Kayu masih jadi material favorit untuk pembuatan furniture karena berat jenisnya yang ringan dan mudah dikerjakan dengan alat sederhana. Selain berat jenisnya yang menguntungkan, kayu juga memiliki sifat fisik lain yang membuatnya cepat rusak.
Misalnya, sifat fisik kayu yang mudah menyerap air membuatnya lembap dan cepat berjamur. Memahami sifat fisik kayu penting sebelum memilih, menggunakan, dan merawat furniture atau kerajinan berbahan kayu.
Pengertian Sifat Fisik Kayu
Sifat fisik kayu adalah karakter alami yang dapat diamati atau diukur tanpa mengubah susunan kimianya. Karakteristik kayu tersebut meliputi berat jenis, kadar air, warna, tekstur, arah serat, porositas, serta kemampuan mengembang dan menyusut.
Beberapa sifat memberikan keuntungan. Bobot kayu yang ringan, misalnya, membuat material ini lebih mudah dipindahkan, dipotong, dibentuk, dan dirakit. Namun, ada pula sifat alami yang membuat kayu lebih mudah mengalami perubahan bentuk dan kerusakan.
Dua sifat fisik yang paling berpengaruh terhadap keawetan kayu adalah higroskopis dan anisotropis.
1. Kayu Menyerap dan Melepaskan Air
Kayu higroskopis memiliki daya tarik terhadap air, baik dalam bentuk uap maupun cairan. Kayu dapat mengikat dan melepaskan air mengikuti suhu serta kelembapan relatif udara di sekitarnya.
Saat udara lembap, kayu menyerap lebih banyak uap air. Sebaliknya, udara yang kering membuat kayu melepaskan kandungan airnya. Proses tersebut berlangsung terus-menerus meskipun kayu sudah diolah menjadi meja, kursi, lemari, kusen, atau kerajinan.
Perubahan kadar air kayu dapat menyebabkan permukaan terasa kasar, kusam, mengembang, atau menyusut. Penelitian mengenai hubungan kayu dan air juga menunjukkan bahwa perubahan kandungan air berkaitan erat dengan ketidakstabilan ukuran, deformasi, dan risiko keretakan.
Air yang masuk ke dalam kayu juga tidak selalu terlihat secara langsung. Uap air dari ruangan lembap tetap dapat diserap melalui pori dan seratnya.
2. Sifat Kembang Susut Kayu
Kayu juga bersifat anisotropis. Artinya, kayu tidak mengembang dan menyusut dengan besaran yang sama pada setiap bagian.
Ada bagian yang mengalami perubahan ukuran lebih besar, sedangkan bagian lainnya hanya berubah sedikit. Perbedaan gerakan tersebut dapat menimbulkan tekanan pada permukaan maupun sambungan kayu.
Furniture yang berulang kali mengalami kembang susut dapat mengalami beberapa kerusakan, seperti:
- Papan kayu melengkung
- Permukaan retak atau pecah
- Sambungan furniture menjadi renggang
- Pintu lemari sulit ditutup
- Permukaan tidak lagi rata
- Lapisan finishing ikut retak
Perwatan Kayu agar Tidak Cepat Rusak
Sifat fisik kayu tidak dapat dihilangkan karena keduanya merupakan bagian dari struktur alami kayu. Namun, Anda dapat mengurangi dampaknya melalui penempatan dan perawatan kayu yang tepat.
Hindari meletakkan furniture tepat di samping sumber panas, area yang sering terkena percikan air, atau ruangan tanpa sirkulasi udara. Segera lap air yang tumpah agar tidak terlalu lama menggenang di permukaan kayu.
Perawatan furniture kayu juga perlu dilakukan secara rutin, terutama ketika kayu mulai terasa kering, kasar, atau kusam.
Poles Kayu dengan Biopaint Natural Oil
Biopaint Natural Oil merupakan bahan finishing natural sekaligus perawatan kayu. Minyaknya meresap ke dalam pori dan substrat kayu tanpa membentuk lapisan film. Produk ini juga memberikan efek water repellent sehingga percikan air tidak langsung mudah terserap.
Biopaint Natural Oil mempertahankan kelembapan kayu tetap ideal agar tidak terlalu kering maupun terlalu lembap. Dengan perawatan rutin, permukaan kayu tidak mudah retak, terasa lebih halus, tidak kusam dan warna tetap tajam.
Aplikasikan produk pada kayu yang bersih dan kering. Poles secara tipis dan merata menggunakan kain, kemudian tunggu hingga minyak meresap.
Untuk pemesanan Biopaint Natural Oil dan informasi lebih lanjut seputar produk, silakan klik banner di bawah ini.





