidak mengalirkan panas. Jadi saat kamu memakan makanan berkuah yang panas, kamu tidak perlu khawatir akan terkena panas dari makanan.

 

Sentra Peralatan Makan dari Kayu

  1. Desa Klungkung, Jember

Di Desa Klungkung, Sukorambi, Jember terdapat sebuah tempat produksi peralatan makan kayu. Bahan utamanya adalah Kayu Kukun yang banyak tumbuh di sekitar desa. Kayu kukun ini digunakan sebagai bahan dasar peralatan makan. Kabar baiknya, finishing yang digunakan untuk peralatan makan ini tidak menggunakan bahan sembarangan. Akan tetapi, menggunakan bahan yang sudah terbukti food grade water base. Sehingga, sangat aman bagi pencernaan tubuh.

  1. Bantul, Yogyakarta

Bagi kamu yang pernah berkunjung ke Yogyakarta, pasti kamu juga tahu kalau wilayah DIY tidak hanya terkenal akan obyek wisata yang bagus. Selain di wilayah Gunung Kidul yang terkenal dengan wisata pantai yang indah dan pengunungan karst yang eksotik, wilayah Sleman dan Gunung Kidul yang didominasi wisata perbukitan yang dingin, terdapat juga daerah yang menjadi sentra kerajinan kayu dan bambu.

Di daerah Kabupaten Bantul terdapat dua desa yang membuat sekaligus menjual peralatan makan dengan bahan dasar kayu dan bambu. Yaitu di Dusun Karangasem, Desa Munthuk, Dlingo. Dan satu lagi di Desa Wukirsari, Imogiri. Kedua tempat ini selain menghasilkan peralatan makan juga menghasilkan kerajinan lain dari bahan bambu. Seperti tempat nasi dan perlengkapan rumah tangga lainnya.

  1. Bali

Banyak para pengrajin kayu di Bali yang juga menjual berbagai macam peralatan dapur dari bahan kayu. Alat yang dijual yaitu sendok dan garpu kayu, piring kayu, dan lain-lain. Kayu yang digunakan para pengrajin dari Bali ini antara lain yaitu kayu sawo hingga kayu kelapa. Kualitas peralatan makan ini bisa dibilang lebih bagus dan harganya pun lebih murah. Selain itu, bentuk dan ukuran alat makan ini beragam. Bahkan, untuk piring dan mangkok dibuat sedemikian rupa agar serat kayunya terlihat sangat jelas.

 

Penyebab Piring dan Mangkok Kayu Kusam

Jika kamu tertarik dengan nilai estetik, nilai kesehatan, dan nilai ekonomis mangkok kayu, kamu harus terlebih dahulu mengenal bahan kayu. Agar setelah membeli mangkok kayu kamu tahu apa yang harus dilakukan untuk merawatnya agar tetap awet.

Hal pertama yang harus kamu tahu adalah kayu memiliki sifat sifat hygroscopic yang tinggi, yaitu kecenderungan menyerap lembab yang sangat tinggi. Efek dari sifat ini adalah mangkok kayu kamu mudah menjadi lembab. Karena mudah lembab, mangkok kayu yang tidak terawatt menjadi gampang berjamur. Jamur yang terlalu lama tumbuh akan membuat mangkok kayu menjadi terlihar kusam.

Hal kedua adalah cara membersihkan mangkok kayu. Saat membersihkan kamu harus memastikan dengan baik agar sisa-sisa makan benar-benar hilang dari permukaan. Meskipun mangkok kayu tidak bereaksi dengan zat asam makanan, akan tetapi sisa makanan yang tidak dibersihkan dengan baik akan membusuk di permukaan mangkok dan menyebabkan kerusakan warna pada bahan kayu.

ilustrasi wastafel

ilustrasi wastafel. sumber: https://webkuli.com/harga-wastafel/

Untuk itu, kamu harus membersihkan mangkok kayu kamu dengan benar. Caranya mudah kok. Berikut adalah beberapa langkah mudah mencuci mangkok kayu tanpa membuat mangkok kayu menjadi kusam:

  1. Mencuci mangkok kayu dengan air hangat dan sabun pembersih. Penggunaan air hangat bersamaan dengan sabun pembersih dimaksudkan untuk membersihkan secara menyeluruh semua lemak dan sisa-sisa zat makanan yang masih menempel pada mangkok. Jika mangkok kayu masih terdapat sisa-sisa zat makanan makan berpotensi menumbuhkan jamur dan mengakibatkan pemudaran warna.
  2. Merendam di air cuka. Setelah dicuci dengan air hangat dan sabun pembersih, mangkok kayu bisa kamu rendam di dalam air cuka dengan perbandingan 50:50. Hal ini dilakukan untuk menjaga higienisitas mangkok kayu.
  3. Menggosok dengan pemoles kayu. Mangkok kayu yang sudah lama digunakan dan sering dibersihkan lama-lama warnanya memudar. Untuk memulihkan kembali serat kayu yang kering dan warna yang memudar, kamu bisa menggosok mangkok kayu dengan pemoles khusus bahan kayu. Salah satu pemoles bahan kayu yang sudah tersedia di pasaran adalah Biopolish Beeswax.

 

Rawat Mangkok Kayu dengan Biopolish Beeswax

Biopolish Beeswax food grade aesthetic and protective merupakan pemoles kayu alami berbahan dasar beeswax yang diformulasikan khusus sesuai dengan standard sertifikasi U.S Food and Drug Administration (U.S FDA). Aman digunakan untuk kebutuhan finishing atau perawatan barang yang memiliki tingkat keamanan bahan yang tinggi seperti meja makan, perabotan dapur, peralatan makan, mainan anak, baby furniture, dll.

Cara perawatan mangkok kayu menggunakan Biopolish Beeswax sangat mudah. Kamu hanya tinggal melakukan langkah-langkah berikut ini:

  1. Siapkan mangkok kayu yang hendak dipoles menggunakan Biopolish Beeswax. Pastikan mangkok tersebut kering dan dalam keadaan bersih.
  2. Siapkan kain bersih untuk mengoleskan Biopolish Beeswax secara merata ke permukaan mangkok.
  3. Tunggu hingga beberapa menit agar Biopolish Beeswax menyerap dengan maksimal ke substrat dalam mangkok kayu.
  4. Gosok kembali menggunakan kain sampai terlihat bersih, tidak lengket, dan warnanya lebih tajam. Ulangi cara ini jika dirasa masih kusam.

Biopolish Beeswax terbuat dari 100% bahan alami, yaitu lilin lebah yang ramah lingkungan. Bahan Beeswax bersifat anti air, tidak berbau, sehingga membuat mangkok berbahan kayu jadi tambah eksotis.

Bahan Biopolish Beeswax akan meresap jauh ke dalam serat kayu. Produk ini akan menghambat proses oksidasi dan pelapukan, mempertahankan kelenturan serat kayu sehingga mengurangi resiko kayu pecah. Pada permukaan kayu akan menampilkan efek air di daun talas (water repellent). Dengan keunggulan ini, maka mangkok kayu kamu tidak akan akan basah kuyup saat dicuci sehingga meminimalkan kemungkinan menjadi kusam dan pudar.

Untuk mendapatkan produk Biopolish Beeswax kamu bisa menghubungi reseller yang tersebar dikota-kota besar di seluruh Indonesia. Selain itu, tersedia juga di beberapa marketplace seperti bukalapak, shopee, tokopedia, lazada dan lain-lain. Informasi lebih lanjut dan pemesanan silahkan hubungi reseller terdekat di kota anda atau hubungi nomor whatsapp di 081225784920.